• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Provokasi Papua Lives Matter

Mewaspadai Provokasi Papua Lives Matter

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 9 June 2020

Oleh : Abner Wanggai

Kasus George Floyd di Amerika mencuatkan tagar #BlackLivesMatter di media sosial. Di Indonesia, hashtag ini lalu diubah jadi #PapuaLivesMatter oleh beberapa orang yang merasa bahwa masih ada diskriminasi bagi warga asli Papua.

Padahal di Papua sudah tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap warga asli, jadi tidak bisa disamakan dengan kasus kematian George Floyd. Masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai provokasi yang dilakukan oleh kelompok separatis tersebut.

Akhir-akhir ini, tagar #PapuaLivesMatter sedang tren di media sosial Twitter dan Instagram. Naiknya hashtag ini bukan karena ulah buzzer, namun disebabkan oleh adanya oknum yang yang merasa dianaktirikan, lalu berkoar-koar di media sosial. Mereka memanfaatkan momen ketika ada tagar #BlackLivesMatter yang muncul karena kasus kematian warga kulit hitam Amerika, George Floyd.

Tagar #Papualivesmatter ini patut diwaspadai agar kita tidak mudah terprovokasi. Kondisi di Papua tidak bisa disamakan dengan kasus rasisme di Amerika. Ketika George Floyd meninggal dengan tragis karena kekejaman oknum petugas yang rasis, apakah ada kasus serupa di Indonesia? Kenyataannya, di Papua aman-aman saja. Begitu juga di daerah lain di mana ada warga asli Papua yang sedang merantau, tidak ada rasisme di sana.

Baca juga: Masyarakat Menolak Provokasi #PapuanLivesMatter

Awal mula ketika tagar #Papualivesmatter muncul, lantas di-blow up oleh Veronica Koman, seorang pengacara. Sejak beberapa tahun lalu, ia memang rajin berbicara di depan publik dan membela hak warga asli Papua yang menurutnya sering mengalami diskiriminasi di Indonesia. Beberapa pihak malah menuduhnya tidak setia pada NKRI karena dengan menaikkan tagar #PapuaLivesMatter bisa merusak kerukunan antar suku di Indonesia.
Jika himbauan untuk mendukung gerakan #PapuaLivesMatter terus didengungkan, maka semua rakyat bisa menyetujuinya, padahal hal ini tidak benar.

Dikhawatirkan malah bisa memicu keretakan antar suku. Sebagai wilayah paling Timur di Indonesia, memang ada kaum separatis yang ingin berpisah dari Indonesia. Walau Organisasi Papua Merdeka sudah diberangus, namun pecahannya masih juga berupaya untuk memerdekakan diri dan merusak persatuan di Indonesia.

Kaum separatis di Papua bisa makin senang ketika banyak yang terprovokasi oleh #PapuaLivesMatter. Padahal selama ini mereka yang mengacaukan kedamaian di Papua dan melakukan berbagai cara agar bisa berpisah dari NKRI.

Masihkah ingat dengan kasus Istaka Karya? Akhir tahun 2018 lalu, puluhan pekerjanya ditembak oleh anggota KKSB (kelompok Kriminal Separatis Bersenjata). Peristiwa ini menggegerkan warga Kabupaten Nduga, Papua, karena penembakannya terjadi di sana. Berita tentang kekejaman KKSB pun bergaung sampai ke seluruh Indonesia.

Akhir mei 2020 lalu juga ada kasus penembakan di Distrik Wandai Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sedihnya, yang ditembak adalah 2 orang petugas medis Covid-19, dan 1 orang langsung meninggal dunia.

Sedianya mereka akan mengantar obat corona bagi warga Papua, malah ditembak oleh anggota kelompok separatis Papua. Bukankah mereka mengemban misi mulia? Namun malah dihabisi oleh anggota KKSB yang menganggap 2 petugas medis itu adalah representasi dari pemerintah yang mereka benci.

Isu rasisme di Papua memang sengaja dinaikkan oleh para oknum agar banyak WNI yang membela mereka. Padahal kenyataannya berlawanan. Tidak ada lagi rasisme di Indonesia.

Bahkan Presiden Joko Widodo menunjuk 2 putra Papua untuk jadi pejabat penting pemerintahan. Yakni Wakil Mentri PUPR Wempi Wetipo dan Kepala BKPN Bahlil Lahadalia. Mereka dipilih berdasarkan kemampuannya dan tidak dilihat warna kulitnya.

Jangan sampai kita juga terprovokasi oleh tagar #PapuaLivesMatter. Keadaan di Papua beda jauh dengan di Amerika. Tidak ada rasisme di Indonesia. Jika mendukung Papua Lives Matter maka kaum separatis akan senang karena mereka yang sengaja mem-blow up isu tersebut untuk memecah belah persatuan bangsa.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.