• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mendukung Upaya Pemerintah Mempercepat Target Vaksinasi

Mendukung Upaya Pemerintah Mempercepat Target Vaksinasi

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 September 2021

Oleh : Zainudin Zidan

Pemerintah terus memaksimalkan target vaksinasi nasional demi mempercepat terbentuknya kekebalan kolektif. Masyarakat pun diminta mendukung langkah tersebut demi percepatan pengendalian pandemi Covid-19 maupun Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Pandemi Covid-19 yang dijalani selama hampir 18 bulan membuat situasi jadi runyam, karena ia merusak tatanan ekonomi, pariwisata, dan terutama kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah berusaha keras menghapus efek negatif pandemi, salah satunya dengan vaksinasi nasional. Program yang dimulai pada maret 2021 ini menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh WNI di Indonesia.
Awalnya Kementerian Kesehatan mentargetkan 1 juta suntikan per hari (di seluruh Indonesia) tetapi akhirnya direvisi menjadi 3 juta suntikan per hari. Penyebabnya karena Presiden ingin vaksinasi nasional lekas selesai dalam 12 bulan saja. Ketika semua orang sudah diinjeksi maka akan terbentuk kekebalan komunal dan bisa bebas corona dengan cepat.
Total WNI yang mendapatkan vaksinasi pertama adalah 59.426.934. sementara untuk vaksinasi kedua ada 33.357.249. Dengan demikian, jumlah WNI yang telah divaksin mencapai 16%. Untuk mempercepat tercapainya target 12 bulan selesai vaksinasi, maka ada beberapa langkah yang diambil untuk membantu pemerintah dalam mencapai target vaksinasi nasional.
Pertama, menyediakan tempat yang representatif untuk vaksinasi massal. Jika hanya mengandalkan ruangan dalam Puskesmas atau Rumah Sakit, maka kapasitasnya agak terbatas. Pada beberapa kampus seperti UII Jogjakarta dan UM Malang, disediakan aula atau dome, khusus untuk tempat vaksinasi massal. Sehingga walau ada banyak orang yang datang untuk divaksin, masih bisa menjaga jarak dan tidak membuat kerumunan.
Di UII Jojakarta vaksinasi dilaksanakan di Auditorium KH. Abdulkahar Mudzakkir dan dikhususkan untuk lansia. Mereka mendapat prioritas karena daya tahan tubuhnya relatif lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Para lansia datang dengan pendamping, karena mereka memang ada yang perlu dibimbing, bahkan dipapah.
Kedua, perusahaan swasta menyediakan vaksinasi gotong royong kepada segenap pegawainya. Mereka mendapatkan haknya di bidang kesehatan dan akan diinjeksi, sehingga punya kekebalan tubuh yang bagus. Perusahaan wajib membayarkan biaya vaksinasi karena ini termasuk benefit yang diberikan pada karyawan, sekaligus untuk mencegah terbentuknya klaster perkantoran.
Sedangkan yang ketiga, diadakan vaksinasi door to door alias petugas yang datang langsung untuk memberikan layanan kesehatan ke masyarakat. Vaksinasi door to door diinisiasi oleh BIN dan mendapat apresiasi yang baik dari pemerintah, karena akan mempercepat target 3 juta suntikan per harinya. BIN dan kemudian disusul oleh Polri mengadakan vaksinasi ini untuk melayani masyarakat.
Para petugas naik mobil lalu datang langsung ke perkampungan atau perumahan dan masyarakat akan diinjeksi, tanpa harus mengantri lama sekali, seperti saat di vaksinasi massal (di GOR atau aula). Setelah dicek tensi dan ditanya riwayat penyakitnya, mereka akan disuntik vaksin corona.
Berbagai langkah bisa dilakukan untuk mendukung percepatan target vaksinasi nasional. Terutama adalah kerelaan untuk divaksin, karena ada sebagian pihak yang masih takut atau termakan hoaks tentangnya. Jangan takut untuk divaksin karena sudah halal dan lolos uji BPOM. Jika sudah divaksin maka kampanyekan ke seluruh teman, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Pemerintah sangat perlu untuk didukung dalam percepatan vaksinasi nasional. Kita bisa langsung datang jika ada vaksinasi door to door dan disuntik dengan suka hati. Jangan malah mengompori orang lain untuk kabur, karena akan mengacaukan program ini. Ingatlah bahwa ketika ingin bebas dari masa pandemi, syarat wajibnya adalah vaksinasi.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.