• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Teknologi»Minggu Dini Hari, 4 Kloter Haji Terakhir Diterbangkan ke Tanah Air

Minggu Dini Hari, 4 Kloter Haji Terakhir Diterbangkan ke Tanah Air

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 15 September 2019

 

Empat kelompok terakhir kloter haji akan diterbangkan ke tanah air pada Minggu (15/9) dini hari waktu Arab Saudi. Empat kelompok terakhir ini menjadi tahap terakhir masa pemulangan jamaah haji Indonesia.

Untuk jamaah yang akan dipulangkan tersebut terdiri dari rombongan kloter 97 Embarkasi Solo (SOC), kloter 40 Embarkasi Ujung Pandang (UPG), kloter 19 Embarkasi Banjarmasin (BDJ), dan kloter 15 Embarkasi Balikpapan (BPN).

Walau baru dipulangkan pada Minggu dini hari, namun mereka sudah mulai berangkat dari hotel ke bandara, pada Sabtu malam. “hak ini berdasarkan aturan, jamaah haji harus telah sampai di bandara empat jam sebelum pesawat take off,” ucap Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah, Cecep Nursyamsi.

Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sampai kemarin pukul 15.00 waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 199.542 jamaah haji Indonesia yang telah diterbangkan ke Indonesia.

Dari jumlah tersebut sebanyak 196.408 orang telah sampai Tanah Air. Jumlah itu pun akan terus bertambah seiring mendekatinya masa akhir pemulangan jamaah haji.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat menambahkan, akan diberangkatkannya kloter haji terakhir ini, maka pelayanan jamaah haji sudah selesai. Sebagian petugas Daker Bandara dan Madinah juga akan segera dipulangkan ke asalnya masing-masing.

“Kecuali tim advance akan stay tiga hingga empat hari untuk memastikan seluruh terkait penyelenggaraan ibadah haji, mulai pelayanan, kontrak pelayanan, kemudian pembayaran dengan pihak ketiga sudah selesai dilakukan oleh pihak Teknis Urusan Haji,” tuturnya

Namun, untuk jamaah yang masih tinggal karena dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), kata Arsyad, nama-namanya akan dilaporkan kepada Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang sekaligus Konsul Haji KJRI Jeddah.

Tim KJRI nantinya yang akan melakukan visitasi dan memonitor kondisi jamaah haji sakit dari waktu ke waktu.

“Ketika sudah membaik, sesegera mungkin jamaah tersebut akan dipulangkan ke Tanah Air,” tutup Arsyad.

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif

September 1, 2026

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

September 1, 2026

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai memiliki…

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen Jakarta – Investasi nasional menjadi…

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.