• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Pembangunan Gasifikasi Nias Jadi Pilar Swasembada Energi Indonesia

Pembangunan Gasifikasi Nias Jadi Pilar Swasembada Energi Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 8 July 2025

Nias – Pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan swasembada energi nasional melalui pembangunan infrastruktur gasifikasi di berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal. Salah satu langkah penting tersebut ditandai dengan dimulainya pembangunan infrastruktur gasifikasi untuk Klaster Nias oleh subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa proyek gasifikasi di Nias merupakan bukti konkret bagaimana efisiensi energi mampu menjadi pengungkit pembangunan di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses energi. Ia menjelaskan bahwa dengan cadangan daya sebesar 20 megawatt setara dengan 43 persen dari beban puncak wilayah ini kini siap menopang geliat ekonomi sektor perikanan, pariwisata, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tengah tumbuh.

Darmawan juga menyebutkan bahwa inisiatif gasifikasi ini akan mampu menekan biaya operasional pembangkitan listrik hingga Rp72,4 miliar per tahun pada tahap awal. Tak hanya itu, proyek ini juga diperkirakan membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan kerja lokal.

“Gasifikasi ini tidak hanya menekan biaya operasional listrik, tapi juga membuka ruang investasi baru dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

PLN mencatat pertumbuhan konsumsi listrik di Nias mencapai 11 persen tertinggi di wilayah Sumatra yang menunjukkan peningkatan signifikan kebutuhan energi sebagai dampak langsung dari geliat ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa proyek ini meliputi pembangunan tangki penyimpanan LNG berkapasitas 3.000 meter kubik serta fasilitas regasifikasi dengan kemampuan mencapai 13 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Infrastruktur tersebut akan menopang operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang saat ini berkapasitas 35 megawatt dan akan ditingkatkan menjadi 59 megawatt.

Rakhmad menambahkan bahwa transisi ke gas alam tidak hanya berdampak pada efisiensi, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan emisi karbon. Proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 30 persen atau setara 29 ribu ton CO₂ per tahun, dan akan meningkat hingga 47 ribu ton CO₂ saat kapasitas penuh tercapai.

“Kami berharap proyek ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan energi bersih dan berkelanjutan di kawasan luar Jawa,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, menilai proyek gasifikasi Nias sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, proyek ini sejalan dengan peta jalan transisi energi dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Ia menekankan bahwa proyek di Nias merupakan bagian dari pengembangan enam klaster gasifikasi nasional yang mencakup Sulawesi-Maluku, Nusa Tenggara, Papua Utara, Papua Selatan, dan Kalimantan.

“Groundbreaking ini adalah komitmen nyata menghadirkan energi bersih, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi investasi masa depan bangsa,” tegas Jisman.

Dengan langkah nyata ini, pembangunan gasifikasi di Nias bukan hanya menjadi solusi energi regional, tetapi juga simbol kemajuan menuju kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.

 

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Catat Capaian Positif, Publik Diajak Jaga Kondusivitas

September 24, 2026

Investasi Era Prabowo Menguat, Stabilitas Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi

September 24, 2026

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Catat Capaian Positif, Publik Diajak Jaga Kondusivitas

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Catat Capaian Positif, Publik Diajak Jaga Kondusivitas Jakarta — Menjelang dua…

Investasi Era Prabowo Menguat, Stabilitas Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Investasi Era Prabowo Menguat, Stabilitas Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi JAKARTA – Momentum investasi Indonesia yang…

Jaga Hari Tani Kondusif, Aspirasi Damai Jangan Dicederai Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Jaga Hari Tani Kondusif, Aspirasi Damai Jangan Dicederai Provokasi JAKARTA — Momentum Hari Tani Nasional…

Pemerintah Akomodasi Aspirasi Buruh lewat RUU Ketenagakerjaan hingga Rumah Subsidi

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Pemerintah Akomodasi Aspirasi Buruh lewat RUU Ketenagakerjaan hingga Rumah Subsidi Jakarta – Pemerintah dan DPR…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.