• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Sport»Papua Siap Menyelenggarakan PON

Papua Siap Menyelenggarakan PON

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 8 February 2021

Oleh : Rebecca Marian

Tanggal 20 Oktober 2021, pekan olahraga nasional ke-20 akan diselenggarakan di Papua. Acara yang ditunda setahun karena pandemi ini tetap disiapkan dengan baik, karena pemerintah daerah Papua berusaha jadi tuan rumah yang ramah dan profesional. Sejumlah arena olahraga disempurnakan, agar acara berlangsung dengan lancar.

Masyarakat Indonesia menanti PON XX dimulai, beberapa bulan lagi. Setelah tahun 2018 lalu mereka menikmati berbagai pertandingan olahraga di Asian Games, tahun 2021 mereka bisa puas menonton atlet-atlet Indonesia yang berlaga. Pemerintah daerah Papua bangga karena ditunjuk jadi tuan rumah PON, karena mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat.

Persiapan PON XX sudah 100%. Tempat pertandingan yang sudah siap di antaranya Stadion Lukas Enembe di Jayapura, GOR futsal di Mimika, dan Sirkuit Dominggus Mandacan di Manokwari. Ada pula GOR voli, GOR GIDI, GOR Trikora, GOR Cendrawasih, dan lapangan softball dan baseball. Untuk pertandingan renang maka disiapkan arena akuatic.

Stadion Lukas Enembe awalnya bernama Stadion Papua Bangkit. Namanya diganti karena untuk menghormati Gubernur Papua Lukas Enembe.

Stadion sepakbola ini amat membanggakan karena merupakan tempat olahraga terbesar se-Indonesia timur. Daya tampungnya mencapai 40.000 penonton dan berstandar internasional, memenuhi peraturan FIFA. Sedangkan luasnya 71.697 meter persegi.

Baca juga: Tak Hanya Tas Wanita, Produk Lokal Voila Leather Mampu Memproduksi Tas Pria dengan Kualitas

Selain stadion dan arena olahraga, pemerintah daerah Papua sudah punya Wisma Atlet yang berada di lapangan Mandala, Kota Jayapura. Wisma atlet dan kantor KONI Papua diresmikan oleh Lukas Enembe, Gubernur Papua, tanggal 24 Agustus 2020. Wisma atlet bisa menampung hingga 524 atlet.

Wisma atlet diklaim setara dengan hotel berbintang, dan gedungnya ada 7 lantai. Selain untuk tempat menginap, ada pula area dan peralatan latihan atlet. Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan bahwa pembangunan wisma atlet sekaligus kantor KONI dilakukan selama 9 tahun. Mulai sekarang atlet Papua bisa tinggal di gedung bintang 4 dan tidak setengah mati lagi.
Fasilitas di wisma atlet memang sangat penting.

Karena pada PON XX, ada banyak atlet yang datang dari provinsi lain. Total kuota atlet 6.442 orang, yang berasal dari 37 cabang olahraga. Belum ditambah dengan pelatih dan tim official. Sehingga keberadaan wisma atlet sanagt dibutuhkan untuk penginapan mereka.

Cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan antara lain akuatik, anggar, angkat besi, atletik, baseball, bermotor, dan billiar. Juga ada pertandingan bola basket, bola tangan, vol, bulutangkis, catur, cricket, dayung, gulat, hoki, judo, karate, kempo, layar, dan menembak. Selain itu, ada pula lomba muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, rugby, dan lain-lain.

Keberhasilan penyelenggaraan PON XX sangat diutamakan, karena pemerintah daerah Papua ingin memberikan yang terbaik. Tak hanya bagi para atlet yang berlaga, namun juga kepada penonton. Baik yang akan melihat langsung di stadion, maupun yang melihat tayangannya di televisi / via streaming.

Pemerintah daerah Papua berusaha jadi tuan rumah yang baik, karena menjadi host PON adalah sebuah kehormatan. Ketika pekan olahraga diadakan di Bumi Cendrawasih, maka akan banyak sorotan mata ke Papua. Tak hanya dari WNI, namun juga dari penonton di luar negeri.

Mereka akan melihat betapa Papua sudah maju dengan berbagai fasilitas olahraga dan infrastruktur yang berstandar internasional. Bumi Cendrawasih sudah modern, dan tak lagi lekat dengan streotype keterbelakangan. Indonesia timur amat cantik dan amat layak untuk dikunjungi oleh turis.

PON XX di Papua adalah acara besar yang tak hanya penting bagi atlet dan pelatih, tapi juga pemerintah daerah. Kesuksesan PON adalah sebuah kewajiban. Karena menunjukkan bahwa pemda Papua siap menjadi tuan rumah yang baik dan bekerja secara profesional.

Penulis adalah mahasiswi Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.