• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Sport»Mengapresiasi Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Mengapresiasi Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 14 March 2023

Mengapresiasi Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Oleh : Barra Dwi Rajendra

Apresiasi sangat tinggi hendaknya patut diberikan kepada Indonesia selaku tuan rumah dari ajang Piala Dunia U-20 2023. Lantaran bangsa ini sangat bertekad untuk bisa menjadi tuan rumah yang baik dengan menjamu seluruh tamu dari berbagai negara dengan layak, termasuk juga kedatangan Israel dalam ajang tersebut juga sama sekali tidak dibedakan dan tetap dilayani dengan baik.

Tepat pada tanggal 30 Mei hingga 11 Juni 2023 mendatang, akan terjadi gelaran Piala Dunia U-20. Mengenai hal itu, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah telah memiliki kontrak dengan FIFA untuk bisa terus menjamin keamanan bagi setiap peserta Piala Dunia U-20.

Dirinya menambahkan bahwa telah banyak hal lain yang juga dibicarakan dengan FIFA, termasuk diantaranya adalah kebutuhan akan logistik, keamanan, operasional lain yang mungkin memang butuh untuk diperbaiki.

Kemudian, Erick Thohir mengungkapkan bahwa seluruh upaya yang dilakukan oleh PSSI di bawah kepemimpinannya untuk bisa membuat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang baik memang sangat membutuhkan dukungan penuh dari setiap elemen masyarakat.

Lebih lanjut, mengenai dengan adanya tim-tim yang akan bermain dalam ajang tersebut, Ketum PPSI itu menegaskan bahwa memang sama sekali tidak bisa melihat masing-masing negara, apakah mereka memiliki latar belakang tertentu atau konflik tertentu hingga isu sensitif tertentu lantaran seluruhnya tidak berkaitan dengan olahraga, terlebih adalah di dunia sepakbola.

Memang telah terdapat sebuah kontrak tuan rumah, yang mana di dalamnya berisi bahwa negara yang menjadi tuan rumah, seperti Indonesia selaku tuan rumah dalam Piala Dunia U-20 2023 mendatang harus mampu menjamin kedatangan siapapun yang hendak bermain di negara tersebut, entah itu dalam konteks Olimpiade atau kejuaraan dunia bola basket, atau kejuaraan apapun.
Erick Thohir kembali menambahkan bahwa apabila Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U-20 sama sekali tidak bisa mengambil posisi, menjamin dan mengamankan perhelatan tersebut selaku tuan rumahnya, maka bisa saja Indonesia akan tidak lagi diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah pada event-event internasional lainnya.
Dia kembali menegaskan bahwa selaku tuan rumah, Indonesia memang wajib untuk menerima siapapun sebagai peserta Piala Dunia U-20 2023. Lantaran jika hal tersebut tidak dilakukan, maka justru wajah dari Tanah Air sendiri yang akan menjadi tercoreng.
Akan tetapi, dari sisi sepakbola, memang setiap negara wajib untuk menjamin siapapun yang akan bermain di Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia tersebut.
Target ke depan yang dimiliki oleh Indonesia menurut pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu adalah untuk bisa melakukan bidding Olimpiade pada tahun 2036 mendatang, kemudian bahkan hingga perhelatan Piala Dunia tahun 2034.
Dengan memiliki target tersebut, maka menurutnya apabila untuk menjadi tuan rumah pada helatan Piala Dunia U-20 saja Indonesia masih belum mampu dengan maksimal, maka tentunya target-target besar lainnya tersebut akan menjadi semakin sulit untuk terpenuhi. Erick Thohir kemudian berpesan bahwa justru jangan sampai mempermalukan diri sendiri di hadapan dunia sebelum benar-benar melakukan pembenahan yang baik. Sehingga memang sudah menjadi kewajiban untuk bisa melayani seluruh tamu yang hadir.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan bahwa Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) mengapresaisi persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Persiapan itu mencakup peninjauan ulang stadion-stadion yang akan menjadi venue.
Yunus pun berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mau bekerja sama dengan baik mendukung proses persiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Berkat dukungan berbagai pihak, persiapan Indonesia sebagai tuan rumah berjalan lancar.
Seluruh dokumen administratif memang sudah disubmit oleh Indonesia sejak tahun 2020 lalu. Meski sempat ada penundaan penyelenggaraan kompetisi karena adanya rapat FIFA Council pada bulan Desember 2020 yang menunda kompetisi karena adanya pandemi COVID-19.

Sebagai informasi, Indonesia sejatinya ditunjuk jadi tuan rumah pada tahun 2021. Namun, Piala Dunia U-20 2021 dibatalkan karena pandemi dan Indonesia tetap dipilih jadi tuan rumah tetapi digeser ke 2023. Adapun pelaksanaan Piala Dunia U-20 rencana akan digelar di enam kota yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Palembang, dan Gianyar.

Menjadi tuan rumah dalam ajang Piala Dunia U-20, memang Indonesia bertekad untuk bisa memberikan yang terbaik dari hal apapun dan menjadi tuan rumah yang memang mampu melayani seluruh tamu dari berbagai negara yang hadir ke Tanah Air. Bahkan termasuk negara Israel sekalipun. Hal tersebut tentunya patut untuk diapresiasi dengan sangat tinggi dan diberikan dukungan penuh.

)* Penulis adalah kontributor Media Satu

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.