• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Menjaga Kesehatan Jiwa dan Pikiran Demi Suksesnya Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Menjaga Kesehatan Jiwa dan Pikiran Demi Suksesnya Era Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 14 September 2020

Oleh: Yoga Utama (Content Creator/Mahasiwa Ilmu Psikologi Univ. Padjajaran)

Aktivitas yang kita lakukan sehari-hari kini tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Saat ini protokol kesehatan harus melekat dalam setiap kegiatan bahkan ada tuntutan untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan kerja.

Mengikuti peraturan protokol kesehatan pada era adaptasi kebiasaan baru ini pun sering membuat kita merasa cemas untuk melakukan aktivitas di luar, mengingat masih banyaknya persebaran Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Tonton Pertandingan Bola, Deputi BIN Cek Penerapan Prokes di Bali

Mungkin bagi beberapa orang, hal seperti ini ditanggapi dengan biasa saja. Tetapi tidak untuk beberapa orang, hal ini justru dapat menyebabkan masalah mental, kecemasan, hingga berujung depresi. Kesehatan mental di masa Pandemi Covid-19 sangat penting untuk diperhatikan karena mengingat banyaknya kegiatan-kegiatan kita yang terhambat dan berdampak pada kesehatan mental pribadi.

Kesehatan mental dalam kondisi pandemi Covid-19 perlu penanganan tersendiri, karena hal ini telah mengubah beberapa aspek kehidupan termasuk social distancing, karantina dan isolasi mandiri, beraktivitas di rumah saja, panic buying, hingga perubahan penanganan di fasilitas kesehatan.

Kondisi yang telah berubah dengan begitu cepat dan tidak dapat ditentukan waktu lamanya, lalu pemberitaan yang terus-menerus kita dengar dan dibaca akan menyebabkan perubahan kesehatan mental yang parahnya berujung depresi. Dampak-dampak tersebut dapat menghambat penyembuhan pada diri kita. Hal ini juga terjadi kepada para tenaga medis yang mengalami perilaku diskriminasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Terdapat sejumlah upaya-upaya untuk mengatasi masalah kesehatan mental ini, yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan mental sehingga tidak berujung depresi. Mulai dari membatasi informasi yang berlebihan, karena informasi di media sosial yang tidak terkendali akan menyebabkan kondisi pemberitaan yang berlebihan dan secara tidak langsung kita juga menyebarkan ketakutan baik kepada si pengirim pesan maupun penerima pesan. Saring terlebih dahulu berita atau informasi yang kita baca, sebelum sharing information dari sumber terpercaya dan akurat, bersama kita lawan hoaks dan konten negatif seputar Era Adaptasi Kebiasaan Baru dengan menyebarkan narasi optimisme.

Selanjutnya, kita dapat membuang atau menghindari perasaan yang membuat kita tidak nyaman dengan cara melakukan hal-hal yang positif, seperti berolahraga di rumah, mencoba resep masakan yang baru, mengurangi kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat berpengaruh baik untuk kita.

Tetapi apabila merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman, segeralah berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog, konselor, dan lainnya untuk segera mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.

Lingkungan keluarga pun harus bisa menciptakan suasana yang aman dan nyaman, ajak keluarga kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif dan produktif. Bisa juga mengurangi kebosanan dengan cara tetap menjalankan kontak sosial melalui media sosial dengan keluarga, orang yang dicintai atau teman, serta tetap bekerja dan melakukan aktivitas dengan memanfaatkan koneksi internet, termasuk tetap menjalani pendidikan jarak jauh bagi seorang pelajar dan mahasiswa.

Hal yang terakhir, jangan lupa untuk selalu men- support teman-teman terdekat maupun teman online kita yang menjalani karantina mandiri, upaya ini bertujuan agar membuat seseorang merasa dimengerti, divalidasi, dan dikuatkan oleh sesama yang menjalaninya karena kita bisa berjuang bersama lawan penyebaran Covid-19 dengan menyukseskan Era Adaptasi Kebiasaan Baru.

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.