• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mewaspai Provokasi Jelang Pemilu 2024

Mewaspai Provokasi Jelang Pemilu 2024

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 August 2023

Mewaspai Provokasi Jelang Pemilu 2024

Oleh : Eva Kalyna Audrey

Jelang Pemilu 2024 masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena ada provokasi agar mereka menolak program 5 tahunan ini. Jangan sampai mereka percaya akan hoaks, propaganda, dan provokasi yang berpotensi menggagalkan Pemilu 2024. Pemilu adalah agenda wajib dan tidak dapat diganggu-gugat, dan menghasut rakyat Indonesia untuk menolaknya adalah sebuah kejahatan.

Pemilu (pemilihan umum) akan diselenggarakan bulan Februari 2924, dan wajib disiapkan dari sekarang agar nantinya berjalan dengan baik. Seluruh elemen masyarakat bersinergi untuk menciptakan pemilu damai dan mendukung pemerintah, KPU, dan segenap pihak lain. Perdamaian harus dijaga agar pemilu berlangsung dengan lancar tanpa ada kerusuhan.
Salah satu cara untuk melancarkan Pemilu adalah menghimbau masyarakat untuk selalu waspada akan hal-hal yang bisa berpotensi menggagalkannya, termasuk provokasi.

Di daerah Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, ditemukan spanduk berisi provokasi untuk menolak Pemilu.

Spanduk berisi ajakan untuk menolak Pemilu dan mengajak untuk people power tersebut langsung diturunkan dan penemuannya dilaporkan ke Bawaslu (Bawaslu). Masih diselidiki oleh aparat keamanan siapa yang membuat dan memasang spanduk provokatif tersebut.

Camat Colomadu, Sriyono, menyampaikan bahwa spanduk itu ternyata bukan muncul begitu saja. Melainkan memang sengaja dipasang oleh orang tidak dikenal di ruas titik strategis yang dilalui oleh masyarakat.

Dengan adanya fenomena yang menggemparkan dan sangat berpotensi untuk mempengaruhi masyarakat tersebut, apalagi jika sampai membuat masyarakat benar-benar menolak pelaksanaan Pemilu. Hal itu akan sangat berdampak bagi banyak sekali pihak di Indonesia. Padahal Pemilu sudah diatur dalam Undang-Undang.

Ketika Pemilihan Umum tidak dilaksanakan tepat waktu, tentunya semua akan terganggu dan terguncang. Akibatnya akan ada kekosongan kepemimpinan sementara yang justru sangat rawan menjadikan bangsa ini dalam titik rawan.

Termasuk juga, apabila misalnya periode kepemimpinan sekarang terus dilanjutkan dengan tanpa adanya sirkulasi pergantian kepemimpinan. Hal itu juga sama saja, akan menimbulkan potensi konflik yang luar biasa.
Bagaimana bisa program yang sakral seperti Pemilu ditolak mentah-mentah? Sungguh aneh ketika masa kampanye belum dimulai tetapi ada pihak yang melakukan gerakan tolak Pemilu, dan modusnya amat dicurigai.
Masyarakat harus mewaspadai provokasi untuk menolak Pemilu karena memiliki banyak dampak negatif. Pertama, dari segi finansial, penolakan dan pemunduran jadwal Pemilu akan membuat dana yang sudah dikeluarkan akan jadi sia-sia. Ketika Pemilu batal maka ratusan juta lembar kertas suara akan terbuang karena program ini tidak jadi diadakan. Saat hal buruk ini terjadi, siapa yang akan menanggung kerugiannya?
Kedua, provokasi penolakan Pemilu akan membuat jadwalnya jadi berantakan. Pemerintah dan KPU sudah membuat jadwal Pemilu mulai dari masa kampanye, masa pemilihan, masa tenang, hingga pengumuman presiden. Namun saat ada boikot dan penolakan Pemilu dikhawatirkan akan merusak jadwal, dan lagi-lagi berefek pada keuangan. Penyebabnya karena pergeseran jadwal akan membuat budget penyelenggaraan Pemilu makin membengkak.
Sementara itu, tokoh pemuda Bangka Belitung Leno Seftian mengajak semua pihak, terutama pemuda dan generasi muda Babel, untuk ikut serta dalam memilih calon pemimpin yang memiliki dedikasi, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan yang tinggi. Ia juga menolak provokasi anti Pemilu yang baru saja beredar di Jawa Tengah.
Dalam artian, provokasi tolak Pemilu memang ada di Jawa Tengah. Namun tokoh di Bangka Belitung juga menolaknya, karena bisa jadi ada gerakan serupa di daerahnya. Jangan sampai ada provokasi di provinsi-provinsi lain dan mempengaruhi masyarakat untuk melakukan golput (golongan putih) karena akan merugikan mereka sendiri.
Pemilu adalah salah satu program untuk menjaga demokrasi, karena membuat rakyat bisa mengatur negara melalui wakilnya (anggota legislatif). Dengan Pemilu maka masyarakat bisa memilih presiden dan wakilnya sendiri, dan Indonesia akan menjadi negara yang benar-benar demokratis.
Akan tetapi jika ada provokasi untuk menolak Pemilu, maka demokrasi Indonesia bisa terguncang. Saat Pemilu ditiadakan atau ditunda maka tidak ada anggota MPR, padahal keberadaan mereka sangat penting, karena menjadi wakil rakyat dan sekaligus menjaga demokrasi. Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk terus mewaspadai provokasi untuk menolak Pemilu.
Apalagi di spanduk provokasi juga tertera ajakan untuk people power alias gerakan untuk menurunkan presiden. Bagaimana bisa ada oknum yang ingin menggerakkan rakyat, padahal seluruh WNI sangat mencintai Presiden Jokowi? Janganlah ia mengatasnamakan rakyat Indonesia, karena kenyataannya masyarakat tidak ingin agar beliau diganti hingga akhir masa jabatannya (tahun 2024).
Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai spanduk dan propaganda untuk menolak Pemilu dan mengajak untuk melakukan people power. Jangan hiraukan hasutan dari oknum karena menolak Pemilu sama saja melanggar Undang-Undang. Jika Pemilu dibatalkan atau ditunda maka ada kerugian besar, terutama dari segi finansial. Pemerintah, KPU, dan Bawaslu berusaha menyelenggarakan Pemilu sebaik-baiknya, dan masyarakat wajib untuk mendukungnya.

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Lintas Nusamedia

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.