• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pemerintah Pusat Optimal Menangani Bencana Banjir

Pemerintah Pusat Optimal Menangani Bencana Banjir

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 5 January 2020

Oleh: Dodik Prasetyo

Presiden Jokowi secara mendadak melakukan blusukan ke waduk pluit pada Jumat (3/1/2020) guna mengecek alat penanganan banjir. Kehadiran Pemerintah pusat di tengah bencana perlu diacungi jempol karena mencerminkan hadirnya negara di masyarakat dan mengoptimalkan program rehabilitasi pasca bencana.
Tanggap darurat bencana dalam suatu negara memang sangat dibutuhkan.

Perihal musibah seringkali memiliki hal yang sedemikian sensitif. Pasalnya seluruh harta benda hilang dalam sekejap. Belum lagi masalah lainnya terkait sandang pangan, pendidikan anak. Sehingga bantuan dari pemerintahan sangat diharapkan. Maka dari itu, pemerintahan segera turun tangan dalam mengantisipasi ini semua.
Anggota Komisi II DPR, Johan Budi SP turut mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang terjun langsung dalam menangani masalah dan korban banjir yang tengah melanda wilayah Jabodetabek dan Banten.

Menurut Johan, pemerintah pusat langsung turun tangan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait dan instansi yang berkenaan dalam penanganan banjir, khususnya dalam menyelamatkan dan mengevakuasi korban terdampak.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menegaskan, meski masalah banjir menjadi musibah bersama, namun penanganannya harus dilakukan serius oleh pemerintah daerah. Termasuk, meminta agar strategi antisipasi bencana bisa dibahas bersama antara pusat dan juga daerah. Kendati demikian tanggung jawab Pemda dalam hal ini Gubernur dalam mengatasi banjir di wilayahnya merupakan tanggung jawab yang paling utama.

Pemerintah menilai perlu turun tangan karena hal ini merupakan tindakan yang tepat agar penanganan banjir bisa diatasi lebih cepat. Selain itu, dampak kerugian dan korban jiwa yang diakibatkan banjir sudah membuat kita prihatin.
Dilihat dari skala prioritas dalam pembangunan memang harus mengacu pada urgensi dan kebutuhan yang paling mendesak. Ketika hal seperti ini diabaikan, maka akibatnya apa yang ingin dicapai malah tidak sesuai dengan apa yang diperlukan oleh masyarakat. Pembangunan pada hakikatnya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang bersifat paling memaksa.

Masalahnya, ternyata ada pada rencana pengendalian banjir yang terkendala sejak tahun 2017. Monitoring terhadap kesiapan penanganan banjir dinilai tidak berjalan. Target proyek normalisasi Sungai Ciliwung baru berjalan sepanjang 16 kilometer dari total 33 kilometer yang telah direncanakan.
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, beranggapan penanganan banjir bukan pada persoalan normalisasi, namun lebih kepada penanganan di hulunya. Berbeda dengan pemerintah pusat yang sudah lebih dulu turun tangan untuk menangani persoalan di hulunya, dengan membangun dua waduk Ciawi dan Sukamahi, yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2020.

Meskipun di hulunya sudah diantisipasi, tapi di hilirnya tidak dilakukan apa-apa untuk mengatasi banjir, tetap saja banjir akan terus melanda kota Jakarta. Inilah mengapa diperlukan sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta. Mengatasi banjir tidak bisa cuma dengan bualan omongan semata, karena sudah terbukti retorika tidak mampu menyelesaikan masalah.
Persoalan penanganan banjir di DKI Jakarta tampaknya bukan menjadi skala prioritas pemprov DKI Jakarta, dan hal itu terbukti dengan dipotongnya anggaran penanganan banjir sebesar Rp 500 miliar, serta dialihkan untuk pelaksanaan Formula E 1, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Padahal ketika musim kemarau berakhir, maka DKI Jakarta akan menghadapi banjir yang sudah menjadi persoalan musiman yang tak terhindarkan. Namun pemprov DKI Jakarta mengesampingkan hal tersebut, pasalnya sudah menganggap penanganan banjir bisa diatasi oleh pihak pemerintah pusat.

Kemungkinan memang seharusnya pemerintah pusat sudah mengambil alih penanganan banjir ini sejak tahun 2017, bukan baru sekarang dipersoalkan, karena sudah ada tanda-tanda perbedaan persepsi dalam soal penanganan banjir.
Anies bahkan, menunggu langkah pemerintah pusat dalam penanganan banjir, karena dia tetap ngotot bahwa penanganan banjir adalah persoalan penanganan di hulunya, bukan soal normalisasi. Sudah terbukti menurut dia, bahwa adanya normalisasi kali di kampung pulo, namun banjir tetap melanda masyarakat di sekitarnya.

Dilihat dari opini Anies, tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang bijak. Karena dia kan gubernur Jakarta, masak iya masalah banjir Jakarta harus Pemerintah pusat lagi yang turun tangan. Lalu, apa kinerja Anies buat warga Jakarta? Ngotot-pun tak bisa dijadikan alasan, sudah barang tentu hal ini bisa diselesaikan jika sang gubernur niat dan profesional dalam merampungkan segala proyek. Bahkan, ada pula sindiran telah digelontorkan sejumlah dana hingga ratusan triliun guna membangun infrastruktur sebagai upaya antisipasi banjir ini. Jika memang demikian, kinerja Anies memang layak dipertanyakan. mengingat dunia bukan hanya sebagai pencitraan. Dan janganlah lagi-lagi pemerintah pusat yang jadi sasaran.

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

August 16, 2026

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

August 16, 2026

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan…

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa Jakarta – Semarak peringatan Hari…

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.