• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Muktamar NU ke-35 Memanas: Arus Bawah Tolak Wajah Lama, Nama Gus Yusuf Mencuat

Muktamar NU ke-35 Memanas: Arus Bawah Tolak Wajah Lama, Nama Gus Yusuf Mencuat

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 2 June 2026

Menjelang Muktamar NU ke-35, isu yang selama ini beredar di ruang-ruang diskusi Nahdliyin mulai mengemuka secara terbuka:, perlukah dilakukan penyegaran total terhadap jajaran inti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)?

Gelombang aspirasi tersebut menguat setelah sejumlah tokoh dan peserta Halaqoh Nasional di Boyolali menyoroti pentingnya mengembalikan independensi organisasi dari konflik kepentingan dan polarisasi elite. Di tengah meningkatnya dinamika internal, muncul pandangan bahwa Muktamar kali ini tidak cukup hanya memilih pemimpin baru. Yang lebih krusial adalah memastikan posisi-posisi strategis diisi oleh figur yang tidak terseret dalam faksi maupun tarik-menarik kepentingan yang membelah perhatian warga NU.

“Yang perlu diselamatkan bukan kursi dan struktur, tetapi amanah pendiri, kepemimpinan ulama, dan kepercayaan masyarakat,” ujar Gus Mustafid.

Pernyataan tersebut dibaca banyak kalangan sebagai kritik tajam terhadap kecenderungan organisasi saat ini yang dinilai terlalu sibuk mengelola pertarungan internal, ketimbang memperkuat agenda keumatan.

Rapor Merah Internal: 5 Persoalan Besar NU

Dalam halaqoh di Boyolali tersebut, para peserta memetakan sedikitnya lima persoalan besar yang tengah dihadapi NU saat ini:

1. Melemahnya posisi dan wibawa Syuriyah.

2. Kaburnya batas antara otoritas ulama dan kepentingan politik praktis.

3. Lambatnya regenerasi ulama organisatoris.

4. Terjadinya polarisasi elite yang berdampak ke akar rumput.

5. Kurangnya fokus pada penguatan ekonomi dan pendidikan warga.

Di tengah situasi tersebut, muncul gagasan kuat agar Muktamar ke-35 menjadi momentum regenerasi total Figur-figur yang akan mengisi posisi sentral PBNU diharapkan hadir dari kalangan yang memiliki rekam jejak keilmuan mapan, independensi, integritas, serta relatif bebas dari kontroversi politik.

Gus Yusuf Chudlori Dinilai Layak Nakhodai Tanfidziyah PBNU

Seiring dengan penajaman kriteria calon pemimpin tersebut, beberapa nama potensial mulai digandeng oleh arus bawah. Salah satu nama yang mencuat kuat ke permukaan adalah KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

Gus Yusuf dinilai sangat layak untuk mengisi posisi strategis di jajaran Tanfidziyah. Sosoknya dipandang mampu menjadi motor penggerak organisasi yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga berkomitmen penuh untuk menjaga marwah dan wibawa Syuriyah sebagai lembaga tertinggi di NU.

Hal ini diungkapkan secara terbuka oleh Alfin Andriansyah S., seorang kader muda NU asal Boyolali. Menurutnya, sosok pemimpin ke depan haruslah merepresentasikan denyut nadi pesantren.

> “Gus Yusuf merupakan salah satu tokoh pesantren yang menurut kami sangat layak untuk menakhodai Tanfidziyah PBNU ke depan,” tegas Alfin saat memberikan pandangannya terkait kriteria ideal figur PBNU.

>

Dukungan serupa juga diperkuat oleh tuan rumah Halaqoh Nasional, **KH Raden Muhammad Yasin**. Ia menilai Gus Yusuf adalah sosok pemimpin muda yang memiliki jaringan multikultural yang luas, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai dasar organisasi karena **sangat paham terhadap tradisi, tata krama, dan adab-adab NU**. Karakter ini dinilai krusial untuk mengembalikan keharmonisan hubungan antara Tanfidziyah dan Syuriyah.

Selain itu, Gus Yusuf juga dipandang sebagai figur yang cukup representatif dan mampu merangkul serta menaungi semua kalangan di dalam tubuh NU. Apalagi, dalam forum tersebut, sejumlah peserta halaqoh sempat menyampaikan aspirasi agar NU di masa depan lebih serius mendorong pondok pesantren untuk mendekatkan diri dengan dunia seni dan budaya.

> “Sosok itu (yang dekat dengan seni-budaya, memahami adab NU, dan bisa menaungi semua kalangan) ada pada Gus Yusuf,” ungkap KH Raden Muhammad Yasin.

>

### Tantangan di Arena Muktamar

Wacana penyegaran total dan pemunculan nama-nama alternatif untuk jajaran eksekutif (Tanfidziyah) ini tentu tidak akan berjalan mulus. Setiap gelaran Muktamar NU selalu menjadi arena pertarungan gagasan sekaligus kontestasi pengaruh yang sengit antar-faksi.

Namun, satu hal mulai terasa jelas di Boyolali: di tingkat akar rumput Nahdliyin, **tuntutan terhadap wajah baru, penegakan adab organisasi, dan energi baru semakin sulit diabaikan.**

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah akan ada perubahan. Tetapi, seberapa jauh dan berani perubahan itu akan diwujudkan dalam Muktamar ke-35 nanti.

Kebijakan Fiskal Adaptif untuk Menahan Tekanan Ekonomi Global

June 2, 2026

Stimulus Fiskal Jadi Instrumen Menjaga Konsumsi dan Aktivitas Ekonomi Nasional

June 2, 2026

Kebijakan Fiskal Adaptif untuk Menahan Tekanan Ekonomi Global

By Kata IndonesiaJune 2, 20260

Kebijakan Fiskal Adaptif untuk Menahan Tekanan Ekonomi Global Oleh: Bara Winatha Pemerintah terus memperkuat strategi…

Stimulus Fiskal Jadi Instrumen Menjaga Konsumsi dan Aktivitas Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 2, 20260

Stimulus Fiskal Jadi Instrumen Menjaga Konsumsi dan Aktivitas Ekonomi Nasional Oleh: Farhan Akbar Hidayat Pemerintah…

Paket Stimulus Fiskal Semester II-2026 Didorong untuk Jaga Daya Beli dan Perputaran Ekonomi

By Kata IndonesiaJune 2, 20260

Paket Stimulus Fiskal Semester II-2026 Didorong untuk Jaga Daya Beli dan Perputaran Ekonomi Jakarta -…

Muktamar NU ke-35 Memanas: Arus Bawah Tolak Wajah Lama, Nama Gus Yusuf Mencuat

By Kata IndonesiaJune 2, 20260

Menjelang Muktamar NU ke-35, isu yang selama ini beredar di ruang-ruang diskusi Nahdliyin mulai mengemuka…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.