• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Penting! Begini Manfaat Tomat untuk Kesehatan Tubuh

Penting! Begini Manfaat Tomat untuk Kesehatan Tubuh

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 16 September 2020

Laporan: Aurelia Syafira Widya

Tomat memiliki vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Di antaranya vitamin C, K1, K, B9 (folat), B, dan kalium.Selain itu, tomat memiliki senyawa antioksidan penting bagi kesehatan seperti likopen, beta karoten, naringenin, asam klorogenik, klorofil, dan karotenoid.Melansir Healthline, kadar air dalam buah tomat bisa mencapai 95 persen, sedangkan sisanya terdiri
karbohidrat dan serat tak larut air.

Melansir dari kompas.com, berikut ini adalah manfaat tomat yang baik untuk kesehatan tubuh:

1. Mencegah kanker
Melansir Medical News Today, tomat adalah sumber vitamin C dan antioksidan yang dapat membantu memerangi pembentukan radikal bebas.Seperti diketahui, radikal bebas adalah salah satu pemicu kanker.

Studi yang dirilis jurnal Molecular Cancer Research mengaitkan asupan beta-karoten yang tinggi dengan pencegahan perkembangan tumor pada kanker prostat.

Tomat juga mengandung likopen. Senyawa polifenol yang memberikan warna merah pada tomat ini terbukti bisa mencegah kanker prostat.
Penelitian di Jepang juga menunjukkan, konsumsi beta-karoten dari tomat atau sayur dan buah lain dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

2. Mengontrol tekanan darah
Bijak mengonsumsi garam dan natrium dapat membantu mengontrol tekanan darah tetap ideal. Selain itu, menjaga tekanan darah agar stabil juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi asupan tinggi kalium seperti tomat. Kalium dapat melebarkan arteri sehingga aliran darah ke organ vital lebih lancar dan tensi terjaga

Baca juga: Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

4. Bantu mengelola diabetes
Studi menunjukkan, penderita diabetes tipe 1 makan asupan tinggi serat memiliki kadar gula darah lebih rendah.

5. Mengatasi sembelit
Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air dan serat, seperti tomat dapat membantu melancarkan saluran pencernaan. Serat dalam tomat dapat membantu mengurangi sembelit dan melancarkan BAB.

6. Menjaga kesehatan mata
Tomat dapat membantu melindungi mata dari kerusakan ringan. Tomat dapat memberikan asupan antioksidan likopen, lutein, dan beta-karoten. Antioksidan ini terbukti bisa melindungi mata dari kerusakan karena paparan cahaya, katarak, dan degenerasi makula karena faktor usia.

7. Membuat kulit lebih sehat
Kolagen adalah komponen penting untuk kulit, rambut, kuku, dan jaringan ikat. Produksi kolagen dalam tubuh sangat bergantung pada vitamin C.

Vitamin C juga bagian dari antioksidan kuat. Dampak kekurangan vitamin C pada kulit bisa menyebabkan kulit keriput, kendur, sampai muncul noda hitam

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

September 15, 2026

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

September 15, 2026

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla Oleh: Samuel Yohanes Kebakaran hutan…

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani Oleh : Radjiman Arif Ketimpangan penguasaan lahan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.