• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Penceramah Harus Bebas Radikalisme

Penceramah Harus Bebas Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 6 March 2022

Penceramah Harus Bebas Radikalisme

Oleh : Muhammad Yasin

Penceramah memiliki peran sentral untuk mengajak masyarakat menuju kebaikan. Oleh sebab itu, penceramah harus bebas dari radikalisme dan menjadi perekat semangat kebangsaan.

Profesi penceramah bisa membuat seseorang memiliki keamanan finansial, ditambah lagi mereka mendapatkan pahala karena menyiarkan hadis dan ayat-ayat suci.

Saat ini makin banyak penceramah yang terkenal, dan mereka ada yang lulusan dari kampus luar negeri, tetapi ada pula yang alumni pondok di Indonesia.

Akan tetapi jangan undang penceramah radikal dalam acara keagamaan. Imbauan ini diperintahkan oleh Presiden Jokowi, dan berlaku untuk istri-istri anggota TNI dan Polri. Irjen Dedi Prasetyo, Kepala Divisi Humas Polri, menyatakan bahwa arahan itu untuk memitigasi penyebaran radikalisme.

Dalam artian, memang tidak boleh untuk mengundang penceramah radikal, terutama di acara keagamaan, karena ia terbukti menyebarkan radikalisme dan ekstremisme.

Sedangkan TNI dan Polri adalah institusi di bawah negara, jadi harus setia pada negara dan termasuk istri anggotanya juga tidak boleh mengundang mereka.

Penceramah radikal dilarang keras untuk diundang karena seharusnya sebagai ustad, mereka menyebarkan cerita positif dan mengademkan hati, seperti kisah-kisah nabi dan sahabat, mukjizat nabi, hijrah, dll. Seorang ustad juga seharusnya memotivasi, bahwa beragama bukan hanya berhubungan baik dengan Yang Maha Kuasa, tetapi juga ke sesama manusia (termasuk yang berbeda akidah).
Akan tetapi, kebanyakan penceramah radikal malah sengaja memanas-manasi. Dengan alasan dakwah, mereka mengajarkan jihad dengan cara kekerasan. Padahal nabi sendiri berdakwah dengan lemah-lembut dan juga penuh toleransi kepada mereka yang berbeda keyakinan. Bahkan pernah ada riwayat beliau menyuapi orang buta yang beda keyakinan, dan dilakukan setiap hari.
Cara untuk mengetahui seorang penceramah itu radikal cukup mudah dan tidak usah riset langsung dengan terjun ke masyarakat. Lihat saja di akun media sosial dan video-videonya yang beredar, baik di Tiktok, Instagram, maupun Youtube. Jika ia menyiarkan tentang jihad, negara khilafah, dan sering menghujat pemerintah, maka dipastikan adalah seorang yang radikal.
Selain itu, penceramah yang radikal suka mengaitkan isi pidatonya dengan kejadian yang viral serta yang ada di kancah politik. Ia menggiring opini para pendengar, agar mereka percaya bahwa pemerintah itu salah dengan alasan ini dan itu. Tuduhannya hanya fitnah karena tidak berdasarkan bukti yang nyata, malah banyak yang terjebak hoaks.
Padahal pemerintah tidak pernah mengeluarkan peraturan yang merugikan rakyatnya. Misalnya ketika ada himbauan untuk beribadah di rumah saja ketika kasus corona sedang tinggi (saat pasien per harinya di atas 50.000 orang). Spontan sang penceramah mencak-mencak. Padahal himbauan ini demi keselamatan banyak orang dan mencegah terbentuknya klaster baru, karena kebanyakan yang sedang beribadah melepas maskernya.

Kita wajib hati-hati, jangan sampai terjebak oleh penceramah radikal. Walau bukan berstatus istri anggota TNI atau Polri tetapi jangan pula mengundang ustad radikal, karena mereka tidak bisa mengademkan hati pendengarnya. Namun malah mempromosikan jihad, radikalisme, terorisme, dan negara khilafah. Kita harus teliti sebelum mengundang penceramah tersebut.
Aturan untuk melarang undangan ceramah bagi ustad radikal dinilai sudah tepat, karena seharusnya dakwah itu lemah-lembut dan bisa mendinginkan pikiran pendengarnya. Bukannya malah memanas-manasi jamaah dengan menceritakan satu persatu kejelekan pemerintah. Jangan sampai salah mengundang ustad radikal karena mereka malah mempromosikan radikalisme.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

October 3, 2026

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

October 3, 2026

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah  Oleh: Syahrul Fahrozi Langkah pemerintah dalam meluncurkan serta mereorganisasi pilar pertahanan melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan terobosan strategis yang amat penting dan patut diapresiasi. Kebijakan visioner ini menegaskan komitmen nyata dalam menghadirkan instrumen pertahanan nasional yang tidak hanya berfokus pada fungsi kedaulatan militer semata, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak utama pembangunan ekonomi di tingkat daerah. Konsep pertahanan negara yang ideal dan komprehensif sejatinya tidak pernah berdiri terisolasi dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Melalui pengembangan kekuatan pertahanan ini, keberadaan benteng keamanan di berbagai penjuru nusantara diintegrasikan secara presisi guna menjawab dua tantangan utama bangsa secara simultan, yaitu memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Inovasi kebijakan pada struktur militer ini memperlihatkan keunggulan, di mana setiap prajurit dibekali kualifikasi tempur infanteri yang handal sekaligus kapabilitas teritorial pembangunan yang adaptif. Selain wajib menguasai kemampuan taktis mendasar seperti menembak, beladiri, dan patroli wilayah, para prajurit disiapkan secara terstruktur dalam kompi-kompi khusus yang mencakup bidang produksi pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi zeni, hingga pelayanan kesehatan masyarakat. Pembagian fungsi yang spesifik ini memungkinkan pangkalan militer berkontribusi langsung pada perbaikan sarana dan fasilitas umum masyarakat, seperti pembenahan akses jalan dan jembatan, pengolahan lahan-lahan kritis menjadi lahan produktif, serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan warga secara berkala. Skema ini membuktikan bahwa pembaharuan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dapat diimplementasikan secara konkret dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif pertumbuhan ekonomi daerah, penempatan satuan teritorial berkapasitas besar di berbagai wilayah memberikan dampak pengganda yang sangat signifikan terhadap roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga yang bermukim di sekitar pangkalan secara otomatis menumbuhkan ceruk pasar baru yang sangat potensial. Permintaan akan pasokan kebutuhan pokok harian, komoditas pangan lokal, hingga ketersediaan jasa pendidikan dan sarana perumahan terbukti menstimulasi daya beli warga secara luas. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta pedagang di pasar-pasar tradisional mendapatkan kepastian keterserapan produk yang berkelanjutan. Penataan kembali fokus pangkalan militer ini secara efektif dan efisien berhasil mengubah kawasan di sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan antarwilayah. Keberhasilan dalam mengimplementasikan agenda strategis pemerintah ini juga sangat bertumpu pada kuatnya sinergi antara instrumen militer, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat setempat. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP ditujukan untuk senantiasa menyatu dengan rakyat, menghadirkan rasa aman secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah. Penempatan pangkalan militer di area-area strategis, seperti kawasan pesisir maupun wilayah batas terluar, ditargetkan untuk melindungi kekayaan sumber daya alam lokal sekaligus mendukung stabilitas kawasan ekonomi dan objek pariwisata daerah. Selain itu, pengalokasian patroli rutin berkala dan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan bersama warga menjadi langkah nyata dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi masuknya investasi serta keberlangsungan usaha warga. Dukungan penuh yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah turut mempercepat pencapaian target penyiapan satuan teritorial ini secara optimal. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa keberadaan Yonif TP di wilayahnya memberikan dampak positif yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat. Apresiasi senada juga diutarakan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, yang menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menyinergikan berbagai program pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan pelayanan kesehatan masyarakat, dengan fungsi teritorial militer. Kolaborasi lintas sektor yang terstruktur ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang terarah sanggup mempercepat pencapaian target-target pembangunan nasional secara inklusif. Dampak positif dari integrasi fungsi pertahanan dan pembangunan ini juga menjangkau hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menjelaskan bahwa penempatan satuan berkapasitas lebih dari seribu personel di wilayah Maluku secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Kebutuhan harian para prajurit dan keluarganya terbukti mendorong peningkatan daya beli, memperbaiki kualitas serta aksesibilitas layanan pendidikan, serta memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan pertanian yang dikelola bersama. Pendekatan terpadu ini menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara tentara dan rakyat dalam bingkai pembangunan wilayah secara berkelanjutan. Kehadiran dan penyebaran Yonif TP di berbagai daerah membuktikan secara nyata bahwa stabilitas keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan dua pilar utama yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Dengan terus menjaga keharmonisan sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat, agenda strategis ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.…

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI Oleh: Indah Prameswari Memasuki dua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.