• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Penyebaran Covid-19 Pada Momentum Idhul Fitri

Mewaspadai Penyebaran Covid-19 Pada Momentum Idhul Fitri

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 22 May 2020

Oleh : Raavi Ramadhan

Ramadhan kali ini terasa berbeda dengan lebaran tahun lalu, dimana pada saat ini masjid tampak sepi karena tidak diperbolehkannya melangsungkan shalat di masjid secara berjamaah.

Masyarakat pun perlu proaktif mencegah penyebaran Covid-19 dengan tidak melakukan sholat Idul Fitri secara langsung dan melakukan silaturahmi secara virtual.
Sepinya masjid tentu saja disebabkan oleh himbauan pemerintah agar masyarakat tetap beribadah dirumah selama pandemi covid-19 belum berakhir.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Bansos Tahap Kedua Terdampak Corona

Di Arab Saudi, pemerintah melalui kementerian urusan Islam, dakrah dan bimbingan Arab Saudi mengumumkan bahwa shalat tarawih selama bulan Ramadhan hanya akan dilakukan di rumah. Hal tersebut dilakukan mengingat penangguhan shalat di masjid tidak akan dicabut hingga pandemi virus corona berakhir.

Sementara itu, Grand Mufti Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad al-sheikh, otoritas keagamaan tertinggi di Arab Saudi, juga mengatakan, warga Arab Saudi diminta melaksanakan shalat tarawih dan shalat idul fitri di rumah untuk mencegah penyebara virus corona.

Sheikh Abdul Aziz juga menjelaskan soal hukum melaksanakan shalat id di rumah apabila pandemi covid-19 masih tetap berlanjut.

Menurutnya, shalat id dapat dilakukan di rumah tanpa khotbah setelahnya, hal ini telah sesuai dengan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Komite Fatwa Arab Saudi.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Saudi juga telah memberikan peringatan tentang adanya lonjakan hingga 200.000 kasus dalam beberapa pekan ke depan. Sejauh ini yang bisa dilakukan pemerintah Arab Saudi adalah dengan menangguhkan penerbangan internasional, menangguhkan umroh dan menutup tempat umum.

Di Indonesia, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil kebijakan untuk memperpanjang masa darurat bencana wabah virus corona (covid-19) hingga 29 Mei 2020. Itu artinya kondisi darurat ini berlangsung hingga 5 hari setelah hari Raya Idul Fitri.
Sehingga tidak ada sholat ied pada hari lebaran baik yang diselenggarakan di lapangan atau di masjid.

Pihak Masjid Istiqlal menyampaikan bahwa pelaksanaan takbir bersama dan shalat pada hari raya Idul Fitri tidak akan dilaksanakan apabila penyebaran covid-19 masih tetap berlangsung.

Penetapan masa darurat ini tentu saja dengan pertimbangan dan perhitungan matang. Terlepas dari hal tersebut, kita semua harus tetap mendisiplinkan diri untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Dalam suasana lebaran, silaturahmi ke tempat saudara atau tetangga tentu hal yang lumrah karena sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia.

Namun dalam situasi seperti ini, tentu saja silaturahmi terutama kepada yang lebih tua sudah sepatutnya berganti format.
Apabila dulu silaturahmi dengan sungkeman secara langsung, untuk saat ini silaturahmi secara online tentu tidak ada salahnya untuk dilakukan. Kita juga bisa berkomunikasi melalui video call dari tempat tinggal masing-masing.

Bagaimanapun juga silaturahmi memang menjadi sesuatu yang penting, namun sebelum status pandemi ini berakhir, tentu sudah sepatutnya masyarakat mengikuti segala upaya yang telah dihimbau oleh pemerintah.
Silaturahim antar komplek tentu saja bisa ditunda terlebih dahulu, jika bertemu hindari bersalaman secara fisik, gunakan salam tradisional untuk saling mengucapkan maaf lahir bathin.

Sikap disiplin dan tetap stay dirumah serta menjaga jarak secara fisik, tentu hal tersebut dapat membantu menanggulangi penyebaran virus covid-19.

Tentu saja, seorang Muslim haruslah memiliki sikap yang proporsional dan adil, baik dalam aspek akidah, ibadah maupun mu’amalah.
Meski Virus Corona tidak lebih berbahaya dari MERS, namun virus corona ini memiliki kecepatan penyebaran atau penularan yang tinggi. Parahnnya orang yang positif terpapar corona terkadang tidak ditemukan gejala dan berpotensi untuk menularkan ke orang yang kontak dengannya.

Selain itu memaksakan diri untuk mudik tentu saja dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga. Kita juga tidak tahu apakah di tengah perjalanan menuju kampung halaman, tubuh kita menyenggol siapa saja tanpa kita sadari.

Budi Setyadi selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, kemenhub dengan kementerian terkait serta kepolisian akan menyampaikan imbauan secara luas kepada masyarakat agar tidak melakukan mudik pada tahun ini. Pemerintah juga menghimbau agar silaturahmi bisa dilakukan melalui media elektronik seperti video call.

Kita semua tengah mendapatkan musibah, covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana non-alam yang dampaknya sangat terasa baik dari kesehatan, ekonomi dan sosial. Tetap berada dirumah adalah salah satu solusi untuk mencegah penyebaran covid-19.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.