• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Penguatan Nasionalime Mencegah Radikalisme

Penguatan Nasionalime Mencegah Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 29 May 2022

Penguatan Nasionalime Mencegah Radikalisme

Oleh : Sholahudin Rumi

Radikalisme masih menjadi ancaman bersama bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan nasionalisme di kalangan masyakat guna mencegah penyebaran paham radikal yang dapat memicu perpecahan bangsa.

Radikalisme memang merupakan sebuah hal yang harus diatasi dan dicegah karena dampaknya sangat buruk bagi keutuhan NKRI.

Ketika paham radikal terus merebak, maka secara otomatis akan banyak terjadi perpecahan dan kerukunan antar warga negara akan terancam sehingga cita-cita para pendiri Bangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga tidak akan bisa berjalan dengan lancar.

Radikalisme adalah persoalan bersama, sehingga penanganan paham radikal harus dikerjakan secara bersama-sama, termasuk oleh generasi muda.

Generasi muda merupakan salah satu elemen masyarakat yang mengemban tugas untuk melanjutkan cita-cita para pendiri Bangsa. Selain itu bahkan bisa dikatakan pula bahwa paham radikal juga rentan diserap generasi muda, mengingat fase psikologis generasi muda maupun maraknya narasi radikal yang menyebar lewat media sosial yang banyak diakses generasi muda.

Sebagaimana diketahui, kemajuan teknologi jamak dimanfaatkan kelompok tertentu yang memiliki kepentingan untuk menyebarluaskan atau mempropagandakan ajaran radikal mereka. Dengan sifat dasar para pemuda yang memiliki rasa keingintahuan yang besar dan juga mereka sedang mencari jati diri, maka tentunya akan menjadi sasaran sangat empuk para kelompok radikal menyebarkan ajarannya.
Penyebaranan radikal salah satunya dapat dicegah dengan penguatan nasionalisme. Salah satunya adalah dengan merefleksikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang beberapa waktu, yang merupakan momentum yang sangat tepat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa memupuk rasa Nasionalisme di diri mereka masing-masing. Dr KH Adnan Anwar selaku Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan bahwa jangan sampai imajinasi liar mengenai membentuk negara dengan basis agama dan mengganti ideologi Pancasila menyebar lebih luas.
Kiai Adnan melanjutkan, rasa kebanggaan akan nasionalisme merupakan hal paling pokok terutama bagi kaum milenial. Mereka harus mampu mengolah dan mengelola peradaban Bangsa, mengelola perbedaan dan juga siap terhadap segala bentuk ancaman disintegrasi bangsa yang kemungkinan bisa saja terus terjadi.
Adnan Anwar kembali memberikan contoh bagaimana ketika di jaman penjajahan dulu kaum muda sangatlah berperan penting bagi kemerdekaan Indonesia ketika mereka mampu untuk membuang egoisme dan sentimen primordial yang mereka miliki sehingga Indonesia bisa bersatu padu dan mengusir para penjajah dan bisa memperoleh kemerdakaannya.
Jelas sekali bahwa segala macam bentuk intoleransi, ekstremisme, radikalisme bisa berujung pada praktik terorisme akan sangat mengancam relasi yang selama ini sudah susah payah dibentuk. Justru apabila perbedaan yang ada di Indonesia ini bisa menjadi satu, maka itu adalah poin utama dan menjadi modal penting bagi keutuhan Nasional, sehingga menjadi titik kekuatan Bangsa demi bisa menghadapi segala macam tantangan di jaman globalisasi seperti sekarang ini.
Mengenai langkah-langkah konkret bagaimana bisa mencegah radikalisme dan juga terus memupuk rasa Nasionalisme di sisi lain, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, H. Jamzuri menyatakan setidaknya harus ada suatu bentuk patroli dari tim cyber anti-radikalisme untuk memantau bagaimana pergerakan kelompok-kelompok radikal ini.
Lebih lanjut, menurut H. Jamzuri, sangat penting juga bagi seluruh pemuka agama harus menyebarkan ajaran yang santun, saling menghargai, saling menghormati, penuh kedamaian, toleransi, hidup rukun serta sikap saling menerima perbedaan dan kemajemukan serta rasa cinta Tanah Air dan juga bela Negara. Pasalnya, para pemuka agama adalah tokoh yang penting untuk membentuk bagaimana para generasi muda berpikir.
Maka dari itu sangat penting terus melakukan penguatan dan pemupukan rasa Nasionalisme terutama kepada para generasi penerus Bangsa. Dengan adanya semangat cinta tanah air, masyarakat utamanya generasi muda akan memahami bahaya radikalisme yang dapat menciptakan disintegrasi bangsa dan menggangu terwujudnya cita-cita luhur para pendiri bangsa untuk mempersatukan Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute .

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.