• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Mendukung Perluasan Investasi Asing di Indonesia

Mendukung Perluasan Investasi Asing di Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 17 June 2022

Mendukung Perluasan Investasi Asing di Indonesia

Oleh : Aulia Hawa

Indonesia diklaim sebagai negara favorit investor dari luar negeri. Hal ini tentu saja menjadi berita baik akan berkembangnya perekonomian serta pembangunan di Indonesia, terlebih investasi ini mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Rencana pembangunan pabrik baterai listrik dari perusahaan asal Korea Selatan, LG Energi Solution, yang dinilai investasinya mencapai 9,8 Miliar US Dollar atau setara dengan Rp 144,4 triliun di Industri Terpadu Batang (KITB) Kabupaten Batang, diproyeksi mampu menciptakan 20.000 tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dalam agenda Seremoni Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di KIT Batang yang turut juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Bahlil menuturkan, investasi hilirisasi yang dilakukan oleh LG telah memberikan nilai tambah sebesar 5,18 Miliar US Dollar untuk Indonesia.
Bahlil juga menjelaskan, dampak ekonomi dari total investasi sebesar 9,8 miliar US Dollar yaittu sebesar 5,18 miliar US Dollar, dengan total lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 20.000 tenaga kerja khusus untuk pabrik baterai mobil, jadi bukan untuk keseluruhan kawasan ini. Selain itu, LG juga telah membangun kolaborasi dengan pengusaha dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di daerah Kawasan Batang yang saat ini sudah berjalan.
Bahlil menuturkan pihaknya juga akan membuka jalan dan siap membantu jika pihak LG mengalami kendala dalam proses investasinya di Indonesia. Ia juga mengatakan kepada Presiden LG agar tidak ragu untuk berinvestasi di Indonesia, karena dapat diselesaikan dengan musyawarah.
Presiden LG Energi Solution Lee Bang Soo mengatakan, pihaknya sangat merasa bersyukur mendapat sambutan tersebut karena LG bisa berinvestasi pabrik proyek grand package di Kawasan Industri Batang ini. Proyek grand package ini merupakan proyek skala besar yang dapat menunjang produksi baterai kendaraan listrik sebesar 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun.
Selain itu, pihaknya juga telah aktif bekerjasama dengan pemerintah Indonesia khususnya PLN untuk mengoperasikan pabrik dengan energi ulang sejalan dengan tren Environmental Social Governance (ESG) global.
Lee juga menuturkan bahwa proyek grand package ini juga akan memberikan kontribusi utama bagi industri baterai sekunder global dalam 26 tahun ke depan. Dirinya menambahkan, kerja sama yang terjalin aktif bersama Indonesia, Antam dan konsorsium LG menjadikan hal ini sangat penting baginya, pihaknya juga memohon kerja sama serta bantuan dari Indonesia untuk dapat mewujudkan semuanya.
Tidak hanya LG, investor asing seperti Nestle juga tertarik untuk memperluas usahanya di Indonesia. Komitmen ini menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang ramah terhadap investasi.
Pada kesempatan berbeda, Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi secara tegas mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan berbagai regulasi untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi.
Data dari Kementerian Investasi menunjukkan, bahwa negara asal PMA terbesar sepanjang tahun 2021 adalah Singapura dengan realisasi 9.4 miliar US Dollar, disusul Hongkong sebesar 4,6 Miliar US Dollar, Tiongkok 4,6 Miliar US Dollar serta Amerika Serikat sebesar 2,5 miliar US Dollar.
Investasi tersebut tentu saja diharapkan dapat terus meningkat, apalagi pemerintah telah melonggarkan protokol kesehatan di luar ruangan di mana kebijakan ini menjadi tanda geliat perekonomian di Indonesia.
Per Desember 2021, BEI mencatat ada 766 perusahaan tercatat dan 123 perusahaan tercatat obligasi dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp. 8.255,6 triliun. Sementara IHSG pada penutupan tahun 2021 mencapai 6,581.5 dengan rata-rata perdangangan saham harian mencapai Rp 13,4 triliun. Angka tersebut tentu saja lebih tinggi dibandingkan pada saat sebelum pandemi, sehingga bisa dibilang perekonomian Indonesia sudah menunjukkan recovery.
Perluasan Investasi Asing di Indonesia menunjukkan bahwa progres arus investasi tidak jalan di tempat, tetapi mampu meluas hingga mencapai ke berbagai wilayah di Indonesia sehingga tidak melulu investasi dan pembangunan tersentralisasi di Pulau Jawa. Perluasan Investasi dari Luar Negeri patut untuk didukung, karena hal ini mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga akan meningkatkan kesejahteraan serta daya beli masyarakat secara umum.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

 

 

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.