• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mewaspadai Aksi Teror Lone Wolf

Mewaspadai Aksi Teror Lone Wolf

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 1 February 2022

Mewaspadai Aksi Teror Lone Wolf

Oleh : Arif Rahman

Aksi teror masih menjadi masalah yang cukup pelik, para teroris tidak hanya melancarkan terornya secara berkelompok, beberapa di antaranya justru memilih melakukan aksi terornya seorang diri atau yang biasa dikenal dengan istilah lone wolf. Masyarakat pun diminta mewaspadai aksi teror tersebut karena dianggap lebih sulit terdeteksi.

Komjen Boy Rafli selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan bahwa fenomena lone wolf mengalami tren peningkatan.

Salah satu penyebabnya adalah penyebaran paham radikal melalui media sosial.
Menurutnya, paham radikal banyak tersebar luas dan masif di media sosial saat ini. Ia menilai bahwa konten-konten paham radikal di media sosial tersebut menjadi pemicu aksi terorisme lone wolf tersebut.

Ia mengatakan bahwa aksi tersebut erat kaitannya dengan penyebarluasan paham radikal di sosial media sehingga individu di antarawarga negara ini telah beberapa kali menjadi pelaku terorisme.

Boy juga mengungkapkan adanya sejumlah ancaman teror yang diprediksi akan terus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Dirinya mengatakan, saah satu ancaman teror tersebut berkaitan dengan kepulangan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung sebagai Foreign Terrorist Fighter (FTF) di luar negeri ke Tanah Air melalui jalur ilegal.

Menurutnya para FTF bisa memasuki Indonesia melalui jalur ilegal seperti pelabuhan-pelabuhan kecil karena tidak perlu menunjukkan identitas lengkap. Selain itu, BNPT juga perlu mewaspadai kemungkinan para FTF yang berstatus deportan atau returnee dari luar negeri yang bergabung dalam jaringan teror.
Selain soal FTF, Boy menyebutkan, fenomena teror seorang diri atau lone-wolf juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir imbas penyebaran paham radikal di media sosial. Untuk diketahui, aksi terorisme yang bergerak secara mandiri atau lone wolf ini sempat terjadi di wilayah Mabes Polri pada akhir Maret 2021. Hal itu dilakukan oleh seorang perempuan berinisial ZA.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap jika wanita terduga teroris yang tewas saat menyerbu Mabes Polri tersebut berstatus mantan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok, Jawa Barat. Namun, saat menempuh semester lima, ZA diberhentikan oleh pihak kampus.
Bagi masyarakat awam, istilah lone wolf sangatlah asing di telinga. Sebab, sebelumnya memang jarang sekali aksi terorisme yang menggunakan cara seperti ini. Secara bahasa lone wolf memiliki arti serigala penyendiri yang merupakan sifat dari yang umumnya ingin hidup sendiri dan tidak terpaku pada kelompok. Istilah ini juga datang dari serigala pemburu atau serigala yang terbuang dari kelompoknya dan mencari makanan sendiri.
Dalam kasus terorisme, lone wolf awalnya merupakan cara yang paling jarang ditemui apalagi di Indonesia. Sebab, aksi ini hanya dilakukan oleh seorang diri dan tidak melakukan aksinya secara berkelompok. Dalam melancarkan aksinya, cara ini condong akan melakukan hal yang bisa dikerjakan sendiri dengan tidak membawa rencana yang matang.
Namun, aksi seorang diri tersebut banyak digunakan di luar sana karena untuk menjaga identitas dari gerakan yang melakukan kejahatan terorisme ini. Contohnya, apabila aksi terorisme dilakukan secara berkelompok tentu akan mudah untuk menemukan silsilah dari gerakan atau organisasi yang melakukannya.
Sedangkan lone wolf, karena mereka melakukan aksinya secara mandiri dan biasanya yang melakukan aksi tersebut akan mati di tempat tanpa bisa diinvestigasi lebih lanjut terkait jaringan apa yang dirinya pahami.
Aksi lone wolf yang dilakukan ZA kala itu tentu saja bisa memicu beberapa orang yang terikat dalam jaringan terorisme untuk melakukan hal serupa. Terlebih dengan adanya media sosial yang memudahkan para teroris untuk membentuk jaringannya.
Selain itu ancaman teror lainnya antara lain yaitu serangan terhadap simbol negara, pemanfaatan platform media sosial baru, serta infiltrasi jaringan teror ke institusi pemerintah. Sehingga ada dugaan bahwa kelompok teroris ingin mendapatkan dukunga dari pihak-pihak yang bekerja di sektor pemerintahan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh negara.
Aksi teror bisa muncul kapan saja dan di mana saja, tentu saja pemerintah perlu bekerja keras dalam mencegah adanya potensi aksi teror yang sudah kerap dilancarkan. Masyarakat juga perlu waspada terhadap kemungkinan adanya serangan teror.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.