• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Pengusaha AS-ASEAN Ingin Tingkatkan Investasi di RI

Pengusaha AS-ASEAN Ingin Tingkatkan Investasi di RI

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 1 September 2022

Pengusaha AS-ASEAN Ingin Tingkatkan Investasi di RI

Oleh : Astrid Widia

Para penguasa dalam delegasi dewan bisnis AS-ASEAN menyatakan bahwa mereka sangatlah ingin untuk bisa terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seluruh kemudahan perizinan investasi dan juga potensi yang dimiliki oleh bangsa ini.

Sejauh ini Indonesia memang dinilai oleh negara lain sebagai salah satu negara dengan tujuan investasi terbaik. Hal ini dikarenakan bangsa ini memiliki kondisi fundamental perekonomian yang sangat bagus, bahkan dengan adanya guncangan inflasi dan resesi hingga ancaman krisis di dunia belakangan, justru ekonomi di Indonesia masih mampu untuk melesat hingga melebihi target.

Pada 24 Agustus 2022 lalu, Presiden Joko Widodo menerima secara langsung kedatangan Delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ASEAN Business Council) di Istana Negara.

Terkait hal tersebut, Menteri Investasi yang juga Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pengusaha AS-ASEAN sangat menginginkan adanya peningkatan investasi mereka di Tanah Air. Keinginan ini tidak bisa dilepaskan karena performa ekonomi Indonesia masih bisa bertahan meski digempur ketidakstabilan dunia.

Delegasi US-ASEAN Business Council juga menginginkan adanya peningkatan investasi di sejumlah sektor, seperti sektor pariwisata, kesehatan dan ekonomi digital. Sejauh ini, telah ada beberapa investasi yang sudah berjalan dengan baik di sektor minyak, gas hingga sektor tambang. Keinginan mereka untuk meningkatkan investasi lantas disambut baik oleh Jokowi.

Bahlil menyebut jika Presiden Jokowi berharap keinginan itu dapat terealisasi, terlebih presiden juga menyampaikan adanya kemudahan investasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja.
Dengan adanya kemudahan perizinan investasi tersebut, diharapkan ke depannya akan mampu lebih menambah lagi iklim investasi Indonesia yang jauh lebih bagus karena saat ini sudah tidak ada perizinan yang terlalu rumit seperti jika dibandingkan dengan sebelum kebijakan UU Cipta Kerja diberlakukan. Pemerintah juga akan terus berfokus supaya ada keberlanjutan pengembangan ekonomi dengan memanfaatkan ekonomi hijau sembari energi hijau yang jauh lebih ramah lingkungan.
Pemerintah RI sendiri memang telah membuat UU Omnibus Law yang memang tujuannya akan jauh lebih mempermudah seluruh proses perizinan dan juga ada pula pengaturan yang lebih berfokus untuk penawaran mengenai green economy dan juga green energy.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Yong Kim juga menyampaikan apresiasinya kepada Jokowi yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Pasalnya, sejauh ini pengendalian pandemi yang telah dilakukan oleh pemerintah sangat bagus sehingga mampu untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Tanah Air bahkan hingga di atas 5,4 persen dengan angka inflasi yang terus terjaga di bawah 5 persen.
Capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa memang kondisi fundamental perekonomian yang dimiliki oleh Indonesia terus beranjak baik, sebagai perbandingan, bahkan negara sekelas Amerika Serikat saja sempat dilanda inflasi hingga angkanya mencapai 9,1 persen yang menjadi angka terburuk. Selain itu mereka terus mengalami pertumbuhan inflasi hingga dua kuartal beruntun sehingga secara teknis bisa dikatakan telah mengalami kondisi resesi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi saat menerima Delegasi dari Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN menyatakan bahwa presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk bisa menciptakan iklim investasi yang jauh lebih baik. Presiden menyampaikan beragam potensi yang dimiliki Indonesia termasuk di bidang perdagangan, manufaktur, hingga pengembangan industri hilir. Menurutnya, ada tiga hal yang kemudian direspon oleh Jokowi. Pertama adalah soal bagaimana membangun kerja sama di bidang transisi energi. Kepala Negara menegaskan bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana teknologi dan investasi diperkuat untuk transisi energi (energi transition).
Menurut Menlu, energi transition juga harus memperhatikan keterjaminan ketahanan energi yang juga kuat karena hal itu sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya memang sejauh ini ketergantngan akan energi juga tidak bisa dikatakan sepele. Selain itu, Jokowi juga menyampaikan perihal masalah digital ekonomi yang tidak bisa terlepas dari kepentingan masyarakat. Retno menambahkan para pengusaha AS-ASEAN juga menyampaikan dukungannya untuk Indonesia dalam menjalankan Presidensi G20 di Bali pada November 2022 mendatang.
Dengan segala kemudahan dan potensi yang dimiliki oleh Indonesia, maka memang menjadi tidak heran kalau negara-negara lain seperti delegasi pengusaha AS-ASEAN sangat tertarik untuk bisa menanamkan modal mereka di Tanah Air bahkan terus ingin lebih meningkatkan lagi nilai investasi mereka.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.