• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemberdayaan Kelompok Disabilitas Sangat Optimal Melalui Program Strategis AMANAH

Pemberdayaan Kelompok Disabilitas Sangat Optimal Melalui Program Strategis AMANAH

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 2 August 2024

Pemberdayaan Kelompok Disabilitas Sangat Optimal Melalui Program Strategis AMANAH

Oleh : Teuku Reza

Pemberdayaan kelompok disabilitas saat ini menjadi sangat optimal dan maksimal. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah dengan adanya program strategis unggulan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH).
Aceh Youth Creative Hub (AYCH) atau AMANAH sendiri memang merupakan salah satu bentuk program strategis unggulan dari Pemerintah melalui inisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) dalam rangka pemberdayaan kepada para pemuda.

Namun ternyata, upaya pemberdayaan yang AMANAH jalankan jauh lebih luas lagi lingkupnya, yakni mengakomodasi pendekatan secara inklusif dengan memberdayakan kelompok disabilitas melalui langkah yang sangat optimal dan maksimal.
Salah satu upaya dalam pemberdayaan kelompok disabilitas dari AMANAH, yakni dengan adanya pelatihan untuk menjadi seorang pramusaji (waiter dan waitress) di sebuah kafe ataupun restoran.

Kegiatan pelatihan kepada kelompok disabilitas itu berlangsung di Ivory Coffee, Banda Aceh, sejak 29 Juli – 1 Agustus 2024. Kepala Balai Pelatihan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Rahmad Faisal mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang AMANAH jalankan dalam rangka pemberdayaan kelompok disabilitas itu sungguh sangat luar biasa.
Pasalnya, meski memiliki sedikit perbedaan, namun tetap saja bukan berarti mereka lantas bisa mendapatkan perlakuan yang berbeda apalagi merendahkan harkat, derajat dan martabatnya. Justru sebaliknya, para penyandang disabilitas itu sejatinya memerlukan perhatian dari semua pihak.
Terlebih, sebenarnya konstitusi negara juga telah mengamanatkan adanya perhatian yang merata tanpa pandang bulu secara adil meski kepada kelompok disabilitas, yang mana mengisyaratkan bahwa mereka semua sejatinya sangat layak untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang setara.
Meski secara fisik mungkin mereka mengalami sedikit perbedaan karena menyandang disabilitas, namun sejatinya mereka semua sama dengan seluruh warga negara yang lain di Indonesia, yakni mempunyai hak untuk bekerja dan mampu menghidupi diri beserta keluarganya.
Untuk itu, karena adanya hak yang sama untuk bekerja dan mencari penghidupan yang layak bagi diri dan keluarganya, maka mereka sudah barang tentu harus memiliki kemampuan yang sama sesuai dengan bagaimana kebutuhan industri dan lowongan pekerjaan saat ini.
Apresiasi sangat tinggi tidak berhenti mengalir kepada program AMANAH, selaku salah satu program strategis unggulan inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan karena memiliki rancangan ide dan mengeksekusi nyata upaya pemberdayaan bagi kelompok disabilitas agar mereka bisa lebih survive atau bertahan untuk kehidupannya.
Seluruh peserta yang merupakan kelompok disabilitas itu mendapatkan pelatihan yang sangat optimal dari AYCH sehingga mereka mendapatkan pengetahuan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam hal pelayanan di kafe atau restoran.
AMANAH memang sangat serius dalam memberikan pelatihan kepada para kelompok disabilitas itu. Tidak tanggung-tanggung, bahkan turut hadir pula para mentor yang ahli dan berpengalaman di bidangnya, dengan bantuan seorang penerjemah bahasa isyarat sehingga semakin memudahkan peserta dalam menangkap maksud para mentor.
Program pelatihan dan pemberdayaan kepada kelompok disabilitas itu di sisi lain juga sebenarnya sangat bermanfaat karena dapat membantu upaya pemerintah dalam rangka mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Bukan hanya itu, namun program tersebut juga semakin menambah upaya realisasi bagi para kelompok disabilitas untuk mengikuti pelatihan kerja. Terlebih, pelatihan kepada mereka yang tulis untuk menjadi seorang waitress adalah sebuah hal yang baru, sehingga hendaknya mampu mendorong para pengusaha kafe dan restoran bisa memberdayakan rekan-rekan peserta pelatihan.
Salah satu mentor atau instruktur dalam pelatihan kelompok disabilitas tersebut, Ken Munthe menilai bahwa ternyata penerimaan dan pemahaman dari teman-teman tuli tatkala mereka menyimak penjelasan di dalam kelas sangatlah baik meskipun hal itu merupakan yang pertama kalinya bagi mereka.
Bahkan, berkat pelatihan dengan pendekatan dan strategi yang optimal serta maksimal dari AMANAH, terdapat seorang peserta yang bahkan sudah mampu membuat seduhan kopi dengan hasil yang sangat baik. Sehingga sejatinya potensi mereka sangat besar, bahkan tidak sekedar menjadi pramusaji saja, melainkan juga sebagai seorang barista.
Pelatihan pramusaji kepada para kelompok disabilitas itu semakin memunculkan dan mendorong potensi yang mereka miliki. Bahkan, kegiatan positif yang AMANAH gelar tersebut juga mendatangkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta.
Normansyah, selaku salah satu instruktur dalam pelatihan mengungkapkan bahwa program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat benar-benar mempersiapkan seluruh kelompok disabilitas untuk siap terjun langsung ke industri hospitality termasuk pelayanan.
Optimalisasi upaya pemberdayaan bagi para kelompok disabilitas terjadi berkat adanya program strategis unggulan Pemerintah melalui inisiasi BIN, yakni AMANAH yang menggelar pelatihan pramusaji kepada teman-teman tuli sehingga menjadikan mereka terasah kemampuannya dan mendapatkan hak yang sama untuk bisa bekerja mencari penghidupan yang layak.

)* Penulis adalah mahasiswa STKIP An-Nur Nanggroe Aceh.

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.