• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Susun Mekanisme Khusus agar MBG Tepat Sasaran di Daerah 3T

Pemerintah Susun Mekanisme Khusus agar MBG Tepat Sasaran di Daerah 3T

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 July 2026

Pemerintah Susun Mekanisme Khusus agar MBG Tepat Sasaran di Daerah 3T

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah tengah menyusun mekanisme khusus untuk mengatasi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur dalam penyaluran program tersebut.

 

 

 

 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan skema khusus diperlukan karena karakteristik wilayah 3T berbeda dengan daerah perkotaan. Penyesuaian tersebut juga sejalan dengan kebijakan refocusing Program MBG yang memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di wilayah 3T.

 

 

 

 

“Jadi memang untuk wilayah 3T itu ada skema tersendiri,” ujar Qodari.

 

 

 

 

Menurutnya, model pelayanan MBG yang selama ini diterapkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum tentu efektif diterapkan di wilayah dengan jumlah penduduk yang sedikit dan lokasi permukiman yang berjauhan. Selama ini, satu SPPG dirancang melayani sekitar 2.000 hingga 2.500 penerima manfaat dengan radius maksimal enam kilometer atau waktu tempuh sekitar 30 menit.

 

 

 

 

“Tapi 3T, dengan penduduk yang sangat sedikit, memang mungkin tidak bisa dipaksakan untuk SPPG dalam konteks konvensional,” katanya.

 

 

 

 

Untuk itu, pemerintah tengah mengkaji sejumlah alternatif agar distribusi makanan bergizi tetap berjalan efektif. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan kantin sekolah sebagai pusat pelayanan MBG. Namun, pemerintah juga menyiapkan skema lain yang lebih fleksibel karena tidak semua sekolah di wilayah 3T memiliki fasilitas pendukung yang memadai.

 

 

 

 

Qodari menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, memperoleh akses yang sama terhadap program pemenuhan gizi.

 

 

 

 

“Yang jelas program ini sangat baik untuk mengatasi masalah stunting, untuk meningkatkan kesehatan kualitas anak kita, kemudian juga meningkatkan IQ supaya skor PISA, skor matematika kita, tidak kalah dengan negara lain. Tantangannya tentu bagaimana agar program ini betul-betul bisa memberikan manfaat yang maksimal,” tegasnya.

 

 

 

 

Pemerintah berharap mekanisme khusus yang sedang disusun dapat memperluas jangkauan Program MBG hingga pelosok negeri sekaligus mempercepat penurunan stunting, meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak, serta memastikan manfaat program strategis nasional dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan Pangan

July 9, 2026

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan

July 9, 2026

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan Pangan

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan Pangan Oleh: Ahmad Fauzan Nugraha Ketahanan…

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan Oleh: Ahmad Fauzan Nugraha Ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan sebuah bangsa. Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim, gejolak geopolitik, serta dinamika rantai pasok global, kemampuan suatu negara menjamin ketersediaan pangan menjadi indikator penting kekuatan nasional. Karena itu, langkah pemerintah membangun sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari perlindungan lahan pertanian, perluasan areal tanam, penguatan infrastruktur penyimpanan, hingga distribusi yang lebih efisien, merupakan arah kebijakan yang patut diapresiasi. Pendekatan yang menyeluruh tersebut menunjukkan bahwa swasembada pangan tidak cukup diwujudkan hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutan pasokan dari hulu hingga hilir.…

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah Jakarta – Pemerintah terus…

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Pemerintah Perkuat Sawah, Gudang, dan Distribusi

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Pemerintah Perkuat Sawah, Gudang, dan Distribusi Jakarta – Pemerintah terus melakukan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.