• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Dorong Efisiensi MBG tanpa Mengurangi Manfaat Program

Pemerintah Dorong Efisiensi MBG tanpa Mengurangi Manfaat Program

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 March 2026

Pemerintah Dorong Efisiensi MBG tanpa Mengurangi Manfaat Program

Jakarta – Pemerintah terus membuka ruang efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa mengurangi substansi manfaat bagi masyarakat.

 

Langkah ini dinilai sebagai strategi adaptif untuk menjaga keberlanjutan program prioritas nasional di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memastikan distribusi gizi bagi anak-anak tetap optimal.

 

Dengan pendekatan yang terukur, efisiensi tidak ditempatkan sebagai pengurangan layanan, melainkan sebagai upaya penyempurnaan tata kelola anggaran agar lebih tepat guna dan berdampak luas.

 

Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan bahwa potensi penghematan anggaran dari skema efisiensi MBG dapat mencapai Rp40 triliun per tahun.

 

Ia menjelaskan, pemerintah tengah mengkaji sejumlah opsi penyesuaian operasional, termasuk pengurangan hari pelaksanaan program dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

 

Menurutnya, langkah tersebut tidak akan mengurangi kualitas asupan gizi bagi para penerima manfaat.

 

“Yang penting ada efisiensi dan anak sekolahnya masih bisa makan cukup,” ujarnya, menegaskan bahwa esensi program tetap menjadi prioritas utama.

 

Lebih lanjut, pemerintah menekankan bahwa efisiensi akan difokuskan pada aspek operasional dan pendukung, bukan pada kualitas maupun kuantitas makanan yang diterima anak-anak.

 

Pendekatan ini memperlihatkan adanya keseimbangan antara disiplin fiskal dan komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia, yang menjadi fondasi utama visi Indonesia Emas 2045.

 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan kesiapan lembaganya dalam menjalankan setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

 

Ia menegaskan bahwa BGN akan mengikuti sepenuhnya arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk dalam hal penyesuaian skema efisiensi program.

 

“BGN akan jalankan apapun putusan Presiden, termasuk terkait skema efisiensi atau pengaturan anggaran MBG,” tegasnya.

 

Dadan menambahkan bahwa sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat telah disiapkan untuk menjamin distribusi makanan tetap tepat sasaran, meskipun terdapat penyesuaian pada aspek anggaran pendukung.

 

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, menilai efisiensi sebagai langkah rasional di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

 

Ia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjalankan program MBG secara serius, namun tetap mempertimbangkan kesehatan fiskal negara.

 

“Hanya saja tetap harus mempertimbangkan kondisi objektif kesehatan fiskal kita,” katanya.

 

Pulung juga menekankan pentingnya pengawasan kolektif agar program berskala besar seperti MBG dapat berjalan efektif dan akuntabel.

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.