• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pemudik Diimbau Tunda Balik Ke Jakarta

Pemudik Diimbau Tunda Balik Ke Jakarta

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 29 May 2020

Oleh : Reza Rahman

Pulang kampung sudah dilarang namun masih saja ada orang yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Sekarang para pemudik ingin kembali lagi ke kota karena harus masuk kerja.

Pemudik pun diimbau untuk tidak pulang dulu ke Jakarta karena karena berpotensi membawa bibit penyakit Corona.
Di masa pandemi Covid-19, lebaran adalah hari yang menyenangkan sekaligus menegangkan karena berpotensi menaikkan penyebaran penyakit Corona.

Apalagi jika masih ada yang bandel untuk pulang kampung, padahal sudah jeals-jelas dilarang. Ketika jalan besar dijaga oleh petugas, maka mereka lewat jalan tikus dan jalur alternatif. Sekarang ketika waktu cuti lebaran sudah habis, mereka terburu-buru ingin kembali ke kota karena sudah wajib masuk kantor.

Sayangnya muncul larangan bagi para pemudik untuk kembali. Penyebab utamanya adalah mereka bisa saja membawa virus Covid-19 dari desanya atau dari perjalanan. Kali ini, petugas mengawasi jalur mudik dan arus balik dengan jauh lebih ketat. Sehingga pemudik yang nekat kembali langsung dihalau dan ditindak saat itu juga.

Baca juga: Di Tengah Pandemi COVID-19, PLN Berhasil Energize GISTET 500 kV Tambun 2 & SUTET 500 kV Tambun 2 Incomer

Jika pemudik nekat menerobos penjagaan bahkan berani melawan petugas, maka bisa tertangkap dan mendapat beberapa jenis sanksi. Di antaranya, mereka harus membayar sejumlah denda dengan nominal yang cukup besar dan merelakan mobil atau motornya diderek.

Mereka juga bisa disuruh karantina saat itu juga, dan rata-rata tempatnya beraura mengerikan. Hal ini memang disengaja untuk memberikan efek jera, karena mereka bandel dan tetap nekat mudik walau sudah dilarang.
Ketika ada pemudik yang ingin masuk ke Jakarta, maka harus membawa surat izin khusus yang bisa diunduh di sebuah situs.

Dalam keadaan terpaksa, misalnya ingin kembali ke ibu kota sekalian untuk berobat, maka pemudik harus membawa beberapa surat penting. Di antaranya Kartu Tanda Penduduk, surat bebas virus Covid-19 dari Rumah Sakit yang valid, dan juga catatan medis terbaru.

Jangan sampai para pemudik nekat untuk mengulangi aksinya untuk melaju di jalanan dan kucing-kucingan dengan petugas. Mereka bisa saja masuk ke kota dengan modus operasi memasukkan kendaraan ke sebuah truk yang ditutup terpal.

Atau malah nekat pergi larut malam dengan berjalan kaki. Ingatlah untuk tidak egois, karena bisa saja mereka membawa virus Covid-19 dan menularkannya ke semua orang yang ditemui di dalam perjalanan serta di dalam kota.

Sabarlah dan menunggu hingga kota sudah dibuka dan pemudik boleh kembali. Sementara menanti terbukanya gerbang, maka mereka bisa menego atasan untuk melakukan pekerjaan secara online. Jadi bisa dilakukan di kampung halaman, dan tidak takut akan kena peringatan karena bolos kerja.

Ingatlah bahwa keadaan ini muncul karena kesalahan mereka sendiri, sudah tahu dilarang pulang kampung di masa pandemi Covid-19, malah nekat mudik.

Bertemu dengan orang tua dan saudara memang menyenangkan, tapi bagaimana jika Anda menularkan penyakit Corona pada mereka? Malah bisa membawa kematian bagi keluarga tersayang dan juga pada orang-orang yang ditemui di perjalanan dan di dalam kota.

Jika tertangkap oleh petugas dan mendapat denda atau sanksi yang lain, maka jangan mengomel apalagi marah-marah.

Mereka hanya menjalani pekerjaannya dan bertindak sangat tegas karena menaati perintah atasan. Petugas juga sudah bertekad untuk mengamankan kota dari serangan virus Covid-19 yang tak kasat mata. Malah para petugas ini sebenarnya mengorbankan kesehatan dan keselamatan mereka sendiri, karena sering kontak dengan banyak orang di jalanan.

Hendaknya setiap pemudik sabar dan memahami keadaan pandemi Covid-19. Larangan untuk kembali ke kota dikeluarkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama, jadi wajib ditaati. Bersabarlah menunggu sampai kota benar-benar bisa dimasuki.

Penulis adalah kontributor the Jakarta Institute

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.