• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Komitmen Terapkan Green Energi Melalui Kendaraan Listrik Pada G20

Pemerintah Komitmen Terapkan Green Energi Melalui Kendaraan Listrik Pada G20

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 30 October 2022

Pemerintah Komitmen Terapkan Green Energi Melalui Kendaraan Listrik Pada G20

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali menjadi ajang pamer kendaraan listrik bagi Indonesia. Kendaraan listrik akan menjadi kendaraan utama bagi para delegasi KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang.

Pratikno mengatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik pada KTT G20 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menerapkan Green Energi untuk menuju Net Zero Emission.

” Bagi kami, G20 adalah momentum yang sangat bagus untuk menunjukkan bahwa kami bergerak untuk energi bersih, bergerak untuk ekonomi hijau, terutama untuk mengembangkan ekosistem untuk manufaktur kendaraan listrik,” Ujar Pratikno,.

Di sisi lain, Menhub Budi Karya mengatakan, Pemerintah akan memfasilitasi berbagai infrastruktur kendaraan listrik sebagai upaya untuk melakukan akselerasi energi terbarukan melalui pengembangan kendaraan listrik untuk mewujudkan Indonesia bebas emisi karbon.

“Ini bukti nyata dukungan terhadap upaya pemerintah memasifkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Komitmen ini kita tunjukkan saat Presidensi Indonesia pada G20. Semoga ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selanjutnya ini akan diikuti dengan penggunaan kendaraan listrik bagi masyarakat umum secara masif,” Jelas Menhub Budi Karya

Dalam rangka mendukung transisi energi terbarukan, PT Hyundai Motors Indonesia resmi menyerahkan 393 unit mobil listrik kepada Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) untuk kendaraan resmi G20 Summit.

President Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters Se Young Tack Lee, mengatakan, untuk mendukung kegiatan KTT G20 di Bali mendatang, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan memberikan kendaraan mobil listrik untuk para delegasi KTT G20.

“Dukungan penyediaan mobil listrik Hyundai dan Genesis sebagai kendaraan resmi delegasi G20 menjadi bukti dari komitmen kami sebagai perusahaan otomotif yang mendukung akselerasi mobilitas dan era elektrifikasi di Indonesia,” ujar Se Young Tack Lee.

Tidak hanya PT Hyundai Motors Indonesia, PT Ilectra Motor Group (IMG) yang merupakan anak perusahaan PT Indika Energy Tbk (INDY) juga akan mengirimkan kendaraan listrik berupa motor listrik pada ajang perhelatan KTT G20 di Bali.

Purbaja Pantja selaku Direktur dan Group Chief Investment Officer PT Indika Energy Tbk mengatakan, pihaknya akan mengirimkan 20 unit motor listrik Alva One untuk mendukung perhelatan KTT G20 di Bali mendatang.

“Di KTT G20 nanti kita akan ikut. Alva akan kirimkan 20 unit tapi bukan jualan ya kita bantu untuk dipakai saat KTT G20,” kata Purbaja

Swlanjutnya Wuling Motors (Wuling) juga akan turut meramaikan kendaraan listrik pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dengan menyediakan 300 unit Air ev untuk digunakan pada gelaran KTT G20 di Bali.

President Director Wuling Motor Shi Guoyong mengatakan, pihaknya akan membantu mendukung gelaran G20 di Bali melalui kendaraan listrik dalam upaya mengurangi emisi karbon menuju Net Zero Emission.

“Kami bangga dapat mendukung KTT G20 di Bali sebagai Official Car Partner. Dukungan ini kami wujudkan dengan menyediakan 300 unit Wuling Air ev yang menjadi pendukung mobilitas ramah lingkungan untuk para delegasi dan organisasi internasional.” Kata President Director Wuling Motors.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.