• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Para Pemimpin Dunia Menaruh Harapan Besar pada Presidensi G20

Para Pemimpin Dunia Menaruh Harapan Besar pada Presidensi G20

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 30 October 2022

Para Pemimpin Dunia Menaruh Harapan Besar pada Presidensi G20

Oleh : Dinda Saputri

Presidensi G20 yang dipegang oleh Indonesia tahun ini disambut baik oleh publik. Besar harapan masyarakat agar pemerintah dapat memanfaatkan kesempatan ini demi kepentingan bangsa.

Dukungan sosial dari berbagai kalangan dapat dimanfaatkan sebagai modal pemerintah untuk dapat mendorong agenda nasional di forum bergengsi ini, termasuk dari para pemimpin dunia khususnya yang menjadi anggota dari forum G20 sendiri.

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Ibrahim Shtayyeh pada pertemuannya dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, berharap Indonesia dapat menyampaikan dukungan terhadap negaranya dalam forum KTT G20 yang akan berlangsung di Bali November mendatang.

Shtayyeh mengatakan Palestina mendoakan semoga Indonesia sukses dalam menyelenggarakan KTT G20. Shtayyeh juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Indonesia yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas dalam program-program maupun upaya-upaya politik atas kemerdekaan Palestina.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia dan Palestina menandatangani sejumlah nota kesepahaman, yang menurut Shtayyeh, menunjukkan dukungan yang nyata dari Indonesia kepada Palestina dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan juga capacity building.

Shtayyeh menyambut baik banyaknya wisatawan Indonesia ke Masjid Al-Aqsa. Dia berdoa, manakala Presiden Jokowi berkunjung ke Palestina di masa mendatang, Palestina sudah merdeka dengan Yerusalemnya, dan dapat menunaikan shalat berjamaah di Masjid Al-Aqsa.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan delegasi Bank Dunia atau World Bank di Istana Merdeka, Jakarta, mengatakan bahwa Bank Dunia mengucapkan selamat atas presidensi G20 Indonesia. Delegasi Bank Dunia juga menaruh banyak harapan pada Indonesia dalam presidensi G20 kali ini.
Delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Axel van Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku Regional Vice President East Asia and Pacific, serta Satu Kahkonen selaku Country Director Indonesia and Timor-Leste.
Menteri Suharso menambahkan bahwa Bank Dunia juga memberikan penilaian yang positif atas perkembangan ekonomi Indonesia saat ini. Di antara negara-negara yang sekarang sedang menghadapi situasi yang serba sulit, Indonesia relatif bisa menjaga stabilitas perekonomian dengan menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi pada level sekitar lima persen.
Menteri Suharso menjelaskan bahwa Bank Dunia juga menyarankan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonominya dari sumber-sumber lain, misalnya dari ekspor. Terkait ekspor, Bank Dunia menilai perlu sebuah reformasi struktural yang dapat menekan tarif. Bank Dunia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam hal keamanan pangan dan transisi energi, termasuk memuji Indonesia yang telah menyiapkan peta jalan untuk ekonomi hijau ke depan.
Dukungan Bank Dunia tersebut telah dilakukan secara bertahap dan telah menyatakan komitmen dalam mendukung pembiayaan pada bidang energi, blue economy, food security, mangrove, dan climate change sekitar USD 1,6 miliar.
Pada kesempatan lain, Presiden Jokowi melayangkan ucapan selamat kepada Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru dilantik, Rishi Sunak melalui postingannya di media sosial Twitter. Dalam kicauannya tersebut, Presiden Jokowi berharap hubungan bilateral Indonesia-Inggris dapat semakin erat di era kepemimpinan Sunak termasuk mendorong perdamaian dan kesejahteraan dunia. Ia juga mengundang PM Inggris keturunan India pertama tersebut untuk hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali mendatang.
Sunak merupakan mantan Menteri Keuangan era Boris Johnson yang meraih posisi PM Inggris setelah satu-satunya rival dalam pemilihan tersebut, Penny Mordaunt, mengundurkan diri dari pencalonan. Ia menjadi salah satu politikus Inggris yang populer di media social karena aktivitasnya yang terkenal ramah, Sunak pun mendapat julukan media “Rishi Dishy”.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyampaikan harapan dunia pada G20 yang sangat besar agar dapat memimpin pemulihan ekonomi global dan menghasilkan solusi yang konkret. G20 harus menjadi katalis bagi pemulihan global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Inklusifitas menjadi kunci dimana isu inklusifitas ini sangat terefleksi dari tema besar Indonesia sebagai Presidensi G20, yaitu pulih bersama, pulih makin kuat.
Peneliti di Institute of Development on Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan tugas penting Indonesia dalam kapasitas sebagai Presidensi G20 adalah menyatukan ide dan gagasan karena ada beberapa kebijakan di negara anggota G20 yang berlawanan dengan pemulihan ekonomi negara berkembang.
Bhima mencontohkan bagaimana sebagian negara anggota G20 melakukan normalisasi kebijakan moneter lebih cepat dibandingkan perkiraan. Termasuk Amerika yang melakukan tapering off atau kebijakan untuk mengurangi nilai pembelian aset seperti obligasi (surat utang), dengan menaikkan suku bunga pada 2022 dan ini akan diikuti oleh negara maju lainnya.
Bhima menambahkan hal lain yang bisa berimbas negatif terhadap pemulihan ekonomi negara berkembang adalah krisis energi dan krisis komoditas. Indonesia harus bisa memberikan saran agar negara-negara maju anggota G20 memperhatikan kepentingan negara berkembang.
Menurutnya negara maju dan negara berkembang memiliki kepentingan yang sama yaitu pemulihan ekonomi yang merata dan solid. Hal ini penting untuk menghindari krisis lanjutan setelah krisis akibat pandemi Covid-19.
Bhima mengatakan forum G20 dapat dijadikan kesempatan untuk mendorong ekspor-ekspor yang lebih baik lagi di negara-negara anggota G20 dan menggaet investasi yang dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi khususnya di energi terbarukan, dan Bhima optimis bahwa Indonesia dapat melaksanakannya dengan baik.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.