• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Penceramah Radikal Pantas Ditolak

Penceramah Radikal Pantas Ditolak

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 May 2022

Penceramah Radikal Pantas Ditolak

Oleh : Muhammad Yasin

Keberadaan penceramah yang menyebarkan ujaran kebencian dan paham radikal pantas ditolak. Kehadiran mereka tentu meresahkan karena mengajak jamaah untuk bersikap intoleran.

Radikalisme masih saja ada di Indonesia padahal pemerintah sudah berusaha keras untuk menghapusnya.

Kelompok radikal bekerja secara gerilya dan mereka menyamar jadi orang biasa saat menyebarkan ajarannya. Untuk mengusir radikalisme maka pemerintah melakukan banyak hal. Masyarakat juga bisa membantu dengan tidak mengundang penceramah radikal ke acara pengajian atau event lainnya.

Selama ini banyak kalangan masyarakat yang belum tahu bahwa tidak semua penceramah lurus-lurus saja.

Penyebabnya karena ada yang ketahuan menyebarkan radikalisme. Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa ada indikasi radikalisme disebarkan lewat ceramah-ceramah selama ramadhan.

Komjen Boy melanjutkan, sebagai institusi yang mencegah timbulnya radikalisme, BNPT telah mencermati adanya materi ceramah-ceramah Ramadhan yang mengandung kebencian hingga perpecahan.

Bisa saja dalam ceramah tersebut mengandung narasi-narasi yang mengandung unsur kebencian kepada negara, kepada kelompok tertentu, ras dan golongan tertentu.
Peringatan dari Kepala BNPT tentu wajib dicermati masyarakat. Ternyata ada penceramah radikal yang tidak disadari sudah tampil di TV atau channel Youtube. Keberadaan mereka tentu meresahkan karena bisa membuat jamaah jadi kehilangan rasa nasionalisme dan malah menghujat pemerintah. Juga mengobarkan lagi isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) dan mengobarkan paham anti perbedaan.
Padahal seharusnya seorang penceramah agama tidak boleh mengobarkan isu SARA karena bisa membuat kekacauan sosial. Kita tentu tidak mau ada kerusuhan yang berujung pada perampokan dan penyiksaan terhadap etnis tertentu, seperti yang terjadi pada tahun 1998 lalu. Isu SARA amat sensitif sehingga tidak boleh dipermainkan.
Selain itu, penceramah radikal wajib ditolak karena ia mengajak umat untuk memerangi pemerintah. Hal ini amat berbahaya karena bisa menggagalkan program-program pemerintah sehingga akan mandek ditengah jalan. Padahal sudah jelas di dalam sebuah hadis, Nabi bersabda bahwa umat wajib menaati sang pemimpin, dan dalam hal ini adalah pemerintah.
Penceramah radikal juga harus ditolak karena bisa memecah-belah bangsa. Mereka selalu ngotot untuk mendirikan negara khilafah dan menghapus Pancasila serta UUD 1945. Padahal Indonesia adalah negara pluralis dan terdiri dari banyak suku bangsa, serta mengakui 6 agama, sehingga tidak cocok dengan prinsip khilafah. Kelompok radikal juga tidak punya andil dalam perang kemerdekaan sehingga tak boleh mengubah bentuk negara seenaknya sendiri.
Oleh karena itu, jika ingin menyelenggarakan halal bi halal atau pengajian, maka untuk mengisi acara tausiyah jangan pilih sembarang ustad. Masyarakat wajib menghindari para penceramah yang terbukti radikal. Cara melihatnya cukup mudah karena tinggal melihat video-videonya di Youtube. Jika ia mengajak umat untuk intoleran dan menjelek-jelekkan etnis tertentu, maka sudah jelas ia seorang penceramah radikal.
Penceramah radikal memang tidak boleh diberi panggung karena akan sangat berbahaya. Dari sekian jamaah yang datang, bisa jadi ada yang tertarik untuk masuk ke kelompok radikal. Jangan sampai hal buruk ini terjadi karena radikalisme bisa menghancurkan bangsa.
Masyarakat harus waspada karena makin banyak penceramah yang ternyata menyebarkan radikalisme. Dengan adanya kepedulian bersama, maka diharapkan penyebaran radikalisme dapat ditekan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.