• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pembangunan di Lahan Negara Pastikan Harga Rumah Subsidi Tetap Terjangkau

Pembangunan di Lahan Negara Pastikan Harga Rumah Subsidi Tetap Terjangkau

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 25 June 2025

Pembangunan di Lahan Negara Pastikan Harga Rumah Subsidi Tetap Terjangkau

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat melalui program pembangunan rumah subsidi yang semakin terjangkau dan berkeadilan. Upaya strategis mengalihkan skema subsidi dari pembiayaan ke subsidi lahan kini menjadi terobosan nyata untuk memastikan seluruh masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mendapatkan hunian layak tanpa terbebani harga tinggi akibat mahalnya tanah di perkotaan.

 

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, menyatakan bahwa skema subsidi tanah mampu menurunkan harga rumah subsidi secara signifikan, terutama di kawasan strategis seperti Jakarta.

 

“Bisa kurang daripada itu (Rp 200 juta), terus terang aja ya kita ini lagi menghitung agak detail nih angka-angkanya itu. Saya temukan itu angka-angka yang bisa lebih murah asalkan tanah itu digratiskan,” ujar Fahri.

 

Dengan memanfaatkan aset lahan negara yang belum optimal, seperti di kawasan Kebayoran dan Kalibata, pemerintah berencana menghadirkan social housing yang terintegrasi di pusat kota. Hal ini tidak hanya mendorong efisiensi biaya, tetapi juga mengurangi beban mobilitas pekerja harian yang selama ini harus keluar masuk kota.

 

“Kalau itu dikonversi menjadi social housing, itu akan menahan orang supaya tidak keluar dari kota setiap pagi dan malam,” jelas Fahri lebih lanjut.

 

Transformasi ini juga menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan masalah perumahan secara tuntas dan menyeluruh. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan satu juta unit rumah, di mana 350 ribu unit di antaranya merupakan rumah subsidi. Program ini menjadi capaian terbesar sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyebut program ini sebagai “sejarah baru” dalam kebijakan perumahan nasional.

 

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Danantara dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang telah menyediakan pendanaan sebesar Rp130 triliun untuk mewujudkan rumah layak bagi rakyat.

 

“Belum pernah ada rumah subsidi 350 ribu dalam satu tahun seperti tahun ini. Sepanjang Indonesia merdeka, baru sekarang. Ini bukti Presiden Prabowo pro rakyat,” tegas Maruarar.

 

Dengan adanya reformasi kebijakan ini, hambatan-hambatan administratif seperti kuota FLPP yang selama ini memperlambat akses terhadap rumah subsidi juga tengah dievaluasi.

 

“Kuota itu lamban, nanti orang itu langsung aja berhubungan dengan tempat dia mengambil rumahnya, enggak perlu terlalu banyak rantai,” kata Fahri, menekankan pentingnya penyederhanaan birokrasi dalam pelayanan perumahan.

 

Komitmen ini memperkuat kepercayaan publik bahwa pembangunan tidak hanya bicara infrastruktur, tetapi juga soal keadilan sosial dan kemudahan hidup bagi masyarakat luas. Pemerintah hadir bukan sekadar membangun rumah, tetapi menghadirkan harapan dan stabilitas bagi masa depan rakyat.-

 

 

 

[edRW]

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau Jakarta- Pemerintah melalui Badan Gizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.