• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pemindahan Ibu Kota Sangat Negara Urgen Dilakukan

Pemindahan Ibu Kota Sangat Negara Urgen Dilakukan

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 22 January 2020

Oleh: Rahmat Siregar

Rencana Pemindahan Ibu Kota nyatanya memang sudah ada sejak lama, namun sepertinya baru kali ini pemerintah Indonesia berani mengambil sikap dan tindakan untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur. Rencana tersebut juga sangat mungkin direalisasikan seiring beban Jakarta yang semakin berat dan perlunya pemerataan pembangunan.

Rencana Pemindahan Ibu Kota sudah ada sejak era Presiden Soekarno, sehingga pemindahan Ibu Kota merupakan cita-cita pendiri bangsa sejak lama. Tentu saja hajat besar ini sudah dipikir masak-masak oleh pemerintah.

Namun saat kala itu ada hal yang membuat Soekarno menangguhkan rencananya tersebut, dimana saat itu Indonesia ditawari untuk menjadi tuan rumah Asian Games sehingga tidak mungkin event sebesar itu digelar di Ibu Kota Baru, Sehingga rencana memindahkan Ibu Kota terbengkalai.
Salah satu pertimbangan pemindahan Ibu Kota adalah aspek pemisahan administrasi pemerintahan dengan industrialisasi.
Negara Indonesia harus berani memperjuangkan cita-cita pendiri bangsa, salah satunya adalah dengan pemindahan Ibu Kota, harapanya hal tersebut dapat menekan polusi maupun kepadatan penduduk yang ada dalam satu titik.
Saat ini jumlah penduduk di Ibu Kota Jakarta berkisar pada angka 10 juta jiwa yang dinilai cukup mengkhawatirkan keadaan Pulau jawa. Bahkan 60 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa, salah satu imbasnya adalah masyarakat mulai kekurangan air bersih.

Selain persoalan terkait pemisahan administrasi dan lokasi industrialisasi, Jakarta juga dianggap berada pada jalur gempa bumi.
Sementara itu Presiden Joko Widodo hingga saat ini belum bisa memutuskan pemimpin Badan Otorita Ibu Kota baru walau sudah banyak menerima usulan kandidat. Dirinya pun membeberkan syarat menjadi kepala badan otorita tersebut.
Jokowi menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan kelas berat karena menyangkut masalah keuangan terutama keuangan global, tapi paham juga mengenai urban planning, mengenai tata kota dan memiliki jaringan internasional.
Jokowi mengatakan, untuk memudahkan Indonesia dalam melakukan berbagai kerjasama, pemerintah telah mengundang tiga tokoh internasional sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru.

Ketiganya adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, CEO SoftBank Masayoshi Son, dan Mantan perdana menteri Inggris Tony Blair. Dewan pengarah tersebut dinilai merupakan figur yang memiliki reputasi baik di kancah internasional.
Pemilihan figur-figur tersebut diharapkan dapat membangun trust dari dunia Internasional. Dengan terbangunnya kepercayaan, maka akan dapat memudahkan bagi Indonesia untuk melakukan berbagai kerjasama.
Jokowi juga mengklaim bahwa para dewan pengarah tersebut tidak akan diberikan upah atau gaji. Lantaran Sheikh Mohammed bin Zayed saja sudah memiliki harta kekayaan senilai USD 1.4 triliun.
Meski tidak diberikan upah, Jokowi menuturkan bahwa mereka akan mendapatkan penghargaan tertinggi. Lantaran sudah membangun sejarah baru yaitu pemindahan ibu kota.

Sementara itu, berkaitan dengan bentuk pemerintahan Ibu Kota baru nantinya, kemungkinan besar masih berada di bawah Provinsi Kalimantan Timur. Namun, Jokowi menuturkan hal tersebut masih bisa berubah dalam pembahasan di DPR.
Dalam hal kesiapan kelistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah menyiapkan skema untuk menerangi Ibu Kota Baru yang berada di Kalimantan Timur. Salah satunya, perusahaan plat merah tersebut akan menggunakan smart meter yang terbaik di dunia.
Wakil Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo menuturkan, PLN sudah berkolaborasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan pemerintah daerah setempat untuk menggunakan energi kelistrikan yang terbaik.
Selain menggunakan smart meter, pihaknya juga menyiapkan skema energi untuk kendaraan melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Teknologi ini tidak hanya andal tetapi juga menjadi yang terbaik di dunia.

Pada kesempatan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kebutuhan listrik Ibu Kota baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara akan memerlukan tambahan kapasitas pembangkit sekitar 1.555 MW untuk mensuplai listrik di wilayah tersebut.
Sedangkan data dari Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan total ibu kota baru tersebut mencapai 1.196 MW.
Rencana Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota tentu menjadi hal yang positif sehingga patut didukung dan diapresiasi. Kita berharap bahwa usulan terkait pemindahan Ibu Kota tersebut dapat direalisasikan sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.