• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Otomotif»Mengapresiasi Transjakarta Tingkatkan Pelayanan Bagi Penumpang

Mengapresiasi Transjakarta Tingkatkan Pelayanan Bagi Penumpang

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 2 March 2023

Mengapresiasi Transjakarta Tingkatkan Pelayanan Bagi Penumpang

Oleh : Windu Lestari

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berupaya meningkatkan pelayanan bagi penumpang antara lain melalui penempatan petugas keamanan dan penambahan bus bagi perempuan. Langkah ini patut untuk diapresiasi luas masyarakat, yang diharapkan dapat efektif mencegah pelecehan seksual dan memberikan rasa aman kepada penumpang.

Di masa sekarang ini, sudah tersedia banyak jenis transportasi umum yang menjadi pendukung aktivitas kita sehari-hari. Salah satunya transportasi umum adalah bus Transportasi Jakarta atau yang kita kenal dengan sebutan Transjakarta milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Demi meningkatkan kualitas pelayanan, Transjakarta baru-baru ini menambah armada bus khusus bagi perempuan. Setidaknya, ada sekitar 20 unit tambahanan bus bercat pink tersebut. Tidak hanya menambah armada, Transjakarta juga memperluas cakupan.

Penambahan armada bus pink diharapkan dapat menunjang mobilitas bagi kaum perempuan yang memiliki aktivitas seorang diri. Selain itu, perluasan operasi armada bus pink ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman penumpang perempuan.

Terkait hal tersebut, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Apriastini Bakti Bugiansri mengungkapkan bahwa penambahan 20 armada bus khusus perempuan akan dilaksanakan secara bertahap

Untuk tahap I, sebanyak 15 armada bus pink yang dioperasikan di 5 koridor, yakni Koridor 2 (Pulogadung-Harmoni), Koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru), Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit), Koridor 13 (Ciledug-Tendean), dan PGC Harmoni (5C).

Untuk tahap II, ada penambahan 5 unit armada bus khusus perempuan ini sehingga seluruh menjadi 20 unit dengan jangakauan tujuh rute. Tahapan bus pink ini juga beroperasi di Koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru) dan Koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas), serta Rute Puribeta-Dukuh Atas (13C).

Apriastini, juga menjelaskan bahwa Transjakarta tidak hanya menambah jumlah bus merah muda tersebut, tetapi juga memperkuat sistem keamanan di semua jalur layanan. Selain itu, armada bus reguler di TransJakarta juga memiliki ruangan khusus wanita dan dilengkapi kamera pengawas (CCTV) untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan.

Dalam rangka meningkatkan keamanan, pihak Transjakarta juga turut menempatkan petugas keamanan, tidak hanya di halte bus namun juga di dalam bus. Petugas tersebut diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang sekaligus menekan aksi kriminalitas seperti pelecehan seksual ataupun pencurian.

Para petugas di bus Transjakarta tersebut nantinya akan berseragam lengkap dan akan melaksanakan patroli secara mobile di dalam bus Transjakarta. Dengan adanya para petugas ini diharapkan dapat membantu para penumpang, khususnya para perempuan dari aksi kejahatan predator seksual.

Pelecehan seksual di dalam transportasi umum memang perlu menjadi perhatian sejumlah pihak. Seperti baru – baru ini, pada Sabtu (25/2/2023) seorang perempuan dilecehkan di dalam bus Transjakarta jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang. Penumpang itu dilecehkan secara seksual saat tidur oleh penumpang yang duduk di sebelahnya.

Meskipun pihak Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa pelaku pelecehan seksual terhadap korban telah ditangkap, namun tentunya peristiwa tersebut akan meninggalkan kesan trauma terhadap korban. Apalagi diketahui bahwa sebelum itu, pelecehan di dalam bus Transjakarta juga sudah berulang kali terjadi.

Pelecehan seksual di bus Transjakarta memang bukan kali pertama terjadi. Pada 2022 juga marak kasus pelecehan seksual. Bahkan, korbannya tidak hanya perempuan, namun juga penumpang laki-laki yang turut dilecehkan oleh penumpang laki-laki lainnya.

Sebelumnya, pihak Transjakarta pun sudah melakukan tindakan untuk menugaskan petugas layanan bus (PLB) yang mendampingi bus penumpang perempuan. Baik pengemudi dan PLB yang bertugas semuanya adalah perempuan. Transjakarta juga telah mendirikan 112 Alert Line atau Hotline dan Titik Pengaduan Sahabat Anak dan Perempuan (POS SAPA) agar Anda dapat melapor jika melihat atau menjadi korban pelecehan seksual. PT Transportasi juga telah melakukan beberapa upaya yang dirasa efektif untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual di Transjakarta. Oleh sebab itu demi meningkatkan keamanan para panumpangnya, Transjakarta terus berinovasi mencegah berbagai tindak kejahatan di transportasi umum tesebut.

Menyikapi masih adanya kasus kriminalitas di Transjakarta, Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai, petugas memiliki keterbatasan dalam dalam mengatasi persoalan pelecehan seksual. Hal ini lantaran pramusapa tidak mungkin melihat penumpang satu persatu.

Tidak hanya itu, Darmaningtyas menilai bahwa penambahan bus khusus perempuan memang benar-benar menjadi cara efektif untuk menekan kasus pelecehan di Transjakarta. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar PT Transjakarta terus menambah jumlah armada bus khusus penumpang perempuan.

Penulis menilai bahwa manajemen Transjakarta memastikan untuk selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dan melindungi pelanggan dari segala bentuk gangguan keamanan. Dan ketika hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kriminalitas ataupun pelecehan seksual, pihak Transjakarta akan memberikan pelanggannya kebebasan menggunakan hak hukumnya, dengan melalui jalur penegakan hukum hingga pihak berwajib.

Penempatan petugas keamanan serta penambahan bus khusus perempuan menjadi bukti konkret Transjakarta dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpangnya. Di sisi lain, pihak Transjakarta juga telah melaksanakan sejumlah revitalisasi halte penumpang. Dengan adanya program-program tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir menggunakan Transjakarta dan dapat segera beralih menggunakan moda transportasi massal yang lebih nyaman serta efisien.

)* Penulis adalah pemerhati dan pengguna transportasi umum, tinggal di Jakarta

PSN Merauke Dorong Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja bagi Orang Asli Papua

July 14, 2026

Komitmen Pemerintah Jaga Lapangan Kerja, Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Demo

July 14, 2026

PSN Merauke Dorong Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja bagi Orang Asli Papua

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

PSN Merauke Dorong Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja bagi Orang Asli Papua MERAUKE – Pembangunan Proyek…

Komitmen Pemerintah Jaga Lapangan Kerja, Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Demo

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Komitmen Pemerintah Jaga Lapangan Kerja, Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Demo Oleh : Aditya Akbar Pemerintah…

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh Oleh: Sapto Jayadi Kebijakan…

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan yang berkualitas bukan hanya ditandai oleh hadirnya infrastruktur atau meningkatnya nilai investasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan lapangan kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dalam konteks Papua, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Merauke menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Melalui pembangunan kawasan perkebunan tebu dan industri gula serta bioetanol, pemerintah menghadirkan fondasi ekonomi baru yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, Papua menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja. Di sisi lain, potensi sumber daya alam yang melimpah membutuhkan pengelolaan yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Pemerintah menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan PSN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga pada penciptaan kesempatan kerja dalam jumlah besar. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.