• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Menjaga Kepercayaan Publik dengan Menghormati Peradilan Militer

Menjaga Kepercayaan Publik dengan Menghormati Peradilan Militer

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 12 April 2026

Menjaga Kepercayaan Publik dengan Menghormati Peradilan Militer

Oleh: Dwi Harsono

Menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu pilar yang berperan besar namun kerap kurang dipahami adalah peradilan militer. Sistem ini hadir sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin, profesionalisme, dan kehormatan prajurit. Dengan memberikan dukungan serta penghormatan terhadap peradilan militer, masyarakat turut berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan terhadap institusi pertahanan negara.

 

Praktisi hukum, Fransiscus Xaverius Tangkudung menegaskan bahwa penerapan proses hukum militer terhadap terduga pelaku penyiraman air keras merupakan langkah yang sah secara hukum dan patut dihormati oleh semua pihak. Menurutnya, dalam sistem hukum Indonesia, mekanisme peradilan militer memiliki dasar hukum yang jelas ketika subjek hukum yang diduga terlibat merupakan anggota aktif militer. Karena itu, ia menilai polemik yang mempersoalkan forum peradilan justru berpotensi mengaburkan substansi utama, yakni penegakan hukum itu sendiri

 

Diketahui, peradilan militer dibangun untuk memastikan bahwa setiap anggota militer tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Sistem ini tidak berdiri untuk memberikan keistimewaan, melainkan untuk menjamin bahwa penegakan hukum berjalan sejalan dengan karakter tugas militer yang penuh tanggung jawab. Dukungan publik terhadap sistem ini menjadi sangat penting agar proses hukum dapat berlangsung dengan baik, adil, dan tetap menjaga stabilitas institusi.

 

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengatakan kepercayaan publik akan tumbuh ketika masyarakat melihat adanya komitmen kuat dari institusi militer dalam menegakkan hukum secara konsisten. Peradilan militer menjadi bukti bahwa setiap pelanggaran, siapa pun pelakunya, tetap diproses sesuai aturan. Dalam hal ini, dukungan masyarakat menjadi energi positif yang memperkuat semangat transparansi dan akuntabilitas di lingkungan militer. Sikap percaya dan menghargai proses yang berjalan akan menciptakan suasana yang kondusif bagi tegaknya keadilan.

 

Menghormati peradilan militer juga berarti memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional. Proses hukum yang berjalan membutuhkan ruang yang tenang, objektif, dan bebas dari tekanan. Ketika masyarakat menunjukkan sikap mendukung dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu akurat, maka proses peradilan dapat berlangsung dengan lebih optimal. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat hasil putusan yang berkeadilan.

 

Transparansi yang dijalankan oleh peradilan militer juga patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Keterbukaan informasi yang dilakukan secara proporsional menunjukkan bahwa institusi militer memiliki komitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penegakan hukum. Dukungan masyarakat terhadap langkah-langkah transparansi ini akan semakin memperkuat citra positif institusi di mata publik.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, meminta masyarakat tetap mempercayakan penegakan hukum kepada pemerintah. Ia menegaskan kasus penyiraman air keras tersebut sedang diproses secara serius dan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sebagai bentuk tanggung jawab, jabatan kepala Badan Intelijen Strategis yang sebelumnya dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan. Otto juga memahami adanya kekhawatiran publik terkait transparansi, terutama karena kasus ini melibatkan aparat militer. Namun, ia menegaskan Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan keterbukaan.

 

Langkah-langkah yang telah diambil pemerintah tersebut menunjukkan adanya komitmen nyata dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Penanganan kasus secara serius, disertai dengan tindakan tegas di internal institusi, menjadi sinyal bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum untuk diabaikan. Hal ini penting untuk dipahami sebagai bagian dari mekanisme korektif yang justru memperkuat institusi, bukan melemahkannya. Dukungan masyarakat terhadap proses ini akan semakin mempertegas bahwa hukum berjalan sebagaimana mestinya.

 

Di sisi lain, penting bagi publik untuk melihat proses hukum sebagai sebuah rangkaian yang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kehati-hatian. Setiap tahapan yang dijalankan memiliki tujuan untuk memastikan keadilan benar-benar tercapai. Dengan memberikan kepercayaan kepada institusi yang berwenang, masyarakat turut berperan dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi penegakan hukum. Sikap ini sekaligus menjadi bentuk kedewasaan kolektif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di ruang publik.

 

Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi terkait peradilan militer kepada masyarakat. Pemberitaan yang berimbang dan edukatif akan membantu membangun pemahaman yang lebih baik. Dalam konteks ini, dukungan terhadap peradilan militer juga dapat diwujudkan dengan menyebarkan informasi yang benar dan tidak menyesatkan. Kolaborasi antara media, masyarakat, dan institusi militer menjadi kunci dalam menciptakan persepsi publik yang konstruktif.

 

Selain itu, peningkatan literasi hukum di masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung peradilan militer. Pemahaman yang baik akan membantu masyarakat melihat bahwa setiap proses hukum memiliki tahapan yang harus dihormati. Dukungan dalam bentuk pemahaman ini akan memperkuat kepercayaan serta mengurangi potensi kesalahpahaman. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga bagian dari ekosistem hukum yang sehat.

 

Pada akhirnya, menjaga kepercayaan publik melalui penghormatan terhadap peradilan militer adalah tanggung jawab bersama. Dukungan yang diberikan masyarakat menjadi cerminan kedewasaan dalam bernegara serta komitmen terhadap tegaknya hukum. Dengan semangat saling percaya dan menghormati, peradilan militer dapat terus menjalankan perannya secara optimal, sekaligus memperkuat fondasi keadilan dan keutuhan bangsa.

 

*) Penulis merupakan Pengamat Hukum dan Keamanan

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas

August 6, 2026

PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal

August 6, 2026

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas Jakarta – Wacana pembentukan kabinet bayangan…

PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB JATMA ASWAJA) kembali menggelar…

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik Jakarta – Wacana pembentukan kabinet bayangan…

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik 

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik  Oleh: Ratna Komala Gelombang transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Kehadiran platform digital dengan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan atensi telah menciptakan ekosistem informasi yang bergerak sangat cepat, tetapi tidak selalu mengutamakan akurasi. Konten yang memancing emosi sering kali memperoleh jangkauan lebih luas dibandingkan informasi yang telah melalui proses verifikasi. Dalam situasi demikian, jurnalisme berkualitas menjadi semakin penting sebagai penopang ruang publik yang sehat, menjaga nalar masyarakat agar tetap berpijak pada fakta di tengah derasnya arus disinformasi. Peran pers tidak lagi terbatas sebagai penyampai berita, melainkan menjadi institusi yang menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Jurnalisme yang profesional berfungsi sebagai penyeimbang kekuasaan sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat melalui informasi yang akurat. Namun, tantangan yang dihadapi industri media semakin kompleks akibat dominasi algoritma platform digital global yang mengubah pola distribusi informasi sekaligus memengaruhi model bisnis media. Ketimpangan tersebut menuntut hadirnya kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih adil bagi seluruh pelaku industri pers. Dalam konteks itu, langkah pemerintah menghadirkan regulasi mengenai tanggung jawab platform digital menjadi bagian penting dari upaya memperkuat keberlanjutan jurnalisme nasional. Kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi inovasi teknologi, melainkan membangun keseimbangan antara perkembangan platform digital dan keberlangsungan media yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas. Ruang digital yang sehat membutuhkan mekanisme yang memastikan informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik memperoleh posisi yang layak di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi. Dengan demikian, kepentingan publik tetap menjadi orientasi utama dalam tata kelola informasi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Marsda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan bahwa Kemenko Polkam memiliki peran strategis dalam mengawal penyusunan Peraturan Presiden mengenai tanggung jawab platform digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas. Menurut Eko Dono Indarto, pembentukan Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat, menjaga kualitas pers nasional, sekaligus memperkokoh stabilitas keamanan di ruang digital. Kehadiran pedoman pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan secara terukur. Komitmen pemerintah tersebut menunjukkan bahwa penguatan jurnalisme dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan informasi nasional. Lebih jauh, lahirnya pedoman pelaksanaan kewajiban platform digital memberikan kepastian mengenai tanggung jawab setiap pemangku kepentingan dalam membangun ruang digital yang lebih sehat. Selama ini, perusahaan platform memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari distribusi konten jurnalistik, sementara media menghadapi tekanan finansial yang semakin berat akibat perubahan pola konsumsi informasi. Ketimpangan tersebut berpotensi melemahkan kualitas jurnalisme apabila tidak diimbangi dengan tata kelola yang lebih berkeadilan. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah menjadi instrumen penting untuk menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara inovasi digital dan keberlanjutan industri pers. Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan tantangan baru terhadap kredibilitas informasi. Teknologi AI memungkinkan produksi konten dalam jumlah besar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi tidak seluruhnya dibangun di atas prinsip verifikasi dan etika jurnalistik. Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran informasi yang menyesatkan, manipulasi visual, hingga lahirnya narasi yang sulit dibedakan dari fakta. Akibatnya, kemampuan masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar semakin bergantung pada keberadaan media yang menjunjung tinggi profesionalisme.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.