• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Momentum Natal 2019 Untuk Kedamaian dan Keutuhan NKRI

Momentum Natal 2019 Untuk Kedamaian dan Keutuhan NKRI

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 25 December 2019

Oleh : Nur Alim MA

Umat Kristiani menyambut Natal dengan suka cita. Namun menjelang Hari Natal, masih ada sedikit kegaduhan yang muncul yang bisa saja mengancam ketertiban hari natal. Keluarnya pernyataan dari Sekjen Front Pembela Islam (FPI) akan melakukan aksi boikot medsos seperti Facebook dan Whatsapp mengundang reaksi netizen diberbagai penjuru tanah air. Padahal Natal merupakan momentum untuk untuk menebarkan perdamaian dan memperkuat keutuhan NKRI.

Urusan boikot-memboikot memang tidak ada ormas yang ahli selain FPI. Namun, jika boikot tersebut dilakukan tanpa alasan yang jelas justru akan mengundang polemik ditengah-tengah masyarakat. Kebencian sebagian orang dengan sikap FPI akan semakin besar dan tentu akan merugikan bangsa kita sendiri. Simpati masyarakat juga bisa berkurang karena sikap para anggota FPI yang terlalu berlebihan dalam menindak tindakan yang mereka anggap tidak benar.

Tidak hanya FPI, salah satu Franchise Roti asal Korea Selatan, Tous Les Jours juga tengah menjadi sorotan karena video mereka yang melarang penulisan hari natal di roti yang dipesan oleh pelanggan yang datang. Alasannya karena bisa menghilangkan ke-halal-an makanan yang mereka jual. Hemat saya, ini terlalu berlebihan, apalagi kriteria halal tidaklah melihat kriteria simbol yang ada pada produk, melainkan bahan makanan dan cara mendapatkannya.

Bagi saya, perayaan hari natal tahun ini bagaikan ujian toleransi bagi kita semua umat beragama yang lahir dan hidup di negeri Indonesia. Betapa tidak, masuknya isu agama pada kontestasi politik nasional beberapa bulan lalu menjadi wabah yang serius karena merambah ke urusan menjalankan perintah atau tradisi agama yang kita anut.

Meskipun Negara ini mayoritas penduduknya beragama islam, namun kebebasan agama lain harus dijunjung tinggi agar tercipta keadilan sosial di semua sektor kehidupan masyarakat tanpa melihat latar belakang agamanya.
Bijaksananya adalah, perayaan hari natal tetap harus berjalan dengan tertib, tanpa saling menganggu satu sama lain. Biarlah yang beragama kristiani menjalankan itu dengan perasaan damai dan nyaman.

Justru yang beragama lain harus memberikan jalan selebar-lebarnya bagi umat kristiani untuk menjalankan perintah agama mereka, saling menjaga dan menjamin keamanan satu sama lain. Selain itu, meningkatkan pengamanan juga harus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kelompok-kelompok yang menganggu ketertiban.

Melibatkan elemen ormas juga penting agar saling menjaga satu sama lain. Disisi lain, pemerintah harus mampu menjamin keamanan setiap warga negaranya yang menjalankan keyakinan mereka sesuai dengan perintah undang-undang yang berlaku. Tujuannya adalah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang toleran dan saling menjaga satu sama lain tanpa melihat perbedaan yang mereka miliki.

Mengutip perkataan Quraish Shihab bahwasanya dalam membangun toleransi antar bangsa yang memiliki perbedaan yang kuat harus dilakukan dengan cara menghilangkan emosi agama.

Emosi agama hanya melahirkan kebencian, sehingga kita yang seyogyanya bersikap adil dan ramah terhadap sesama justru berubah menjadi garang setiap melihat perbedaan karena menilai perbedaan itu salah. Terjadilah kesalahpahaman yang terus-menerus sehingga menimbulkan kekacauan di mana-mana. Presiden Joko Widodo juga pernah menyampaikan bahwa kita sebagai bangsa harus bersikap sesuai dengan Pancasila agar tercipta kasih sayang dan kedewasaan dalam Bergama, berbangsa dan bernegara.

Pemerhati Politik, menetap di Kota Malang.

Kekerasan OPM Ancam Warga Sipil, Masyarakat Dukung Tindakan Tegas Apkam

August 19, 2026

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

August 19, 2026

Kekerasan OPM Ancam Warga Sipil, Masyarakat Dukung Tindakan Tegas Apkam

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kekerasan OPM Ancam Warga Sipil, Masyarakat Dukung Tindakan Tegas Apkam MIMIKA – Kekerasan yang diduga…

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT Oleh: Servatius Yosef Bencana gempa bumi…

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) akan…

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.