• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Penembakan Pilot Selandia Baru oleh OPM, Hambat Pemerataan Akses Kesehatan di Papua

Penembakan Pilot Selandia Baru oleh OPM, Hambat Pemerataan Akses Kesehatan di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 August 2024

Penembakan Pilot Selandia Baru oleh OPM, Hambat Pemerataan Akses Kesehatan di Papua

Oleh : Veronica Lokbere

Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melancarkan aksi keji dan biadabnya dengan menembak pilot helikopter berkebangsaan Selandia Baru, yang mana karena hal tersebut kini menjadikan semakin terhambatnya pemerataan pada akses kesehatan masyarakat di Papua.

Tentunya yang menjadi korban dari kejadian tersebut bukan hanya pihak pilot Selandia Baru beserta keluarga duka saja serta para penumpang dalam helikopter saja, namun ternyata dampaknya sangat besar bahkan aksi keji dan biadab OPM itu sampai menghambat pemerataan akan akses kesehatan bagi masyarakat Papua.

Padahal, sejatinya pilot helikopter berkebangsaan Selandia Baru itu terbang ke wilayah berjuluk Bumi Cenderawasih tersebut dalam upaya melangsungkan misi kemanusiaan dengan membawa tenaga kesehatan (nakes) di sana, namun justru Organisasi Papua Merdeka menghadangnya dan melakukan penembakan kepada sang pilot sehingga kini mengakibatkan terhambatnya pemerataan akses kesehatan yang sedang Pemerintah RI upayakan.

Kejadian terjadi tatkala OPM membunuh pilot helikopter berwarganegara Selandia Baru, bernama Glen Malcolm Conning. Tidak hanya melakukan pembunuhan, namun gerombolan teroris musuh negara itu juga sempat menyandera tenaga kesehatan (nakes) dan bayi penumpang helikopter milik PT. Intan Angkasa Service (IAAS).

Setelah melakukan penembakan, gerombolan separatis asal Bumi Cenderawasih itu kemudian bahkan membakar jasad sang pilot bersama dengan helikopternya di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Setidaknya, terdapat beberapa anggota tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi penumpang dalam helikopter, yakni Hasmaya selaku bidan dan juga Naomi Kambu selaku ahli gizi. Akibat aksi keji dan biadab tersebut jelas menyisakan pilu di Tanah Papua.

Hasmaya, selaku bidan sekaligus penumpang selamat dari peristiwa tragis tersebut mengungkapkan bagaimana kisah pembunuhan sang pilot. Ketika dirinya mendarat dan turun dari helikopter, memang sempat mendengar adanya suara tembakan dari arah sungai tempat di mana OPM datang.

Kala itu, Glen Malcolm Conning sempat membukakan pintu untuk mempersilakan nakes turun terlebih dahulu. Namun ketika hendak turun, langsung terjadi tembakan dari Organisasi Papua Merdeka yang menjadikan tenaga kesehatan langsung lari karena hendak menyelamatkan diri bersama dengan anak yang dia bawa.

Penembakan pilot Selandia Baru oleh gerombolan separatis musuh negara itu kemudian mendatangkan kepanikan yang sangat luar biasa sehingga menjadikan nakes langsung fokus berlari menuju ke arah puskesmas.

Dalam rangka menyelamatkan diri, tenaga kesehatan itu pergi ke rumah Pendeta beserta dengan seluruh penumpang lain berkumpul di sana hingga datang aparat keamanan untuk menjalankan evakuasi.

Pasukan elite dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) kemudian berhasil melangsungkan upaya evakuasi kepada nakes dan anak yang sempat menjadi korban sandera OPM pembunuh pilot Selandia Baru.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letnan Jenderal (Letjen) Richard Tampubolon menambahkan bahwa selain membunuh pilot, ternyata gerombolan teroris itu juga menyandera hingga 4 orang tenaga kesehatan serta 2 orang anak penumpang helikopter.

Sebagai informasi, bahwa helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service (IAAS) tersebut memang bertujuan untuk mengantarkan para nakes melaksanakan tugas demi memberikan pelayanan kesehatan kepada para warga Distrik Alama.

Merespon adanya situasi penyanderaan itu, sontak aparat keamanan langsung segera mengambil langkah pengamanan di wilayah sana dan menyusun rencana evakuasi jenazah dari lokasi kejadian untuk penanganan lebih lanjut.

Tim Evakuasi Aparat Keamanan berhasil sampai dengan selamat termasuk menembus adanya kendala cuaca maupun potensi ancaman tembakan dari OPM sampai menuju ke lokasi jenazah. Selain itu, proses evakuasi kepada para nakes, guru dan anak-anak dari Distrik Alama juga berlangsung lancar dengan terdapat total 13 orang warga sipil biasa meliputi 8 nakes, 2 gyry dan 3 anak-anak.

Setelah itu, kemudian aparat keamanan melakukan kegiatan trauma healing terhadap para warga sipil, termasuk tenaga kesehatan yang sempat menjadi korban penyanderaan agar mampu mengalihkan pikiran buruk warga terhadap insiden biadab OPM dan mereka tidak terus berlarut ke dalam trauma.

Sementara itu, tokoh Papua Tengah, Natalis Tabuni menyatakan bahwa karena soal keamanan, yang mana hal tersebut jelas lantaran keberadaan Organisasi Papua Merdeka, mereka terus menjadi penghambat bagi akses layanan kesehatan dan juga pendidikan bagi masyarakat setempat.

Gangguan keamanan yang terus gerombolan separatis itu lancarkan memang terus menjadi penyebab utama terhambatnya pelayanan dasar menuju ke masyarakat, utamanya pada bidang kesehatan dan pendidikan.

Pelayanan kesehatan yang memadai masih belum sepenuhnya merata di Bumi Cenderawasih dan biasanya hanya ada di pusat kota saja. Maka dari itu Pemerintah RI berupaya melakukan pemerataan, namun justru terhambat karena adanya situasi yang tidak kondusif sehingga menyebabkan para nakes takut untuk bertugas.

Terlebih, adanya kasus belakangan yakni penembakan pilot Selandia Baru oleh OPM jelas telah kembali menghambat upaya Pemerintah RI untuk mewujudkan pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Papua tanpa terkecuali termasuk mereka yang tinggal di daerah pelosok.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.