• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mendukung Program Pembangunan SDM Unggul

Mendukung Program Pembangunan SDM Unggul

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 December 2019

Oleh : Almira Fadhilah

Dalam periode kedua pemerintahannya, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul. Hal ini dilaksanakan guna mengantisipasi semakin sengitnya persaingan global. Pembangunan SDM Unggul juga diyakini sebagai kunci membangun Indonesia maju di masa depan.
Tidak dapat kita pungkiri jika persaingan global saat ini sangatlah ketat. Bahkan, ketatnya persaingan turut menjadikan kondisi ekonomi global saat ini jadi tidak menentu. Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk terus konsisten dalam menaikkan pertumbuhan ekonomi agar tidak kalah dan bisa bertahan dalam persaingan global.
Beruntung Indonesia memiliki bonus demografi dan anugrah sumber daya alam yang luar biasa. Namun, hal tersebut tentu tidaklah cukup. Jika manusia Indonesia tidak dapat mengolahnya dengan baik, pasti semua bonus dan kekayaan tersebut akan terbuang begitu saja. Bahkan, bonus demografi yang tidak dikelola dengan baik malah akan bikin Indonesia buntung (merugi). Bayangkan saja jika jumlah penduduk dengan usia kerja membeludak tanpa disertai kemampuan kerja yang mumpuni untuk menjawab kebutuhan kerja dan tantangan persaingan global, tentu jumlah pengangguran akan meningkat dan bisa saja berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Kabar baik Presiden kita sadar dengan potensi besar Sumber Daya Manusia yang Indonesia miliki. Beliau menjadikan Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sebagai prioritas utama dalam periode kedua masa pemerintahannya. Beliau dalam pidatonya di sidang paripurna, mengatakan bahwa:
“Prioritas utama kita ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia yang terkonsolidasi dengan baik, didukung anggaran yang tepat sasaran sehingga terjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui peta jalan yang jelas, terukur, dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat.”
Mulai tahun 2019, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi arus utama dalam strategi pembangunan bangsa Indonesia kedepannya. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor penting untuk memenangkan persaingan global. Hal tersebut tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi tugas bersama yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Dengan Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang didukung oleh segenap bangsa, sejatinya kita melangkahkan diri menuju Indonesia Unggul. Selain itu, membangun manusia Indonesia juga berarti berinvestasi untuk masa depan dan membuka jalan untuk Indonesia Maju.
Pembangunan dan penguatan sumber daya manusia untuk menjadi Indonesia Unggul memang erat kaitannya dengan peningkatan produktivitas dan kualitas kerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Membangun sumber daya manusia yang pekerja keras, yang dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, akan mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan kita.

Kita patut bersyukur karena sejak periode pertama Presiden Joko Widodo telah berhasil membangun pijakan dasar untuk memajukan pembangunan manusia. Masifnya pembangunan infrastruktur, dan konsep Indonesia Sentris diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Bagaimanapun pembangunan sumber daya manusia akan menjadi keniscayaan suatu bangsa yang maju, karena sejatinya kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilihat dari seberapa besarnya anugrah sumber daya alam yang dimiliki, atau dari seberapa tinggi pertumbuhan ekonominya saja, tetapi dilihat juga dari segenap kemampuan manusianya. Mari kita sama-sama dukung program pembangunan sumber daya manusia untuk Indonesia Unggul, untuk Indonesia Maju.

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.