• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemberantasan Korupsi Jadi Fokus Utama Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Pemberantasan Korupsi Jadi Fokus Utama Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 24 May 2026

Pemberantasan Korupsi Jadi Fokus Utama Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Jakarta – Upaya pemberantasan korupsi kembali menjadi perhatian utama pemerintah dan lembaga negara dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan aparat negara yang terlibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan wewenang harus ditindak tegas, termasuk oknum TNI, Polri, dan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak memberikan pelayanan publik secara optimal.

 

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di kompleks parlemen. Presiden menilai masyarakat menginginkan birokrasi yang cepat, efektif, dan terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

 

Merespons hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi. Abdullah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan Ombudsman Republik Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap aparat negara dan birokrat agar penyimpangan kekuasaan dapat dicegah sejak dini.

 

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap ketegasan Presiden Prabowo sebagai bentuk keseriusan menghadirkan pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Abdullah.

 

Menurut Abdullah, pengawasan dari lembaga eksternal sangat diperlukan karena berbagai kasus penyalahgunaan wewenang kerap terungkap setelah menjadi perhatian masyarakat dan media massa. Ia juga menilai sistem pengawasan internal di sejumlah kementerian dan lembaga masih perlu diperkuat agar pelanggaran tidak terus berulang.

 

“Sistem merit harus dijadikan landasan utama dalam proses pengangkatan, promosi, hingga penempatan jabatan di kementerian maupun lembaga negara,” jelasnya.

 

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Mahkamah Agung Republik Indonesia terus memperkuat sinergi pencegahan korupsi melalui Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi Mahkamah Agung (PRISMA) yang berlangsung di Bogor. Program tersebut diikuti pimpinan pengadilan dari berbagai daerah sebagai langkah memperkuat integritas aparat penegak hukum.

 

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, mengatakan penguatan integritas menjadi fondasi penting dalam membangun sistem hukum yang dipercaya publik.

 

“Ketiga strategi tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih serta menjunjung tinggi integritas,” kata Ibnu.

 

Di sisi lain, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dwiarso Budi Santiarto, menegaskan reformasi integritas harus terus diperkuat agar profesionalisme dan independensi lembaga peradilan tetap terjaga.

 

“Para hakim dituntut tidak hanya memahami hukum, tetapi juga menjaga etika profesi dan independensi dalam setiap pengambilan keputusan,” tutur Dwiarso.

 

Melalui penguatan pengawasan, reformasi birokrasi, serta pendidikan antikorupsi, pemerintah dan lembaga penegak hukum berharap tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang adil bagi masyarakat.

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.