• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pelindo III Permudah Proses Ekspor untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pelindo III Permudah Proses Ekspor untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 21 February 2020

Sebagai salah satu operator pelabuhan terbesar di Indonesia, Pelindo III memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pelayanan aktivitas ekspor di Indonesia. Untuk itu, berbagai terobosan terus diupayakan oleh Pelindo III guna meningkatkan aktivitas ekspor. Salah satunya adalah penyederhanaan proses bisnis ekspor di Pelindo III.

Hal tersebut di sampaikan dalam kegiatan sosialisasi “Simplifikasi Proses Bisnis Ekspor” yang digelar di kantor pusat Pelindo III Surabaya, Jumat (21/2). Di depan undangan antara lain perwakilan asosiasi pengguna jasa, pengusaha shipping line, dan para eksportir, Direktur Utama Pelindo III Doso agung menjelaskan, Pelindo III akan melakukan sejumlah penyederhanaan aturan proses ekspor.

Dalam hal empty inbound, Pelindo III akan menambah masa free time penumpukan peti kemas dari 3 hari menjadi 7 hari. Pelindo III juga memperpanjang waktu eksportir mengambil peti kemas langsung ke terminal. Hal ini diyakini bisa mengefisienkan biaya bagi eksportir hingga 44% dibandingkan sebelumnya.

“Dalam hal early stack untuk kegiatan ekspor, masa penumpukan petikemas di terminal dari sebelumnya dibatasi hanya 3 hari kini diperpanjang menjadi 5 hari sebelum dimuat ke kapal. Selain itu, terminal juga tidak akan mengenakan biaya untuk permohonan early stack sehingga diharapkan eksportir bisa merasakan efisiensi biaya hingga 65%,” ujar Doso Agung.

Ia mengharapkan, berbagai terobosan baru dalam hal fleksibilitas ekspor di Pelindo III ini bisa segera dimanfaaatkan oleh para eksportir, sehingga berdampak juga pada peningkatkan aktivitas ekspor mereka.

Keberhasilan terobosan yang dilakukan Pelindo III membutuhkan dukungan dan kerjasama seluruh pelaku usaha, asosiasi dan pemangku regulasi seperti Bea Cukai, Karantina dan Otoritas Pelabuhan.

“Kami membutuhkan dukungan dari Bea Cukai untuk mengoperasikan wilayah konsolidasi di dalam area pelabuhan. Jika dapat terealisasi, akan memangkas biaya logistik karena petikemas dan dampaknya ke masyarakat adalah dapat mengurangi jumlah truk petikemas yang lalu lalang di jalan tol yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan,” ujar Doso Agung.

Sementara itu perwakilan Tjiwi Kimia sebagai salah satu pengusaha ekportir yang juga hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi simplifikasi bisnis ekspor menyatakan jika terobosan Pelindo III ini sangat menarik bagi mereka. Hal tersebut dikarenakan para eksportir bisa lebih leluasa mengatur waktu dan menyiapkan barang mereka sebelum di ekspor.

“Kami dari Tjiwi Kimia sudah bertahun tahun bekerja sama dengan Pelindo III dan kami akui secara terobosan dan pelayanan saat ini Pelindo III selalu memberikan yang terbaik seperti yang tadi di sampaikan dengan akan menambah masa stack atau penumpukan peti kemas itu sangat bermanfaat pada kami dan semoga ini bisa segera di laksanakan,” pungkas Adi perwakilan Tjiwi Kimia.

Senada dengan hal tersebut, Branch Manager Surabaya PT CMA-CGM, Efraim Zakka sebagai perwakilan perusahaan pelayaran juga mengapresiasi rencana terobosan dari Pelindo III, menurutnya hal itu bisa menjadi lompatan untuk meningkatkan frekuensi ekspor terutama di Jawa Timur.

“Dalam hal free time empty in-bound saya melihat ini adalah sebuah insentif yang sangat menarik dan dalam jangka panjang akan menjadi lompatan dalam mengembangkan ekspor di Jawa Timur, ini dampaknya tidak langsung kami rasakan tapi lebih kepada teman eksportir dan pemilik barang yang mendapatkan manfaatnya,” ujar Efraim.

Pada kesempatan yang sama, apresiasi juga diberikan oleh Yukki Nugrahawan Hanafi ketua umum DPP ALFI/ILFA kepada Pelindo III, selain memuji Dirut Pelindo III yang bisa merangkul semua stakeholder pelabuhan menjadi kompak, program simplifikasi proses bisnis ekspor juga diyakini bisa memicu para pengusaha untuk menambah volume ekspor di Pelindo III, namun Yuki juga berpesan agar Pelindo III bisa memfasilitasi para pelaku usaha kecil (UKM) dalam proses ekspor produk mereka.

“Simplifikasi ini bagus sekali, bisa menstimulasi para pengusaha untuk lebih meningkatkan volume ekspor mereka dan jika ini memang berjalan sesuai rencana saya yakin Pelindo III akan terus berkembang menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia.”

Rencana penyederhanaan proses bisnis ekspor ini dimulai 1 Maret 2020 di dua anak perusahaan Pelindo III yaitu PT TPS dan PT TTL. Terobosan ini berpotensi menambah volume peti kemas, namun Pelindo III menjamin hal tersebut tidak akan mengganggu kapasitas lapangan penumpukan petikemas di terminal dan akan tetap menjaga dwelling time di bawah 3 hari. Saat ini, dwelling time di dua anak perusahaan Pelindo III yaitu PT TPS dan PT TTL bisa dicapai kurang dari 3 hari.

 

Sinyal Kuat Muktamar PBNU: Hambatan ‘Idah Politik Sirna, Gus Yusuf Mantap Masuk Bursa Ketum

August 29, 2026

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

August 29, 2026

Sinyal Kuat Muktamar PBNU: Hambatan ‘Idah Politik Sirna, Gus Yusuf Mantap Masuk Bursa Ketum

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Dinamika Muktamar Nahdlatul Ulama mendadak bergerak cair dan penuh kejutan. K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus…

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

DSI Memperkuat Tata Kelola Ekspor agar Nilai SDA Tidak Bocor  Oleh: Dhita Karuniawati  Pengelolaan ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia memasuki babak baru setelah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI resmi memperkenalkan operasional dan jajaran manajemennya. Kehadiran DSI diarahkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi nilai ekspor komoditas strategis, sehingga manfaat ekonomi dari kekayaan alam nasional dapat semakin besar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. Pada tahap awal, mandat tersebut mencakup tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), dan ferroalloy. DSI telah beroperasi efektif sejak 1 Juni 2026 dengan pendekatan bertahap yang tetap memperhatikan kelancaran perdagangan dan kepastian berusaha pelaku industri. …

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

DSI Bidik Optimalisasi Ekspor SDA hingga Rp88,5 Triliun per Tahun Jakarta – PT Danantara Sumberdaya…

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Pemerintah Perkuat Visibilitas Ekspor via DSI, Maksimalkan Nilai SDA Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.