• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Patuhi Protokol Kesehatan Saat Ibadah Ramadhan

Patuhi Protokol Kesehatan Saat Ibadah Ramadhan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 18 April 2021

Oleh : Dinindiya Putri

Puasa kita jalani lagi di tengah pandemi. Agar tidak terinfeksi virus covid-19, maka tetaplah mematuhi protokol kesehatan. Baik ketika beraktivitas di luar maupun saat salat tarawih di masjid. Menjaga protokol masih diwajibkan dan jangan sampai lengah sedikitpun, agar tidak kena corona.

Tahun 2021, umat muslim harus bersabar lagi karena menjalankan puasa di tengah pandemi, seperti tahun lalu. Bedanya, tahun ini mereka diperbolehkan untuk salat tarawih di masjid atau musala, dengan syarat harus berada di zona hijau atau jingga. Juga mematuhi protokol kesehatan, agar meminimalisir penularan corona. Jangan sampai ada klaster baru dari masjid.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa kita semua harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam seluruh aktivitas.

Selain itu, seluruh umat muslim juga harus mematuhi protokol kesehatan saat beribadah di masjid. Dalam artian, jangan sampai lupa memakai masker saat akan berangkat untuk salat maghrib berjamaah atau tarawih.

Sudah banyak sekali masjid yang mematuhi anjuran wapres untuk disiplin dalam protokol kesehatan.

Pertama, seluruh jamaah harus pakai masker, dan ketika ada yang tak mengenakannya akan dilarang masuk. Kedua, ada wadah cuci tangan di bagian luar (terpisah dari tempat wudhu) dan juga disediakan sabun antiseptik. Juga ada botol hand sanitizer yang bisa disemprot secara gratis.

Selain itu, tiap jamaah harus membawa sajadah sendiri, karena dikhawatirkan jika join sajadah berdua atau hanya mengandalkan karpet yang tersedia, akan terkena droplet yang mengandung virus covid-19. Sajadah harus dalam keadaan bersih dan higienis (jika perlu disemprot dengan cairan antiseptik sebelum digunakan).

Protokol kesehatan yang paling penting dilaksanakan di masjid adalah menjaga jarak. Pengaturan sajadah milik jamah tidak boleh berdempetan seperti sebelum pandemi, melainkan diberi jarak 1 meter.

Hal ini diperbolehkan dan tidak mengurangi pahala, karena alasan pandemi. Terakhir, antar jamaah tidak boleh bersalaman seperti biasa, untuk menghindari kontak fisik.

Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat. Karena kita ingin meraih pahala dengan salat tarawih di masjid, mumpung bulan puasa. Dengan syarat, semua harus menaati aturan dan jangan sampai ada yang lolos tidak memakai masker. Salat dengan mengenakan masker masih tetap sah dan tidak membatalkan ibadah tersebut.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas menyatakan bahwa menjaga protokol kesehatan mengajarkan kita untuk disiplin. Hal ini sesuai dengan spirit Ramadhan.

Dalam artian, saat bulan puasa, umat muslim wajib disiplin dengan menahan diri untuk tidak makan dan minum setelah subuh hingga maghrib. Dengan mematuhi protokol kesehatan, maka kita terbiasa disiplin dan akhirnya menjalankan puasa dengan mudah.

Yaqut menambahkan, kedisiplinan dalam menjaga protokol kesehatan juga menjadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Dalam artian, kita wajib untuk berusaha sebelum benar-benar pasrah. Usaha yang dimaksudkan adalah mencegah terjadinya penyakit, karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Faktanya, ada sebagian pasien corona yang tidak selamat saat menjalani pengobatan, karena punya komorbid.

Pencegahan corona juga bisa dilakukan dengan vaksinasi. Semua orang wajib mendapatkan injeksi vaksin agar memiliki kekebalan tubuh terhadap corona. Umat muslim jangan khawatir karena vaksinnya halal dan dijamin oleh MUI. Sehingga mereka tidak ragu lagi saat mendapatkan suntikan.

Mematuhi protokol kesehatan merupakan kewajiban agar kita tidak terkena corona. Begitu juga saat ramadhan. Saat akan berangkat salat berjamaah di masjid, harus mematuhi protokol dengan memakai masker yang bersih, membawa sajadah sendiri, dan sudah berwudhu dari rumah. Dengan menaati protokol, maka kita bisa beribadah dengan tenang dan mendapatkan pahala.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

August 15, 2026

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

August 15, 2026

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

Suksesi Beradab, Jam’iyyah Bermartabat: Catatan untuk Muktamar Ke-35 NU

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Oleh : Anis Maftukhin Dari majelis lailatul ijtima’, naharul ijtima’, hingga rutinan Yasin dan tahlil…

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.