• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»Mengapresiasi Keberhasilan Program AMANAH Tingkatkan Ekonomi Pemuda, Bantu Promosi Pengrajin Tenun

Mengapresiasi Keberhasilan Program AMANAH Tingkatkan Ekonomi Pemuda, Bantu Promosi Pengrajin Tenun

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 September 2024

Mengapresiasi Keberhasilan Program AMANAH Tingkatkan Ekonomi Pemuda, Bantu Promosi Pengrajin Tenun

Oleh: Malik Farhan

Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) terus memperlihatkan dampak nyata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Aceh, terutama bagi para pemuda. Salah satu sektor yang mendapatkan perhatian khusus adalah kerajinan tenun, yang merupakan warisan budaya Aceh dan memiliki potensi ekonomi besar.

Melalui program strategis unggulan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, AMANAH berhasil tidak hanya melestarikan kerajinan ini, tetapi juga mempromosikan karya-karya pengrajin lokal ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif besar yang dibangun oleh pemerintah, khususnya melalui Badan Intelijen Negara (BIN) yang dipimpin oleh Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda Aceh, AMANAH menghadirkan pelatihan-pelatihan yang fokus pada peningkatan keterampilan teknis, inovasi desain, serta strategi pemasaran bagi pengrajin tenun.

Langkah ini tidak hanya menjaga kelangsungan budaya lokal, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pemberian kesempatan lebih besar untuk memasarkan produk mereka secara profesional.

Salah satu elemen penting dalam program ini adalah Pelatihan Kreasi Tenun, di mana para peserta diberikan bimbingan oleh mentor berpengalaman, seperti Zulhelmi. Zulhelmi, sebagai seorang pengrajin dan mentor tenun, melihat bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk membawa kerajinan tenun ke level yang lebih tinggi.

Pelatihan ini memberikan mereka pengetahuan baru tentang teknik-teknik tenun tradisional dan modern, sehingga memungkinkan peserta untuk mengombinasikan elemen tradisi dengan inovasi desain kontemporer. Dengan demikian, produk tenun yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik dari segi kualitas maupun kreativitas.

Pelatihan ini juga berhasil menciptakan suasana kolaboratif yang mendorong para pengrajin muda untuk saling berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain. Zulhelmi menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dalam setiap karya tenun, sembari tetap memberikan ruang untuk eksplorasi dan inovasi yang sesuai dengan tren pasar saat ini. Hasilnya, para peserta pelatihan tidak hanya mahir dalam teknik tenun, tetapi juga memahami pentingnya narasi budaya di balik setiap motif yang mereka buat.

Sely Aprilia, salah seorang peserta Pelatihan Kreasi Tenun, merasakan manfaat yang luar biasa dari program ini. Sebagai pemuda yang sebelumnya belum terlalu mendalami dunia kerajinan tenun, pelatihan yang diselenggarakan AMANAH membuka pandangannya akan besarnya potensi ekonomi dari kerajinan ini.

Ia belajar tentang berbagai teknik dasar hingga lanjutan dalam membuat kain tenun, serta cara menciptakan motif yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki cerita khas Aceh di baliknya. Sely menilai bahwa program ini memberi kesempatan bagi generasi muda Aceh untuk berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi.

Selain itu, program pengembangan kualitas SDM oleh pemerintah melalui inisiasi BIN ini juga menciptakan platform bagi para desainer muda untuk berkompetisi dan menguji kreativitas mereka melalui Kompetisi Desain Tenun.

Ahlul Fikri, salah satu peserta kompetisi tersebut, menganggap bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang adu keterampilan, tetapi juga sebuah kesempatan untuk memperkenalkan desain tenun Aceh ke dunia yang lebih luas.

Melalui kompetisi ini, para peserta ditantang untuk menciptakan desain yang mampu memadukan unsur tradisional dengan modernitas, sehingga hasilnya dapat diterima oleh pasar global.

Menurut Ahlul, kompetisi ini sangat penting dalam mendorong semangat inovasi di kalangan desainer muda. Program ini tidak hanya memberi mereka ruang untuk menunjukkan bakat, tetapi juga memperkuat jejaring dan memperkenalkan mereka pada dunia bisnis yang lebih profesional.

Desain yang dihasilkan oleh peserta kompetisi kemudian dipromosikan oleh AMANAH melalui berbagai pameran dan ajang promosi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan demikian, kain tenun Aceh yang dihasilkan oleh tangan-tangan muda kreatif ini semakin dikenal dan diminati oleh konsumen global.

Keberhasilan program inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan ini dalam memajukan sektor kerajinan tenun tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang terlibat.

Para mentor, peserta pelatihan, desainer, dan pemerintah bekerja sama dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan industri kreatif ini. Program AMANAH juga berperan dalam memperkuat jaringan distribusi, sehingga produk tenun Aceh dapat lebih mudah dijangkau oleh pasar yang lebih luas.

Dukungan penuh dari pemerintah dan lembaga terkait juga menjadikan tenun Aceh sebagai salah satu produk unggulan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.

Dengan adanya pelatihan dan kompetisi yang terstruktur dengan baik, pengrajin dan desainer muda di Aceh kini memiliki modal keterampilan dan wawasan yang lebih luas untuk memajukan karya mereka.

Mereka tidak lagi terbatas pada pasar lokal, melainkan sudah merambah ke ranah nasional dan internasional. Melalui AMANAH, para pengrajin tenun Aceh diberikan platform yang layak untuk menunjukkan hasil karya mereka, sekaligus mendapatkan pengakuan atas keterampilan dan kreativitas yang mereka miliki.

Program strategis unggulan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini tidak hanya berhasil mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal yang sempat terabaikan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi para pemuda Aceh.

Melalui pengembangan kerajinan tenun, mereka tidak hanya berperan sebagai pelestari budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program AMANAH dalam meningkatkan perekonomian pemuda dan membantu promosi pengrajin tenun merupakan contoh nyata dari pentingnya sinergi antara budaya, kreativitas, dan inovasi dalam menciptakan dampak ekonomi yang positif.

Dengan terus mendukung inisiatif ini, diharapkan lebih banyak lagi pengrajin dan desainer muda yang mampu berkontribusi dalam menjaga warisan budaya Aceh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.

*) Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.