• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Penanaman Nilai Kebangsaan Cegah Radikalisme

Penanaman Nilai Kebangsaan Cegah Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 6 November 2021

Penanaman Nilai Kebangsaan Cegah Radikalisme

Oleh : Ade Istianah

Radikalisme adalah penyakit menahun yang wajib diberantas, karena bisa menggerogoti negara dari dalam. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Masihkah Anda ingat kasus pengeboman di depan sebuah rumah ibadah? Atau penembakan yang dilakukan seorang gadis muda dengan sengaja, dan sasarannya adalah aparat keamanan? Pelaku utamanya adalah kelompok radikal yang melakukan hal-hal eksterm (bahkan terlihat ‘gila’) karena mereka ingin mewujudkan negara khilafah dan tidak setuju akan UUD 1945 dan pancasila.

Oleh karena itu, radikalisme memang wajib dihapuskan dari seluruh bagian Indonesia. Jika masih ada kelompok radikal maka mustahil ada perdamaian di negeri ini, karena mereka akan terus mencari cara untuk membuat kekacauan, dalam rangka mewujudkan misinya. Cara-cara ini tentu berbahaya dan bisa mengancam nyawa masyarakat, selain berpotensi merusak fasilitas umum.
Direktorat Pengerahan Komponen Pertahanan Kementrian Pertahanan Brigjen TNI Tandyo Budi R menyatakan bahwa untuk menangani radikalisme maka perlu ada sosialisasi penguatan nilai-nilai kebangsaan. Masyarakat yang majemuk adalah kekayaan bangsa Indonesia, yang wajib dihormati dan dijaga, dan mereka telah mewujudkan konsepsi kebangsaan dan kenegaraan.
Brigjen TNI Tandyo melanjutkan, Indonesia selalu dihantui oleh paham radikal. Mereka juga sudah melek teknologi. Dalam artian, pemberantasan radikalisme adalah hal yang sangat penting, agar negeri ini tidak hancur oleh paham berbahaya ini. Jangan sampai mereka memanfaatkan teknologi dan menjaring kader-kader baru via internet, yang biasanya menyasar anak muda.
Jika memang kaum muda ada yang terpeleset dan masuk ke kelompok radikal, maka berbahaya, karena mereka adalah calon pemimpin bangsa. Jangan sampai keberadaan mereka malah membuat pancasila dan UUD 1945 bergeser dan meruntuhkan negeri ini. Oleh karena itu penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme wajib dilakukan, agar Indonesia tetap kuat dan membuang radikalisme jauh-jauh.
Pertama, masyarakat, khususnya kaum muda, wajib diberi sosialisasi kembali akan nasionalisme. Misalnya melalui film dan lagu, karena media hiburan terbukti lebih ampuh untuk menanamkan rasa cinta tanah air ke dalam hati mereka. Saat akhir minggu misalnya, stasiun televisi menayangkan film-film bertema perjuangan dan lagu-lagu nasional.
Cara yang kedua untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan adalah dengan melakukan napak tilas, dan pesertanya bisa dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mereka akan melihat dengan mata kepala sendiri, monumen-monumen bersejarah dan museum yang menyimpan seribu satu cerita tentang kepahlawanan dan perjuangan. Rasa nasionalisme akan makin tinggi setelah napak tilas.
Kegiatan napak tilas bisa diakhiri dengan berziarah ke taman makam pahlawan (TMP). Seyogyanya, TMP tidak hanya didatangi saat hari pahlawan atau peringatan 17 agustus, tetapi bisa tiap bulan. Tujuannya agar masyarakat bisa mendoakan para pahlawan agar tenang di sisi-Nya, dan memunculkan kembali rasa nasionalisme di dalam dada.
Sedangkan cara yang ketiga adalah dengan menambah pelajaran dan mata kuliah kewiraan, baik di sekolah maupun kampus. Masyarakat perlu ditanamkan nasionalisme sejak dini, bahkan saat masih anak-anak. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, sehingga wajib ditanamkan nilai-nilai kebangsaa. Sehingga jika dewasa nanti akan bisa berpikir logis dan cinta tanah air, serta menolak radikalisme mentah-mentah.
Untuk mencegah merebaknya radikalisme di Indonesia, maka perlu ada cara-cara khusus, agar kelompok radikal tidak menghancurkan bangsa ini. Masyarakat perlu ditanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan, sehingga mereka memiliki rasa cinta tanah air dan nasionalisme yang tinggi. Jika sudah cinta Indonesia maka tidak akan terperosok ke dalam jebakan kelompok radikal.
)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

 

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

June 15, 2026

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

June 15, 2026

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2 Jayapura – Ketua…

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa *Jakarta,* Beberapa waktu lalu,…

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998 Jakarta – Wacana…

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.