• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mengapresiasi Keberhasilan Pemerintah Membangun Infrastruktur

Mengapresiasi Keberhasilan Pemerintah Membangun Infrastruktur

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 21 December 2019

Oleh : Edi Jatmiko

Pembangunan merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Atas keberhasilan pembangunan baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya, tentu wajar Jika Jokowi terpilih kembali untuk mengemban amanah sebagai Presiden 2 periode.

Salah satu pembangunan yang paling tampak ialah keberhasilan Jokowi dalam membangun infrastruktur di wilayah perbatasan, hal ini tentu membuat rakyat Indonesia yang tinggal di perbatasan merasa semakin bangga dengan Indonesia.

Tentu saja hal ini patut kita apresiasi, dimana masyarakat Indonesia dapat merasakan yang namanya infrastruktur yang masif dan merata. Kehadiran ataupun kemajuan infrastruktur tidak lagi menjadi jawa sentris, tetapi Indonesia sentris, sehingga seluruh wilayah di luar pulau jawa harus menikmati pembangunan infrastruktur yang digalakkan pada era pemerintahan Jokowi.
Dengan pembangunan tersebut, maka saat ini masyarakat di wilayah Sumatera sudah bisa melalui jalan Tol.

Dari sisi angka kemiskinan, Pemerintahan Jokowi berhasil pecah telor dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, penurunan kemiskinan mencapai single digit, yakni sebesar 9,82 % di tahun 2018.
Sebelumnya Pada tahun 2016 dan 2017 pemerintah telah merampungkan 30 proyek strategis Nasional. Proyek tersebut memiliki total nilai Rp 94,8 Trilyun. Hal ini tentu tidak berlebihan jika Presiden Jokowi telah membangun infrastruktur lebih banyak dibandingkan dengan enam presiden sebelumnya.
Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau ternyata mendapatkan perhatian serius sehingga pemerintah telah membangun ulang bangunan tersebut agar menjadi lebih cantik. Sebelumnya PLBN Nanga Badau merupakan bangunan yang tampak lusuh dengan cat yang sudah memudar.

Dalam sektor transportasi, Jokowi telah membangun 10 Bandara, salah satunya adalah Bandara Internasional Kertajati yang terletak di Kabupaten Majalengka Jawa Barat, bandara tersebut telah diresmikan pada 25 Mei 2018 oleh Presiden Jokowi.
Adanya pembangunan bandara tersebut tentu dapat mempercepat perjalanan ke luar daerah ataupun ke luar negeri, khususnya bagi warga Majalengka, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Sumedang dan Sekitarnya.

Selain itu Investasi juga dipastikan akan meningkat, dengan adanya Bandara, otomatis akan meningkatkan investasi di daerah sekitar bandara. Terutama investasi dari sektor akomodasi perhotelan, wisata dan industri. Hal ini tentu akan berbanding lurus pada meningkatnya serapan tenaga kerja.

Indonesia merupakan negara kepulauan, lebih dari separuh daerah kedaulatannya dipenuhi oleh air, baik selat maupun laut lepas.
Tidak hanya membangun tol diatas tanah, Pemerintahan Jokowi – JK juga telah merampungkan program tol laut yang menjadi program andalannya. Pembangunan tol laut tersebut diyakini telah terasa dampaknya untuk menekan biaya logistik. Sehingga harga barang bisa ditekan dan membuat biaya produksi lebih efisien.

Kapal tol laut berhasil menghemat sekitar 30 % daripada kapal umum, sehinggga biaya transportasi pun bisa di-efisienkan. Hal tersebut tentu berdampak pada harga produk di pulau terpencil tidak berbeda jauh di daerah penghasil di Jawa.
Tidak hanya tol laut yang di efektifkan, jembatan – jembatan pun dibangun di berbagai wilayah di Indonesia. Jembatan yang dibangun merupakan jalur yang menghubungkan dua dataran yang berbeda ketinggiannya.

Pembangunan infrastruktur tentu akan berdampak pada meningkatnya jumlah lapangan kerja. Selain itu akses untuk menuju ke suatu tempat akan semakin mudah sehingga akan mempercepat proses transportasi pengiriman barang baik dari dalam maupun luar daerah yang dapat meningkatkan aktifitas perputaran roda perekonomian daerah tersebut.
Dalam kesempatan berbeda Presiden Jokowi pernah menegaskan akan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi suatu negara guna menghadapi era persaingan di masa mendatang.

Salah satu yang cukup mencuri perhatian dunia adalah penyelenggaraan Asian Games di Jakarta – Palembang. Dimana Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se-asia. Pasalnya, pemerintah telah membangun 79 venue Asian Games. Bahkan, 33 venue diantaranya tersebar, dimana 18 venue terbangun di DKI Jakarta, 4 venue di Sumatera Selatan, dan 11 Venue lainnya di Jawa Barat.

Pembangunan yang digalakkan oleh pemerintah tentu merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap nasib bangsa dalam 4 – 5 tahun kedepan. Kepedulian ini tentu patut kita dukung dengan menjaga dan merawat infrastruktur, bukan dengan merusaknya.

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional  Oleh: Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan jangka panjang. Dalam arah kebijakan menuju 2027, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperoleh peran strategis sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi, dan mendorong pembangunan sektor-sektor strategis. Kehadiran Danantara menunjukkan upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi tersebut dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026 lalu. Presiden menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangka panjang. Danantara karena itu diarahkan bukan sekadar sebagai pengelola aset negara, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi dan pembangunan sektor strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan. Arah tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mengelola kekuatan ekonomi nasional. Aset negara perlu ditempatkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas industri, mempercepat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, Danantara diharapkan mampu menghubungkan kekayaan negara dengan kebutuhan investasi serta proyek pembangunan yang memiliki nilai strategis dan manfaat jangka panjang. Peran Danantara semakin penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa konsolidasi aset Danantara dapat menjadi katalis peningkatan investasi. Danantara dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk menarik partisipasi sektor swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengan demikian, investasi negara dapat menciptakan efek crowd-in, yakni mendorong dunia usaha meningkatkan ekspansi, membuka fasilitas produksi baru, dan memperluas kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan sektor swasta berkembang. Investasi Danantara dapat menjadi pemicu awal yang kemudian diikuti modal swasta sehingga kapasitas ekonomi nasional meningkat secara lebih luas. Sinergi tersebut juga berpotensi memperbesar penciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Strategi investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis dan potensi dampak luas. Delapan sektor utama yang menjadi fokus meliputi energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan. Pemilihan sektor tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun fondasi pertumbuhan baru yang lebih bernilai tambah.…

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara…

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif  

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif Jakarta – Transformasi dan restrukturisasi Badan…

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.