• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Parade Tauhid Identik Gerakan Politk

Parade Tauhid Identik Gerakan Politk

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 27 September 2019

Oleh : Muhammad Zaki (Pengamat Sosial Politik)

Kelompok 212 kembali memobilisasi massa. Dengan alasan yang dipaksa-paksakan, kelompok ini menggelar aksi parade tauhid untuk mengumpulkan massa. Acaranya pun dikemas dengan nuansa keagamaan meskipun faktanya kegiatan tersebut sarat dengan kegiatan politik.
Kelompok 212 dan FPI kembali berunjuk rasa untuk memulangkan Habib Rizieq yang pergi ke Arab Saudi.

FPI pun ngotot dan membungkus acara tersebut dengan Agenda Parade Tauhid, guna memulangkan kembali Habib Rizieq ini. FPI dinilai bersikukuh dalam memperjuangkan kepulangan pentolannya tersebut. Setelah sebelumnya mereka gagal akibat terkena biaya overstay dengan mengadakan ijtima Ulama 4. Dan kini upaya itu kembali digaungkan dengan menggelar parade tauhid.

Sebetulnya indikasi kearah tersebut telah terlihat dari beberapa aksi demo, khususnya yang terjadi di wilayah Jakarta. Hal itu tercermin saat sejumlah ibu-ibu membawa spanduk bertuliskan tuntutan untuk memulangkan Rizieq. Selain itu ditemukan sebuah buku agenda guna menggagalkan pelantikan Joko Widodo sebagai presiden republik Indonesia.

Yang mana isinya begitu mengejutkan.
Dikabarkan jika agenda tersebut berisikan imbauan kekecewaan akibat gagalnya menyusupi aksi demo mahasiswa serta beberapa aksi lainnya. Namun, mereka kemudian mengakui jika pada tanggal 28 September akan diadakan parade tauhid yang belakangan di majukan menjadi 27 September 2019. Meski berjudul Parade Tauhid, ini bukanlah salah satu wujud agenda keagamaan, namun agenda politik.

Jika ditilik dari rencana mereka lainnya, ditemukan bahwa kelompok yang sama juga melancarkan aksinya menolak RUU KPK. Sehingga dari sini sudah terbukti jika dalam KPK ada “taliban” yang memiliki kepentingan politik. Namun, jika memang mereka bukanlah segolongan FPI, maka indikasinya ialah mereka mempunyai kepentingan yang sama.

Lalu, apa kiranya kepentingan itu?
Di sisi lain, jika melihat keinginan mereka untuk menggiring opini bahwa pemerintahan telah gagal, maka rencana jangka pendek mereka adalah menggulingkan pemerintahan Jokowi. Ini baru tahap awal, bayangkan jika Jokowi sampai lengser maka Indonesia akan kacau. Dan dari sanalah rencana jangka panjang dijalankan, yakni Indonesia sebagai negara Khilafah.

Rencana lain untuk langsung mengajukan perubahan ideologi menjadi Khilafah yakni dengan membuat opini ketidakpercayaan akan sistem demokrasi. Namun, agaknya mereka belum cukup memiliki kekuatan. Maka bisa disimpulkan kemungkinan pertama-lah yang mereka rencanakan.

Dilansir dari berbagai sumber, bahwa dalam parade tauhid nanti akan disampaikan beberapa aspirasi. Termasuk tuntutan kepulangan Imam Besar FPI tersebut. Guna melancarkan aksinya, ditengarai mereka memanfaatkan isu PKI, agar masyarakat banyak mendukung aksi tersebut. Namun,sayangnya kini banyak masyarakat yang melek, jika hal itu adalah suatu siasat pengalihan isu dari para kaum radikal. Yang mana merupakan ancaman sebenarnya bagi bangsa kita.

Berkaitan dengan soal persatuan umat Islam, sama halnya dengan isu komunisme. Isu ini mereka pakai dengan harapan umat Islam yang merupakan mayoritas akan mendukung aksi yang mereka lancarkan. Akan tetapi, hal ini tampaknya harus menghadapi pihak NU, yang mana organisasi terbesar di Indonesia ini mendukung penuh Pancasila dan terang-terangan menolak ideologi Khikafah.

Hal menarik lain ialah, kecemasan mereka merindukan kepulangan sang Imam besar guna berjuang kembali bersama-sama. Hal ini ihwal terjadi, karena pemerintah juga tidak menghalangi kepulangan beliau ini. Bahkan, jika tak ada fasilitas tiket pesawat, Moeldoko dengan senanga hati akan memberikannya. Namun, Moeldoko menyatakan apakah sang Imam ini masih punya nyali untuk pulang ke Tanah Air?

Terkait denda Overstay Rizieq, agaknya pemerintah enggan merespon. Pasalnya Sang Imam telah gembar-gembor mempunyai visa unlimited. Atau jika tidak tentunya Rizieq bisa saja meminta kepada Raja Salman secara langsung, bukankah ia tamu kehormatan? Kenapa hal ini juga semakin repot, sehingga harus mengadakan parade-parade semacam parade tauhid ini. Namun, agaknya niat FPI guna melangsungkan aksi ini terlihat menggebu-gebu.

Pendapat lain datang dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Yakni, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menghadiri gerakan yang terindikasi akan menodai agama serta dianggap memiliki untuk memecah-belah bangsa. Selain itu Gerakan tersebut merupakan suatu gerakan politisasi agama. Pihak MUI sebagai khadimul ummah dengan tegas menolak dan imbau agar warga tidak perlu menghadiri ajakan tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan, agar warga diharap tak gubris gerakan Parade Tauhid ini. Karena dinilai akan mengancam persatuan, indikasinya ialah memecah belah bangsa dan negara.

 

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

August 19, 2026

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

August 19, 2026

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT Oleh: Servatius Yosef Bencana gempa bumi…

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) akan…

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.