• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerataan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Duduki Peringkat 5 Terbaik Dunia

Pemerataan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Duduki Peringkat 5 Terbaik Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 22 August 2022

Pemerataan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Duduki Peringkat 5 Terbaik Dunia

Oleh : Raditya Rahman

Pemerataan vaksinasi Covid-19 yang terus diupayakan oleh Pemerintah di Indonesia ternyata berhasil menduduki peringkat kelima terbaik di dunia.

Hal tersebut menjadi prestasi gemilang karena sejalan dengan program percepatan pemulihan perekonomian Tanah Air.

Agar bisa segera mengentaskan pandemi Covid-19 di Indonesia, Pemerintah terus melakukan upaya untuk bisa mencapai target vaksin ke seluruh masyarakat seluas-luasnya.

Hal tersebut memang sangatlah penting supaya mayoritas dari populasi manusia memiliki imun yang kuat sehingga bisa lebih resisten terhadap kemungkinan terjadingkit virus.

Terkait hal tersebut, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan rekor vaksinasi Indonesia masuk dalam lima besar dunia.

Pencapaian ini merupakan hasil dari kebijakan social distancing yang menyesuaikan dengan kondisi kasus aktif, ketersediaan obat, dan ketersediaan vaksin saat ini.

Setelah memberlakukan kebijakan yang ketat melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di awal pandemi Covid-19, Pemerintah menyesuaikan dan membuat kebijakan baru yang mempertimbangkan adanya dinamika dari kasus pandemi tersebut, yakni dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Hasil dari seluruh kebijakan Pemerintah tersebut termasuk juga pada pemberian vaksinasi kepada seluruh masyarakat. Menurut Prof Wiku, pada titik ini, semua patut berbangga karena Indonesia merupakan negara dengan dosis vaksin terbanyak kelima di dunia.
Menurut data Kementerian Kesehatan per 18 Agustus 2022 pukul 18:00, jumlah orang yang telah menerima vaksin dosis pertama adalah 203.062.974 orang atau setara dengan 86,53 persen dari total target vaksinasi yang ditetapkan. Sementara itu, jumlah orang yang menerima dosis kedua vaksin Covid-19 sebanyak 170.576.561 orang atau setara dengan 72,69 persen. Selanjutnya yang mendapat vaksin dosis ketiga atau booster adalah 58.996.810 atau 25,14 persen. Jumlah orang yang mendapat vaksinasi dosis keempat sebanyak 272.243 orang, angkanya 18,54 persen.
Perlu diketahui bahwa Pemerintah telah menetapkan target vaksinasi 234.666.020 orang. Prof Wiku mengatakan akselerasi vaksin terus ditingkatkan dengan kehati-hatian dan kewaspadaan di tengah kegiatan sosial ekonomi yang sedang berlangsung. Jika dibiarkan, tentu saja akan meningkatkan kemungkinan penularan virus.
Maka dari itu Pemerintah Indonesia masih berusaha beradaptasi dengan situasi pandemi yang sangat dinamis. Selain prestasi di bidang medis, kata Wiku, Indonesia juga bisa bertahan secara ekonomi. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang kembali di atas 5 persen sejak triwulan IV tahun 2021.
Namun, pihaknya tidak mau berpuas diri. Menurutnya, prestasi yang diperoleh saat ini harus dipertahankan sebagai tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat. Beberapa hal masih terus menjadi perhatian utama atau fokus dari Pemerintah yakni adanya kemungkinan orang yang terinfeksi kembali setelah divaksinasi atau setelah sembuh dari Covid-19.
Pada kesempatan yang lain, Menteri kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan dan upaya terkoordinasi dari seluruh elemen negara, mulai dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, ormas, ormas keagamaan, pelaku ekonomi hingga masyarakat dalam menyukseskan Program Imunisasi Nasional.
Menanggapi hal tersebut, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini agar dapat berjalan, serta mengingatkan bahwa meskipun populasi yang divaksinasi terus bertambah, risiko tertular Covid-19 tetap ada. Oleh karena itu, vaksinasi perlu lebih mempercepat pencapaian herd immunity. Selain itu, protokol kesehatan juga harus diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari untuk memberikan perlindungan yang optimal.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Menurutnya, rekor vaksinasi Indonesia terhadap Covid-19 termasuk yang terbaik di dunia. Penduduk dusun dan kampung saling melindungi dan berbagi. Ulama, pemuka agama dan pemuka adat aktif mendukung masyarakat yang juga mendukung pemerintah dalam mengatasi ketidakpastian ini.
Ia percaya bahwa begitu Indonesia mengelola pandemi Covid-19, maka dapat menangani masalah besar lainnya dengan bagus. Jokowi mengatakan inilah kekuatan Bangsa untuk membangun Indonesia. Presiden Joko Widodo mengatakan kasus Covid-19 melonjak sejak Lebaran 2022. Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera mendapatkan suntikan booster atau dosis ketiga untuk menghindari paparan Covid-19.
Di sisi lain, minat masyarakat untuk mengunjungi pusat perbelanjaan dan mall di DKI Jakarta tetap tinggi di tengah peraturan wajib booster. Aturan booster sedang diterapkan mulai pertengahan Juli 2022 sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 harian baru-baru ini.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mencontohkan rata-rata tingkat kehadiran masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mall pada Juli 2022 sekitar 70 hingga 80 persen. Menurutnya, Sejauh ini belum terlihat penurunan jumlah pengunjung yang signifikan.
Dengan adanya gairah masyarakat untuk kembali segera melakukan aktivitas perekonomian seperti semula, memang membuat tak heran kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap berjalan dengan baik. Hal tersebut juga sangat sejalan dengan bagaimana upaya Pemerintah untuk terus melakukan pemerataan vaksinasi Covid-19 ke seluruh masyarakat hingga sekarang mencapai peringkat tertinggi kelima di dunia. Maka semua pihak harus bangga dan terus mendukungnya.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.