• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Organisasi Mahasiswa Ditunggangi Separatis Papua dan Pihak Asing

Mewaspadai Organisasi Mahasiswa Ditunggangi Separatis Papua dan Pihak Asing

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 17 February 2020

Oleh: Abner Wanggai

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerahkan data Tahanan Politik (Tapol) Papua kepada Menko Polhukam Mahfud MD pada senin (17/02/2020). Publik pun bersikap skeptis mengingat data tersebut hanya menggambarkan korban dari pihak kelompok separatis Papua dan tidak menyertakan Aparat Keamanan yang gugur apalagi warga sipil Papua. Tindakan tersebut juga menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa telah ditunggangi pihak asing dan separatis Papua.

Kehadiran Veronika Koman beserta anteknya membawa isu baru dianggap tengah merongrong negeri. Beragam tuduhanpun kembali dilayangkan kepada pengacara HAM ini. Vero yang sebelumnya vokal menyuarakan tentang Papua ini mengancam pemerintah dengan menyerahkan sejumlah bukti jika operasi militer di Papua tidak segera ditarik. Kendati demikian, pihak pemerintah dan aparat keamanan menanggapinya dengan kalem. Sebab, pemerintah dan aparat keamanan telah bertindak sesuai prosedur ketika bertugas di wilayah konflik, Papua.
Meski masih berstatus sebagai tersangka dan sedang diburu Polri, Vero agaknya berani menunjukkan batang hidungnya di muka publik. Sebagai informasi, Vero ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan terkait penyebaran konten hoax dan provokatif berkenaan dengan kerusuhan di Papua dan Papua Barat.
Bahkan baru-baru ini, Vero dan sekelompok aktivis mengaku menyerahkan data yang berisi 57 tahanan politik serta sekitar 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018 silam kepada Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, dokumen tersebut diserahkan saat Jokowi tengah berkunjung ke Canberra, Australia. Vero menuturkan, Jokowi telah membebaskan lima tahanan politik Papua selama periode pertama pemerintahannya, pada tahun 2015 lalu.
Namun, pada periode keduanya, terdapat 57 tahanan politik yang sedang menunggu sidang. Dalam pandangannya, langkah tersebut akan memperburuk kondisi di Papua. Sebagai informasi, jika ke-57 aktivis tersebut ditangkap karena tindakan makar yang dilakukan, saat menggelar aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Setelah menyerahkan data tersebut ke pihak Jokowi, Vero pun kemudian mempertanyakan langkah presiden terhadap permintaan atas penarikan pasukan tersebut. Mengingat akan banyaknya korban, namun tak kunjung terjadi.
Sementara itu, menanggapi permintaan tersebut, Polri menegaskan tidak akan menarik personelnya yang kini tengah bertugas di Papua. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono, tidak akan mungkin jika kepolisian bakal menarik personelnya dari wilayah konflik tersebut, sebab polisi bertugas untuk memberi pelayanan dan keamanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) diberitakan telah menyerahkan data Amnesty International Australia bersama aktivis dan pengacara HAM Veronica Koman kepada Menkopolhukam Mahfud MD.

Data tersebut diklaim berisi nama-nama rakyat Papua yang menjadi tahan politik dan warga sipil Papua yang tewas karena konflik bersenjata dengan TNI – Polri. Perwakilan BEM UI-lah yang menyerahkannya ketika Mahfud menjadi pembicara di Balai Purnomo Prawiro UI pagi ini.
Veronica Koman mengapresiasi langkah BEM UI yang telah menyerahkan data tersebut. Menurutnya, ini adalah langkah baik dalam menyikapi pemerintah yang dianggap abai terkait permasalahan HAM. Veronica menyebut, kini tidak ada alasan bagi pemerintah untuk berbicara jika belum menerima data. Disebutkan, Mahfud juga telah berjanji akan segera menindaklanjutinya.

Namun fakta lain bicara, data yang diserahkan oleh Veronika Koman dan diwakilkan oleh BEM UI ini dianggap timpang sebelah. Pasalnya, data tersebut hanya berisi data dari pihak KKB saja dan tidak ada yang berasal dari warga sipil papua maupun aparat keamanan. Wajar saja jika kemarin hari Mahfud MD menyebut data tersebut adalah sampah.
Informasi yang tidak berimbang menjadi bukti bahwa data yang diserahkan oleh mereka tidak objektif dan tidak valid.
Mahasiswa merupakan agent of change yang memiliki tanggung jawab sosial. Namun di sisi lain,mahasiswa tentu harus memiliki nalar kritis dalam menyikapi sebuah peristiwa. Penyerahan data Tapol Papua yang tidak berimbang justru akan menampar wajah mahasiswa itu sendiri. Selain menunjukkan sikap yang miskin kajian, ulah segelintir mahasiswa tersebut menjadi preseden buruk bahwa geralan mahasiswa ditunggangi kelompok separatis dan kepentingan asing
Dukungan terselubung BEM UI dan Vero terhadap KKB patut untuk diwaspadai. Nyatanya Veronika Koman beserta para aktivisnya hanya menyoroti masalah korban saja, dan ingin menyudutkan pemerintah beserta aparatur negaranya. Padahal jika disinkronkan dengan pihak yang bertugas di Papua semua data tersebut dapat dimentahkan.

Tak hanya itu, data tersebut seolah sengaja digulirkan ke muka umum untuk menjatuhkan pemerintahan. Vero dinilai pandai mengolah simpati publik, demi mendapatkan dukungan terkait konflik di papua ini. Kelihaian Vero terbukti mampu mempengaruhi adik-adik mahasiswa.
Patut disayangk Vero dan segelintir mahasiswa berdiri disamping Kelompok separatis dan bukan membela negeri. Mungkin saja Vero vokal menyuarakan HAM, mungkin saja Vero peduli kepada rakyat Papua, namun tampaknya Vero lupa jika aparat keamanan berhak mendapatkan perhatian juga, mengingat persoalan HAM menyangkut segala aspek mengenai manusia. Jika penyerangan yang dialami aparat TNI – Polri oleh KKB atau kelompok separatis Papua dinilai wajar, lalu Veronika ngomong HAM dari sisi yang mana?

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.