• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pemerintah Optimal Tumbuhkan UMKM Demi Percepatan PEN

Pemerintah Optimal Tumbuhkan UMKM Demi Percepatan PEN

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 15 October 2021

Oleh : Ade Istianah

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional maka pemerintah menumbuhkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara optimal. Upaya tersebut merupakan salah satu strategi jitu untuk mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Selama pandemi, hampir semua sektor kena imbasnya, tak terkecuali UMKM. Mereka hampir megap-megap saat harus survive, karena daya beli masyarakat menurun drastis. UMKM harus memutar otak bagaimana cara meningkatkan penjualan sementara dunia sedang dilanda pandemi, dan perekonomian agak melambat.

Pemerintah berusaha keras untuk menolong pengusaha UMKM, karena mereka sangat berjasa untuk menggerakkan roda perekonomian negara. Pasalnya, 90% pebisnis di Indonesia adalah UMKM, sehingga jangan sampai mereka bangkrut dan berpengaruh pada kondisi finansial negara.
Untuk mendukung pengusaha UMKM maka ada beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah, dan sudah berlangsung sejak tahun 2020. Di antaranya restrukturisasi kredit, dan subsidi dari pemerintah amat berguna karena kondisi UMKM yang sedang keliyengan. Pertolongan ini demi percepatan program ekonomi nasional.
Asosiasi UMKM meminta kepada Presiden Jokowi agar akses ke restrukturisasi kredit bisa diperpanjang, alasannya karena kondisi ekonomi belum normal. Dalam artian, kondisi finansial belum 100% pulih, walau tidak ada resesi. Akan tetapi daya beli masyarakat masih agak rendah dan belum naik kembali seperti masa sebelum pandemi berlangsung.
OJK sebenarnya sudah memperpanjang restrukturisasi kredit hingga 2023, dan Presiden Jokowi masih mencari solusi untuk memenuhi permintaan UMKM tersebut. Dalam artian, semua lapisan memang terdampak efek pandemi, terutama UMKM. Namun perlu dicari jalan keluarnya, agar ada subsidi tanpa mengganggu kesehatan finansial negara.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyatakan bahwa akses pembiayaan UMKM ini yang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Misalnya mereka (UMKM) yang punya kredit dan mendapatkan restrukturisasi, lantas akan top up kredit, lalu kesulitan. Ini yang akan dipecahkan, dalam artian UMKM bisa mendapat pinjaman modal tambahan dengan lebih mudah.
Pemerintah memang fokus menolong UMKM karena merekalah tulang punggung perekonomian negara. Jika UMKM jaya maka negara juga jaya. Jangan sampai UMKM adi hancur dan banyak yang terpaksa gulung tikar di masa pandemi, lalu menambah angka pengangguran di Indonesia. Hal ini akan sangat memusingkan karena berdampak pada aspek psikologis dan sosiologis masyarakat.
UMKM wajib dibantu demi percepatan program ekonomi nasional. Memang UMKM sepintas berada di kasta paling bawah dari lapisan pengusaha, tetapi tidak bisa diremehkan begitu saja. Justru jumlah mereka yang banyak menjadi kekuatan tersendiri, sehingga jika UMKM kuat maka perekonomian negara juga ikut kuat.
UMKM terbukti tahan banting dalam menghadapi masa-masa sulit. Berkaca dari krisis ekonomi 1998 lalu, malah pengusaha kecil dan menengah seperti mereka yang mampu bertahan di masa sulit. Sedangkan di masa pandemi mereka juga perlu untuk survive lagi, demi asap dapur yang mengepul, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian negara.
Ketika pengusaha UMKM dibantu oleh pemerintah maka mereka bisa bertahan dan tidak menutup usahanya begitu saja. Saat ada restrukturisasi kredit maka mereka diuntungkan karena jumlah cicilan berkurang, meski masa pembayarannya diperpanjang. Mereka bisa fokus memperbesar usaha dan tidak terbebani oleh besarnya kredit dari Bank.
UMKM wajib dibantu oleh pemerintah demi percepatan program ekonomi nasional, karena jika UMKM berjaya maka finansial negara juga jaya. Perekonomian di Indonesia ditopang oleh para pengusaha UMKM karena 90% dari pebisnis adalah level kecil dan menengah. Pengusaha UMKM senang karena selalu dibantu oleh pemerintah, terutama di masa kepemimpinan Presiden Jokowi.

Penulis adalah warganet tinggal di Bandung

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.