• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pemerintah dan Apkam Siap Amankan Nataru

Pemerintah dan Apkam Siap Amankan Nataru

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 21 December 2019

Oleh: Dodik Prasetyo

Moment akhir tahun selalu menjadi perhatian tersendiri, selain bertepatan dengan libur sekolah, akhir tahun menjadi hari spesial bagi kaum kristiani yang merayakan Natal dengan saling berkunjung ke sanak saudara. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah dan Aparat Keamanan (Apkam) terus mengantisipasi berbagai hal guna menunjang kelancaran Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Kementerian koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan telah menyiapkan beberapa langkah strategis demi mengamankan perayaan natal dan tahun baru di Indonesia. Menko Polhukam, Mahfud MD menuturkan, bahwa ancaman terorisme masih menjadi salah satu hal yang menarik atensi.
Selain terorisme, beberapa atensi kerawanan jelang natal dan tahun baru diantaranya adalah kelancaran arus lalu lintas dan gangguan kamtibmas. Hal tersebut berdasarkan dengan pengalaman tahun-tahun yang lalu.

Mantan Ketua MK tersebut mengatakan, adanya peningkatan mobilitas masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru berpotensi menimbulkan kerawanan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Dirinya menghimbau, agar penyelenggaraan ibadah keagamaan dapat berlangsung secara aman dan damai, sehingga para jemaat yang melakukan peribadatan di Gereja tidak perlu merasa khawatir.
Pada kesempatan yang sama, Mahfud MD menegaskan bahwa, ancaman Teror, sweeping oleh oknum tertentu, intoleransi antar umat beragama hingga pembakaran rumah ibadah haruslah diantisipasi sedini mungkin.

Ia juga mengajak kepada masyarakat secara luas untuk memastikan penyelenggaraan ibadah keagamaan penuh dengan toleransi, aman dan damai diseluruh tanah air.
Dalam sektor pengamanan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Polda Metro Jaya siap mengawal libur Natal dan Tahun Baru dengan menurunkan 10 ribu personel pengamanan. Ia menambahkan pihaknya juga sudah menyiapkan 95 pos pengamanan dan ada juga 27 pos pelayanan masyarakat.

Untuk menunjang kelancaran dan keamanan di Bandara Soekarno-Hatta, Kapolres Kota Bandara AKBP Adi Ferdian juga memperketat Bandara tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan ancaman teror akan terjadi di fasilitas publik seperti Bandara Soekarno-Hatta.
Adi menyebutkan bahwa pihaknya akan menerjunkan 142 personel untuk mengamankan periode Natal dan Tahun Baru yang akan berlangsung selama 19 hari. Periode tersebut mulai dari 19 Desember 2019 sampai dengan 6 Januari 2020.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) telah menerbitkan surat edaran terkait dengan persiapan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Edaran ini dikirimkan ke seluruh kepala daerah.
Surat edaran tersebut berisi himbauan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar saling berkoordinasi, mengambil langkah-langkah. Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri mengungkapkan agar pemerintah daerah maupun wilayah agar senantiasa membentuk Posko Pemantauan Terpadu Natal dan Tahun Baru 2020.

Posko tersebut nantinya akan dapat memudahkan koordinasi, memfasilitasi, mengendalikan, serta memonitor persiapan dan pelaksanaan dua perayaan besar tersebut.
Intinya, melalui edaran yang diterbitkan oleh Mendagri tersebut, Pemerintahan Daerah diajak untuk turut serta dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang persiapan Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Dalam surat edaran tersebut, Kemendagri memberikan himbauan berkaitan dengan arus lalu lintas dan barang, pemda perlu melakukan pengaturan pada lokasi yang dapat menimbulkan kemacetan, dan juga terhadap kendaraan pengangkut logistik dan bahan bakar.

Selain itu Pemda juga harus secara aktif melakukan pengendalian dan pengawasan harga, stok kebutuhan pokok serta bahan bakar.
Pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 ini, Kemendagri juga meminta kepada pemda untuk mengoptimalkan peran aktif masyarakat melalui tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam rangka mencegah atau menyelesaikan potensi-potensi gangguan melalui prinsip kearifan lokal.

Selain itu, salah satu hal yang tak kalah penting jelang perayaan hari besar keagamaan adalah tersedianya pasokan barang kebutuhan pokok.
Untuk mengantisipasinya, Kementerian Perdagangan terus meningkatkan sinergi dengan instansi pemerintah lainnya, seperti satuan tugas (SATGAS) pangan, pengecekan ketersediaan komoditas pangan jelang perayaan hari keagamaan tersebut.

Sinergitas tersebut dirasa perlu demi menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengingat pangan merupakan komoditas yang strategis bagi kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.
Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat juga harus terus bersinergi dalam menjaga kelancaran Natal dan Tahun Baru 2020, agar tercipta suasana yang aman dan damai.

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional  Oleh: Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan jangka panjang. Dalam arah kebijakan menuju 2027, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperoleh peran strategis sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi, dan mendorong pembangunan sektor-sektor strategis. Kehadiran Danantara menunjukkan upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi tersebut dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026 lalu. Presiden menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangka panjang. Danantara karena itu diarahkan bukan sekadar sebagai pengelola aset negara, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi dan pembangunan sektor strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan. Arah tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mengelola kekuatan ekonomi nasional. Aset negara perlu ditempatkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas industri, mempercepat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, Danantara diharapkan mampu menghubungkan kekayaan negara dengan kebutuhan investasi serta proyek pembangunan yang memiliki nilai strategis dan manfaat jangka panjang. Peran Danantara semakin penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa konsolidasi aset Danantara dapat menjadi katalis peningkatan investasi. Danantara dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk menarik partisipasi sektor swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengan demikian, investasi negara dapat menciptakan efek crowd-in, yakni mendorong dunia usaha meningkatkan ekspansi, membuka fasilitas produksi baru, dan memperluas kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan sektor swasta berkembang. Investasi Danantara dapat menjadi pemicu awal yang kemudian diikuti modal swasta sehingga kapasitas ekonomi nasional meningkat secara lebih luas. Sinergi tersebut juga berpotensi memperbesar penciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Strategi investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis dan potensi dampak luas. Delapan sektor utama yang menjadi fokus meliputi energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan. Pemilihan sektor tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun fondasi pertumbuhan baru yang lebih bernilai tambah.…

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara…

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif  

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif Jakarta – Transformasi dan restrukturisasi Badan…

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.