• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Pemerintah Antisipasi Dampak Negatif Konflik Ukraina-Rusia

Pemerintah Antisipasi Dampak Negatif Konflik Ukraina-Rusia

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 March 2022

Pemerintah Antisipasi Dampak Negatif Konflik Ukraina-Rusia

Oleh : Ahmad Subur

Perang yang dikobarkan oleh Rusia di Ukraina berpengaruh negatif terhadap perekonomian global, termasuk harga minyak dunia. Pemerintah Indonesia terus mewaspadai dampak negatif peristiwa tersebut agar tidak berimbas langsung kepada kondisi di dalam negeri.

Masyarakat sedunia sedang didera berbagai masalah. Pandemi belum usai dan virus covid-19 belum pergi, tetapi malah ada peperangan di Ukraina yang disebabkan oleh invasi Rusia.

Konflik ini tidak hanya berpengaruh ke warga di sana tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Indonesia, karena menaikkan harga minyak dunia.

Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM menyatakan bahwa harga minyak Brent sudah menembus lebih dari 100 dollar Amerika per barrel, padahal prediksi APBN hanya berkisar 60-an dollar saja. Kenaikan secara drastis ini takut akan berpengaruh buruk terhadap Indonesia.

Hal ini tentu memusingkan karena otomatis juga menaikkan harga minyak di Indonesia, sehingga kemungkinan harga bensin akan naik juga.

Setelah sebelumnya Shell menyesuaikan harga bahan bakar produksinya menjadi 13.500 per liter. Namun belum diketahui berapa nanti harga fix premium, pertalite, pertamax, solar, dll.

Ketika ada kenaikan harga maka ini adalah sebuah dampak negatif dari perang, karena Rusia adalah produsen minyak nomor dua sedunia.

Sedangkan ketika mereka melakukan invasi, maka akan fokus perang dan perdagangan minyak sedikit terabaikan, sehingga harga minyak bisa gonjang-ganjing.

Pemerintah berusaha keras untuk mengatasi dampak konflik antara Rusia dan Ukraina, tujuannya agar harga minyak internasional kembali stabil. Pasalnya, jika harga minyak dunia naik satu dollar saja, maka subsidi yang ditanggung banyak sekali, mencapai triliunan rupiah.
Apalagi kenaikan harga minyak dunia sampai ratusan barel berpengaruh juga terhadap harga gas (elpiji) dan listrik. Penyebabnya karena minyak masih menjadi bahan bakar industri tersebut. Sehingga diprediksi tarif dasar listrik dan harga elpiji juga terpaksa dinaikkan.
Pemerintah mengantisipasi dampak konflik Ukraina dan Rusia dengan melobi PBB agar mereka mau terjun langsung untuk menghentikan peperangan ini. Pasalnya, jika tidak dicegah, bisa memicu perang dunia ketiga. Padahal seluruh dunia masih berjuang mengatasi Corona, masih ditambah lagi beban world war.
Selain itu, untuk mengatasi dampak kenaikan minyak di Indonesia, maka akan ada himbauan. Masyarakat tidak boleh memakai elpiji kemasan 3 kg (gas melon) karena itu hanya untuk kalangan yang tidak mampu, karena mendapatkan subsidi pemerintah. Sedangkan kelompok menengah dan ke atas harus tahu diri dan memakai gas 12 kg alias yang warna biru, karena mereka terbukti mampu membayar.
Langkah untuk mengatasi dampak kenaikan minyak yang selanjutnya adalah dengan konversi energi. Jika yang banyak adalah kendaraan dengan bahan bakar BBM maka diganti dengan yang menggunakan tenaga listrik. Memang sudah ada kendaraan umum yang memakainya dan diharap akan lebih banyak, tujuannya untuk mengurangi ketergantungan minyak.
Pemerintah berusaha keras untuk mengatasi dampak konflik antara Rusia dan Ukraina, karena jika terjadi perang akan melonjakkan harga minyak dunia. Jika ini yang terjadi maka takut akan mengakibatkan inflasi. Sehingga Rusia maupun Ukraina perlu dilobi agar menghentikan peperangan.
Konflik selalu membawa kesengsaraan, termasuk perang yang terjadi di Ukraina akibat kekejian pihak Rusia. Ketika ada perang maka harga minyak dunia naik banyak sekali. Pemerintah bergerak cepat untuk mengatasinya, agar masyarakat tidak terlalu merasakan akibat negatif dari peperangan ini.
)* Penulis adalah kontributor Lingkar pers dan Mahasiswa Cikini

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

June 22, 2026

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

June 22, 2026

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau Oleh: Rendra Fathian Pemerintah terus memperkuat…

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Mitigasi Kemarau yang Terencana Menjaga Ketahanan Pangan Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi…

Penguatan Infrastruktur Air Menjadi Kunci Keberhasilan Menghadapi Kemarau 2026

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Penguatan Infrastruktur Air Menjadi Kunci Keberhasilan Menghadapi Kemarau 2026 Jakarta – Penguatan infrastruktur air dan…

Pemerintah Jamin Keberlanjutan Fiskal dengan Pengelolaan Utang yang Aman

By Kata IndonesiaJune 22, 20260

Pemerintah Jamin Keberlanjutan Fiskal dengan Pengelolaan Utang yang Aman Oleh: Andika Saputra Pemerintah dinilai berhasil…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.