• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»NKRI Milik Kita Bersama

NKRI Milik Kita Bersama

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 September 2019

Oleh : Aldia Putra (Pengamat Sosial Politik)

Negeri kita sedang berduka, Ibu Pertiwi tengah dilanda nestapa oleh berbagai permasalahan yang ada. Papua Membara untuk sekial lama, gempa bumi terjadi di sebagian wilayah nusantara. Kebakaran Hutan-pun urung teratasi, hingga aksi demonstrasi diberbagai wilayah juga tak kunjung berhenti.

Kita bisa membayangkan berapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk memulihkan situasi dan kondisi agar kembali seperti tempo hari. Di luar bencana alam yang memang tak bisa dihindari, mata hati sebagian insan arif bijaksana negeri ini menatap nanar ke arah para broker dan mafia poltik yang tengah bermain api.

Pengikut setia teori Niccolo Machiaveli nampaknya sedang menghalalkan segala cara untuk menggapai ambisi politik mereka, seraya merapal salah satu mantra sakti sang guru bahwa “politics have no relation to morals” .

Hingar bingar demonstrasi dan unjuk rasa tampaknya sengaja dikoordinir dengan mengumpulkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh hingga suporter sepakbola. Mereka tumpah ruah bercampur menjadi satu, entah mereka semua benar – benar memahami apa yang sedang disuarakan, atau mereka hanya ingin ikut – ikutan saja.

Demonstrasi merupakan salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi yang diatur oleh konstitusi. Namun tindakan anarkis jamak kita dengar di berbagai pemberitaan. Padahal aksi damai tanpa melecehkan tentu akan menarik simpati serta apresiasi dari masyarakat
Beberapa peserta demonstrasi tentu saja selain yang didorong oleh idealisme murni, ada yang sama sekali tidak mengetahui, apalagi memahami apa yang diprotesnya dengan demo itu. Sebagian lain ternyata hanya ikut – ikutan atau gaya – gayaan, dan sebagian justru tergiur dengan uang lelah yang akan diterimanya.

Aksi unjuk rasa yang memprotes RUU KPK, RKUHP dan beberapa lainnya dijadikan peluru untuk mencapai tujuan politis, belum lagi ditambah dengan isu Papua dan Kebakaran hutan dan lahan. Kesemua permasalahan tersebut disatukan dalam “blended issues” untuk menciptakan instabilitas politik dan keamanan nasional guna menjatuhkan Presiden Joko Widodo.

Sehingga agenda pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih , hasil pemilihan umum 2019 yang sah, dapat digagalkan sebagai “agent of social change”, tentu merupakan sesuatuyang wajar apabila mahasiswa bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Namun alangkah baiknya sikap kritis yang dijunjung tersebut ditunjang dengan pemahaman yang memadahi terhadap politik praktis yang sedang berlangsung, sehingga aksi – aksi mereka tidak dimangaatkan oleh para petualang politik yang sengaja memperkeruh keadaan.

Jangan sampai hanya karena ajakan ataupun provokasi, kita turun ke jalan membawa spanduk tanpa mengetahui substansi yang tengah diperjuangkan, alih – alih menjadi sambungan lidah masyarakat, justru ketika kerusuhan terjadi justru akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Terkait dengan kebakaran hutan, Pemerintah juga telah melakukan segala upaya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Presiden Jokowi juga ikut terjun ke lapangan untuk meninjau proses hujan buatan dengan menabur garam.

Mantan Walikota Surakarta tersebut juga menegaskan, segera supaya dilakukan pemerintah. Juga lewat water bombing yang dilakukan dengan 52 pesawat.

Artinya pemerintah tentu berusaha untuk menangani permasalahan yang ada, segala upaya memang telah dilakukan, meski demikian kita tentu harus mewaspadai atas segala kemungkinan yang terjadi.

Tentu saja mengurus negara ini merupakan beban dan tanggungjawab yang besar, hal ini tentu bukan hanya menjadi urusan presiden semata. Melainkan juga partai politik dan para pemangku kepentingan lainnya.

Jokowi juga pernah mengatakan, bahwa keutuhan NKRI harus ditempatkan di tempat yang paling penting. Artinya meski kita memiliki banyak perbedaan, rasa persatuan haruslah tetap dijunjung.

Jangan sampai karena emosi yang tidak terkontrol, lambang negara dihina hingga melecehkan pemerintahan yang sah secara konstitusional.
Apabila sebuah kelompok ingin melakukan aksi damai, mestinya aksi tersebut tidak perlu diwarnai dengan berbagai macam kekerasan maupun tindakan anarkis. Meski demonstrasi telah diakui secara konstitusi, bukan berarti aksi demo diwarnai dengan pengrusakan apalagi penurunan foto Presiden.

Jika Mahasiswa maupun kelompok tertentu ingin menyampaikan aspirasi, tentu harsu bersama sama menjaga Indonesia yang demokratis, aman dan damai. Semua peserta aksi juga harus menaati peraturan perundang – undangan. Serta sama – sama tetap menjaga kondusifitas.

 

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

September 18, 2026

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

September 18, 2026

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap…

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua  Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting mengingat Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar sekaligus karakter geografis yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbeda. Sagu, ubi dan berbagai komoditas pangan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Di sisi lain, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pangan strategis lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan pengembangan potensi tersebut sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua perlu dibangun dari kekuatan yang tersedia di wilayah tersebut. Karena itu, beras, sagu, ubi dan pangan lokal lainnya didorong untuk berkembang bersama masyarakat setempat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak diarahkan untuk menggantikan pangan lokal dengan komoditas tertentu. Sebaliknya, pemerintah berupaya mempertemukan kekuatan pangan tradisional dengan teknologi dan sistem pertanian modern. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dapat berlangsung tanpa mengabaikan karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Komitmen pemerintah tersebut turut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang sebelumnya diselenggarakan pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan Papua yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. …

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.