• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mengutuk Aksi Brutal Teroris di Poso

Mengutuk Aksi Brutal Teroris di Poso

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 16 May 2021

Oleh : Ahmad Fauzan

Kelompok teroris di Poso lagi-lagi berbuat kejam dengan membunuh 4 orang petani. Tindakan brutal mereka tentu dikecam oleh masyarakat, apalagi dilakukan di bulan puasa. Seharusnya mereka menjaga kesucian ramadhan tetapi malah menghilangkan nyawa orang lain seenaknya.

Tanggal 11 mei 2021 adalah hari naas bagi 4 orang petani di Poso, karena mereka menjadi korban kekejian orang tak dikenal, yang diduga adalah anggota kelompok teroris MIT. Para petani meninggal dengan tragis. Masyarakat sangat geram karena kelompok teroris melakukan aksi dengan cara yang sangat kejam dan tidak berprikemanusiaan.

Kantor Staf Presiden (KSP) mengutuk keras aksi kelompok teroris MIT. Mereka juga berjanji akan mengirimkan aparat dengan segera, untuk menangkap para teroris dan menjaga keamanan warga. Hal ini diungkapkan oleh Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani.

Jaleswari melanjutkan, sesuai dengan amanat Presiden Jokowi, seharusnya tidak ada lagi tempat bagi teroris di Indonesia. Pemerintah akan menindak tegas kelompok teroris, baik di Poso, Papua, atau tempat lain.
Aksi teroris di Poso memang sudah melewati batas, karena mereka tega memenggal kepala korban.

Untuk apa sampai melakukan pembunuhan dengan cara seperti itu? Teroris memang memiliki mindset yang salah besar, dan oleh karena itu mereka harus diberantas hingga tuntas. Tujuannya agar tidak ada lagi warga sipil yang jadi korban dan tercipta perdamaian di seluruh Indonesia.

Jika ditilik dari sejarahnya, kelompok teroris MIT yang ada di Poso adalah ‘ekspor’ dan turunan dari kelompok lain, yakni JI. Sementara JI adalah pelaku pengeboman di Bali pada tahun 2001.

MIT berada di Sulawesi dengan tujuan menangani konflik komunal. Akan tetapi, keberadaan mereka tidak menangani konflik, malah memperparah perpecahan di sana.

Sebagai kelompok teroris, MIT selalu melakukan cara kekerasan dalam menjalankan misinya, misalnya dengan pembunuhan dan pengeboman. Bahkan tersangka kasus pengeboman di rumah ibadah di Makassar beberapa waktu lalu ditengarai sebagai anggota MIT. Mereka sangat terorganisir dan melakukan kaderisasi dengan rapi.

MIT sangat licik karena memanfaatkan situasi di Poso yang masih mayoritas memiliki hutan perawan, sehingga agak susah untuk menangkapnya. Akan tetapi aparat tidak menyerah begitu saja.

Mereka tetap mencari di mana sebenarnya markas MIT, agar terorisme di Indonesia dihapus sampai ke akar-akarnya.
Setelah ada peristiwa kejam di Poso maka jumlah aparat yang berjaga akan ditambah.

Pertama, agar misi penangkapan teroris berhasil 100%. Karena jika mereka dibiarkan akan merasa jumawa dan melakukan aksinya lagi dan lagi. Kekejaman MIT sudah termasuk dalam pembunuhan berencana, sehingga mereka masuk dalam daftar pencarian orang oleh aparat.

Sementara tujuan kedua penambahan personel di Poso adalah agar masyarakat tidak lagi takut untuk beraktivitas, karena ada ancaman dari para teroris yang bersembunyi di hutan belantara. Jangan sampai teroris malah terkesan menguasai Poso dan wilayah lain di Sulawesi. Karena sama saja dengan mengobarkan perang di Indonesia.

Masyarakat juga diminta untuk bekerja sama dan melaporkan jika ada orang tak dikenal yang mencurigakan. Ini bukan paranoid, karena bisa jadi mereka adalah anggota dari kelompok teroris MIT atau yang lain. Jika ada yang mengaku bahwa ia adalah anggota teroris, langsung telepon aparat saja, agar dilakukan penangkapan.

Konflik antara warga sipil dengan anggota kelompok teroris makin membara. Teroris MIT harus diusir, tak hanya dari Poso, Sulawesi, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah juga dengan intensif menghapus terorisme di negeri ini, agar perdamaian tercipta dan tidak ada huru-hara.

 

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

Suksesi Beradab, Jam’iyyah Bermartabat: Catatan untuk Muktamar Ke-35 NU

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Oleh : Anis Maftukhin Dari majelis lailatul ijtima’, naharul ijtima’, hingga rutinan Yasin dan tahlil…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.