• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pemerintah Optimal Menangani Banjir di Kalsel

Pemerintah Optimal Menangani Banjir di Kalsel

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 19 January 2021

Oleh : Zakaria

Banjir yang melanda Kalimantan Selatan benar-benar memilukan, karena ketinggian air lebih dari 2 meter.

Bencana banjir berstatus tanggap darurat karena debit air terus bertambah. Presiden menginstruksikan semua pihak untuk mengatasi banjir di Banua, agar para pengungsi selamat.

Sejak rabu, 13 januari 2021, Kalimantan Selatan diguyur hujan deras sehingga Sungai Pelaihari meluap. Hal ini mengakibatkan banjir di 7 Kabupaten/ Kota, yakni Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Balangan.

Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penaggulangan Bencana memaparkan bahwa ada 27.111 rumah yang terendam bajir dan 127.709 warga yang mengungsi.

Karena banjir makin tinggi (lebih dari 2 meter) dan air belum juga surut, maka bencana ini berubah statusnya menjadi tanggap darurat nasional.

Baca juga: Literasi Nilai-Nilai Pancasila di Medsos Cegah Radikalisme

Presiden Jokowi memerintahkan berbagai pihak untuk mengirimkan bantuan secepatnya, termasuk Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri. Bantuan yang utama juga termasuk perahu karet, karena sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan.

Beliau juga berkoordinasi dengan Gubernur Kalsel untuk mendapatkan laporan terkini.
Presiden juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana alam akibat cuaca ekstrem.

Dalam artian, ketika status bencana banjir ditingkatkan jadi tanggap darurat, maka akan ada evakuasi, penyelamatan, pemberian bantuan, dan perlindungan bagi korban sesegera mungkin.

Setelah bencana berakhir maka ada pemulihan sarana dan prasarana.
Pemkot Banjarmasin langsung menanggap instruktur Presiden dengan mendirikan posko di 5 kecamatan dan 52 kelurahan.

Sementara, warga mengungsi di ruang publik dan disediakan tak kurang dari 1.500 nasi bungkus per hari. Masyarakat sangat butuh bantuan, karena bisa jadi mereka mengungsi tanpa membawa bekal atau uang kontan.

Bantuan juga mengalir dari masyarakat, bahkan dari luar Kalimantan. Sumbangan berupa sembako dan uang sanagt diapresiasi oleh masyarakat Banua, karena sebagai sesama WNI, mereka memberi perhatian.

Pemerintah daerah juga membantu koordinasi agar bantuan benar-benar sampai hingga ke tangan para pengungsi.

Kepala Dinas Sosial Banjarmasin Iwan Ristianto menjelaskan bahwa banjir belum bia ditanggulangi, karena masih hujan deras dan ketinggian air sungai bertambah. Bahkan ada daerah yang ketinggian airnya sampai 3 meter. Namun ia memastikan ada dapur umum yang didirikan di tiap kecamatan, agar para pengungsi selamat dan tidak kelaparan.

Dapur umum sangat penting karena pengungsi sangat butuh logistik. Namun perlu diperhatikan lagi, apakah menunya bergizi atau tidak.

Pemerintah daerah Kalsel mengatur agar jangan sampai para pengungsi hanya makan mi instan, karena adanya itu. Apalagi di musim hujan dan banjir, mereka mudah masuk angin dan butuh makanan yang layak untuk dikonsumsi.

Selain itu, untuk masalah lokasi pengungsian juga perlu koordinasi yang teliti.

Saat ini masih masa pandemi, sehingga tidak boleh ada pengungsi yang tidur berdesakan dalam ruang yang sempit. Protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker harus tetap ditaati, agar semua pengungsi dan tim SAR, serta perwakilan pemda tidak tertular corona.

Para pengungsi juga selalu diingatkan agar rajin cuci tangan. Apalagi saat banjir, mereka mudah terkena diare, dan salah satu pencegahannya adalah perilaku hidup bersih. Cuci tangan bisa mencegah sakit perut, batuk pilek, dan menolak virus covid-19.

Koordinator pengungsi juga memastikan mereka semua menaati protokol kesehatan.
Bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan membuat pengungsi sedih karena rumah mereka terendam air.

Presiden langsung tanggap dan mengutus bawahannya agar membereskan banjir, dan mengrim bantuan sesegera mungkin. Bantuan yang diberi tak hanya berupa sembako, makanan, dan pakaian, namun juga perahu karet untuk evakuasi.

Penulis adala warganet tinggal di Bogor

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.