• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Optimalkan Pengawasan Hewan Ternak Menjelang Idul Adha

Pemerintah Optimalkan Pengawasan Hewan Ternak Menjelang Idul Adha

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 3 June 2022

Pemerintah Optimalkan Pengawasan Hewan Ternak Menjelang Idul Adha

Oleh : Muhamad Ridwan

Pemerintah terus mengoptimalkan pengawasan hewan ternak menjelang perayaan Idul Adha. Pengawasan ini bertujuan untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini banyak ditemui di beberapa daerah.

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan menjangkiti hewan ternak sapi di beberapa wilayah di Indonesia membuat Pemerintah langsung turun tangan untuk memberikan penanganan dan pengendalian.

Sejauh ini diketahui bahwa sudah ada sekitar 13 Provinsi di Tanah Air yang sudah terjangkit PMK hingga diperkirakan ada ribuan ekor sapi berpenyakit.

Tanpa menunggu terlalu lama, Pemerintah sendiri langsung menerjunkan beberapa tim untuk melakukan penanganan.

Terutama karena saat ini sudah semakin mendekati hari Raya Idul Adha yang akan dirayakan oleh kaum Muslim, sehingga penanganan PMK menjadi semakin mendesak.

Penyaluran vaksinasi langsung dipercepat di berbagai titik, serta Pemerintah juga memberikan bantuan secara langsung kepada para peternak sapi tersebut supaya wabah yang menjangkiti hewan ternak mereka tidak menyebabkan pendapatan mereka menjadi berkurang atau bahkan sampai merugi.

Selain itu, dengan adanya percepatan pemberian vaksinasi kepada seluruh ternak sapi tersebut otomatis akan juga membantu percepatan pemulihan roda perekonomian pasca pandemi lantaran kemungkinan terjadinya transaksi jual-beli hewan ternak akan kembali berjalan dengan baik.
Tentunya semenjak merebaknya wabah PMK ini menjadikan harga komoditas sapi menjadi langsung menurun termasuk juga seluruh turunan olahan sapi lainnya seperti pada produk susu, abon dan juga frozen food lain. Untuk itu bukan hanya sekedar melakukan percepatan vaksinasi dan memberikan bantuan kepada para peternak sapi, namun Pemerintah juga terus mengupayakan untuk menyelesaikan akar permasalahan yakni dengan mencari penyebab utama terjadinya PMK sehingga bisa segera diatasi dan tidak terulang kembali.
Mengenai pelaksanaan penyelenggaraan Hari Raya Idul Adha sendiri, Pemerintah juga telah membentuk Tim Satgas Pengendalian PMK yang bertugas untuk terus mengawasi serta memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Seperti dikatakan oleh drh Dian Wahyu Harjanti bahwa terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat supaya meminimalisasi penularan PMK ini semakin luas.
Cara pertama adalah dengan membuang kontaminan PMK ke tempat yang aman. Jangan sampai kontaminan tersebut dibuang ke aliran air, selokan atau bahkan sungai secara sembarangan karena akan sangat berisiko untuk mencemari lingkungan dan juga bisa menularkan ke hewan lainnya.
Tidak hanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Koordinator Tim Satgas Pengendalian PMK saja, namun di sisi lain Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Edaran yang berisi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan saat menyembelih hewan kurban. Sebagaimana dalam Surat Edaran tersebut, setidaknya sangat penting bagi panitia hewan kurban untuk mengetahui dari mana asal hewan kurban yang dibeli tersebut dan harus dipastikan bukan berasal dari daerah wabah.
Lebih lanjut, rekomendasi paling aman adalah pemotongan akan jauh lebih baik ketika dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) karena di sana nanti akan langsung diawasi oleh dokter hewan. Kemudian untuk pelaksanaan pemotongan sendiri, tentunya akan diutamakan hewan-hewan yang bukan berasal dari daerah wabah dan bagi hewan yang berasal dari daerah wabah maka wajib ditempatkan dalam kandang isolasi meski seolah nampak sehat-sehat saja.
Seluruh upaya pengendalian dan juga penanganan PMK pada ternak sapi telah dilakukan dengan seoptimal mungkin oleh Pemerintah. Masyarakat pun diminta bijak dan cermat dalam memilih hewan Qurban guna memastikan daging hewan tersebut aman dikonsumsi.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pertiwi Institute

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

August 16, 2026

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

August 16, 2026

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda Oleh: Zhafran Goldwin Pemerintah kembali membuka Program…

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2 Jakarta – Pemerintah terus…

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta JAKARTA — Program Magang…

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.