• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»OPM Kembali Lakukan Teror Brutal di Jayawijaya, Warga Papua Bersatu Tolak Kekerasan

OPM Kembali Lakukan Teror Brutal di Jayawijaya, Warga Papua Bersatu Tolak Kekerasan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 June 2025

JAYAWIJAYA – Jayawijaya kembali menjadi saksi kekejaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai penembakan brutal terhadap dua pekerja bangunan rumah ibadah, Rahmat Hidayat dan Saepudin di Kampung Kwantapo, Distrik Asotipo. Tindakan ini tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menodai kesucian tempat ibadah dan mengguncang nurani kemanusiaan.

Serangan terhadap warga sipil semakin mempertegas bahwa OPM kian kehilangan arah perjuangan. Alih-alih membela masyarakat Papua, OPM justru menebar teror dan luka mendalam bagi warga asli. Ironisnya, propaganda yang disebar kerap dibungkus dengan narasi palsu dan hoaks demi mengaburkan fakta keji di lapangan.
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan OPM tidak merepresentasikan aspirasi rakyat Papua.
“Apa yang mereka lakukan bukan perjuangan, melainkan pembunuhan yang melukai kami semua,” ujar Ronny.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk bersinergi menjaga keamanan.

“Masyarakat tidak boleh takut. Kita harus lawan teror ini dengan persatuan dan kekuatan moral,” tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Klasis Baliem Yalimo, Pendeta Eduard Su, yang menyebut tindakan OPM sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai agama.

“Gereja seharusnya menjadi tempat damai, bukan medan kekerasan. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Pendeta Eduard.

Ia mengajak seluruh umat untuk bersatu menolak teror dan tidak terpengaruh oleh propaganda separatis. Menurutnya, kekejaman OPM justru mengkhianati semangat kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual masyarakat Papua.

Sementara itu, warga yang selamat dari serangan, Markus Murib, mengungkapkan keresahannya atas situasi yang mencekam.

“Kami hanya ingin hidup tenang, bekerja dan beribadah tanpa rasa takut,” ungkap Markus Murib.
Tragedi ini menjadi penanda bahwa narasi kebencian OPM tidak lagi mendapat tempat di hati masyarakat Papua. Kekuatan rakyat kini terletak pada suara damai dan penolakan terhadap kekerasan. Sebuah sinyal kuat bahwa Papua menolak tunduk pada teror, dan memilih jalan damai untuk masa depan yang bermartabat. (^)

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.