• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mendukung Penumpasan Gerakan Separatis Papua

Mendukung Penumpasan Gerakan Separatis Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 December 2019

Oleh: Rebecca Marian

Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai musuh utama negara memang harus dilawan. Karena pergerakkan mereka tak hanya mengindikasikan kekacauan saja, namun kekejian yang mereka lakukan sudah melampaui batas dan harus ditindak secara tegas. Oleh sebab itu, masyarakat mendukung sikap tegas TNI/Polri guna menumpas gerakan separatis Papua.
Berbicara tentang OPM seolah tak ada habisnya. Mereka terus mencari cara agar dapat memisahkan diri dari NKRI. Banyak nama pentolan OPM yang dinilai mahir mencari celah untuk melancarkan serangan. Sebut saja, Egianus Kogoya. Namanya ,mulai santer terdengar, pasca serangan brutal yang menelan para pekerja proyek di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pengamat Terorisme, Sidney Jones menyebutkan, kelompok Egianus Kogoya merupakan tunas dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tewas pada tahun 2009 silam. Menariknya, Egianus dikenal lebih militan dan mayoritas anggotanya masih berusia muda.

Selain itu adapula Nama Goliath Tabuni yang juga cukup populer karena kekejiannya. Ia dinilai tak segan membantai korban yang tak sejalan dengan dirinya. Goliath berhasil dibekuk aparat keamanan saat dirinya tengah mencari pasokan senjata. Yang katanya akan digunakan melakukan penyerangan saat perayaan hari lahir OPM beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Bupati Nduga, Yairus Gwijangge, mendukung tim gabungan dari TNI dan Polri guna mengejar kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) atau organisasi papua merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya, karena telah menembak mati belasan pekerja jalan trans Papua dari PT Istaka Karya pada awal Desember tahun 2018.
Ia mempersilakan aparat TNI dan Polri untuk melakukan penegakan hukum. Harapannya TNI dan Polri mampu bertugas secara professional. TPN/OPM atau KKSB adalah musuh bangsa, silakan kejar mereka, asal rakyat saya tidak jadi korban, imbuh Yairus.

Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh KKSB dibawah naungan Egianus Kogoya merupakan tindakan yang tidak terpuji dan tidak berperikemanusiaan. Tindakan tersebut telah membuat kekacauan. Termasuk melakukan pembunuhan terhadap warga sipil didaerah tersebut.
Akibat kekerasan yang dilakukan KKSB, masyarakat Nduga menjadi trauma. Sementara pemerintah melalui TNI dan Polri memiliki kewajiban untuk melindungi rakyatnya dari segala aksi kekerasan dan kebrutalan KKSB tersebut.
Yairus pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, termasuk Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua DPRP Yunus Wonda yang begitu peduli untuk mengambil sikap terkait wilayah konflik, Nduga.

Terkait pernyataan Wakil Bupati Nduga yang meminta menarik pasukan TNI dan Polri, ini adalah suatu kesalahpahaman. Dirinya hendak meluruskan bahwa hal tersebut salah. Dirinya meminta TNI dan Polri untuk mengejar para pelaku kekerasan.

Sebelumnya, dilaporkan Pada 1 dan 2 Desember 2018 silam, sebanyak 28 pekerja jalan trans-Papua dari PT Istaka Karya menjadi korban kekerasan dari kebiadaban KKSB pimpinan Egianus Kogoya bersama puluhan anak buahnya. Dari aksi itu, 17 pekerja ditemukan tewas, 4 di antaranya masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan TNI dan Polri, sementara sisanya telah kembali bersama keluarga.

Bahkan, 5 personel TNI dan Polri tak luput dari aksi tersebut. Satu di antaranya tewas atas nama Sertu Anumerta Handoko, 4 lainnya luka berat dan juga ringan. Di pihak warga Nduga juga tersiar 3 hingga 4 orang lainnya telah dikabarkan tewas.

Selama belum ada titik temu antara OPM dan pemerintah RI, sepanjang itu pula konflik akan terus ada di tanah Papua. Tak hanya menyiagakan diri dengan para personel militer di lapangan, Indonesia juga harus memiliki kekuatan penuh di jalur politik sebagai salah satu penguat. Bukan apa-apa, cara-cara seperti Benny Wenda yang mendapat atensi dari Dewan Kota Oxford, Inggris, sudah saatnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah Republik Indonesia.

Bukan tak mungkin seiring berjalannya waktu, dunia Internasional akan berubah pikiran. Mengingat licinnya para OPM ini bermain peran. Mereka mampu memutarbalikkan fakta seolah merekalah yang tengah berjuang karena ditindas. Padahal mereka sendirilah biang kekacauan dan keruwetan yang menyebabkan konflik berkepanjangan di wilayah Papua.

Kiranya, untuk siapakah kemerdekaan ini diperjuangkan? Jika warganya saja ditindas dan dijadikan korban kekerasan juga pembunuhan. Apa sesungguhnya esensi dadi Papua Merdeka? Jika rakyatnya saja telah memutuskan untuk merdeka dan menjadi bagian dari NKRI. Maka dari itu pemerintah tidak boleh lengah atas upaya adu domba yang dilakukan OPM ini. Karena mereka akan terus mencari kesempatan guna meluluskan kepentingannya.

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.