• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mewaspadai Provokasi KST Papua Terkait Isu HAM di Forum Dunia

Mewaspadai Provokasi KST Papua Terkait Isu HAM di Forum Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 28 September 2021

Oleh : Alfred Jigibalom

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua terindikasi terus memprovokasi warga dengan membawa isu Hak Asasi Manusia (HAM) di beberapa forum dunia. Kita wajib mewaspadai manuver tersebut karena kenyataannya gerombolan tersebut yang selalu melanggar HAM.

Di Papua ada berbagai permasalahan yang masih cukup mengganjal, salah satunya adalah keberadaan organisasi Papua Merdeka dan Kelompok Separatis dan Teroris (KST). Mereka ingin memisahkan diri dari Indonesia dan menolak hasil Pepera, padahal peristiwa itu sudah terjadi puluhan tahun lalu (pada masa orde baru). KST menggunakan cara-cara licik agar keinginannya bisa terpenuhi.

Salah satu cara licik KST adalah dengan memprovokasi negara lain agar mendapat dukungan. Akhirnya Vanuatu, sebuah negara kecil di Kepulauan Pasifik, terang-terangan mendukung papua merdeka dan memprotesnya di depan audience di Sidang Majelis Umum PBB. PM Vaanuatu Bob Weigur menyerang tentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, padahal yang terjadi adalah sebaliknya.

Sindy Nur Fitri, Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap Republi Indonesia menangkis serangan Vanuatu dan menyatakan bahwa ia terkejut karena Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia.

Sindy menambahkan, tidak ada pelanggaran HAM di Indonesia, khususnya Papua. Malah yang ada KST yang melakukan pelanggaran hak asasi besar dengan membunuh para guru dan tenaga kesehatan, serta membakar gedung sekolah. Di mana Vanuatu ketika ada pekerja yang dibunuh oleh KST secara sadis? Mereka hanya bisa mengomel tanpa membuktikan langsung ke tanah Papua.

Sanggahan delegasi Indonesia cukup telak dan membuat pihak Vanuatu tidak berkutik. Walau belum ada permintaan maaf secara resmi tetapi bisa membuktikan bahwa perwakilan kita mampu membalas dengan kalimat yang menohok, dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Bisa saja perwakilan negara lain tidak tahu bahwa sebenarnya KST yang sering berbuat kejam pada rakyat Papua.

Kedaulatan negara wajib dibela dan negara lain tidak bisa mencampurinya, apalagi menyangkut urusan integritas. Jangan sampai negara lain seperti Vanuatu selalu merecoki dan menjelek-jelekkan Indonesia di mata dunia.

Sebenarnya bukan kali ini saja Vanuatu menyerang perwakilan Indonesia, karena tahun lalu mereka juga melakukan hal yang sama, tetapi langsung dibantah seketika. Anehnya kasus yang sama diungkapkan lagi di forum internasional, seolah-olah pemerintah kita yang bersalah. Padahal tidak terbukti ada pelanggaran HAM di Papua dan ungkapan Vanuatu tidak benar.

Masalah pelanggaran HAM adalah lagu lama yang selalu diprovokasi oleh KST, dan kita belum tahu mengapa Vanuatu selalu mendukung kelompok teroris tersebut. Padahal apa untungnya bagi mereka? Jika KST jaya belum tentu akan kecipratan rezeki atau mendapatkan benefit lain.

Malah bisa-bisa hanya diperalat sebagai tameng di forum internasional lainnya.
KST juga ditengarai pernah meminta dukungan kepada para tokoh yang berpengaruh di Amerika, dan membuat demo Papua merdeka. Walau demo ini tidak berhasil tetapi tentu menyebalkan.

Indonesia tidak pernah menjajah Papua dan kita berusaha menghapus kesan bahwa ada pelanggaran HAM. Jika ada banyak tentara dan polisi di Papua, maka bukan untuk mengurung rakyat, tetapi malah mengamankan mereka dari KST.

Serangan Vanuatu di forum internasional sangat mengesalkan karena mendukung KST dan menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya dan KST-lah yang dengan kejam membunuh perawat dan guru di Bumi Cendrawasih. Kita patut bangga pada delegasi Indonesia yang berhasil membela negara di forum internasional.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.